• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 15 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Reuni Aksi 212 dan Phobia Gerakan Islam

27/11/2018
in Berita
77
SHARES
591
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Sepertinya angka 212 belum berakhir kesakralannya. Sakral karena angka ini menjadi wakil dari sebuah gerakan besar di Jakarta yang fenomenal tapi sejuk dan damai. Sakral juga karena masih menyisakan phobia dari kelompok tertentu terhadap gerakan Islam.
Kalau tidak ada aral melintang, Ahad pekan ini akan menjadi sorotan nasional. Pada tanggal 2 bulan 12 itu sejumlah ormas Islam sudah memastikan diselenggarakannya aksi ‘Reuni Mujahid 212’. Aksi rencananya akan diselenggarakan di Monas mulai shalat Subuh berjamaah.
Aksi ini diselenggarakan sejumlah ormas Islam di Jabodetabek, antara lain Front Pembela Islam, Forum Umat Islam, Gerakan Nasional Pembela Ulama atau bentukan baru dari GNPF MUI yang pernah fenomenal dua tahun lalu di Jakarta, dan ormas lainnya.
Kostum khusus aksi ini adalah dominasi warna putih: baju, kopiah, sorban, hijab; dan sosialisasi bendera atau atribut kalimat Tauhid. 
Aksi Gembira dan Penghargaan
Wakil Ketua Panitia pelaksana Reuni Mujahid 212, Neno Warisman, seperti dalam Vlog yang disampaikan menjelaskan bahwa aksi ini bernuansa gembira dan santai. Tidak seperti aksi aslinya yang bernuansa ketegangan.
“Aksi ini aksi gembira dan penghargaan. Kita akan ajak saudara-saudara kami dari kaum difabilitas agar mereka bisa ikut gembira. Kami juga akan memberikan penghargaan kepada mujahid-mujahid muda yang berprestasi,” jelas Bunda Neno, sapaan akrab beliau.
Dari penjelasan ini, aksi yang menyimbolkan 212 kali ini sepertinya memang lebih bernuansa rileks dan kegembiraan, sangat bisa bersenyawa dengan acara CFD atau hari bebas kendaraan yang biasa digelar setiap Ahad di kawasan Sudirman Thamrin.
Phobia Simbol dan Gerakan Islam
Sosok aksi atau gerakan Islam sepertinya masih asing, bahkan bisa dibilang menakutkan oleh sebagian kalangan tertentu. Hal itu datang dari kalangan non muslim bahkan juga dari kalangan umat Islam sendiri.
Sejumlah penampilan dan jargon-jargon aksi Islam yang teridentikkan dengan kaum radikal antara lain, teriakan takbir, busana gamis dan sorban untuk kaum pria serta hijab untuk muslimah, dan satu lagi: kalimat Tauhid dalam atribut berwarna hitam.
Padahal, hal-hal inilah yang identik dengan perjuangan para pahlawan dalam menentang penjajahan. Lihatlah pahlawan Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, perlawanan kaum santri yang dipimpin KH Hasyim Asyhari pada momen bersejarah hari Pahlawan di Surabaya, dan lainnya.
Sepertinya, polesan media sekuler yang anti Islam begitu massif telah menyihir anak bangsa ini menjadi terasing dengan jatidirinya sendiri. 
Tuduhan Makar
Makar atau upaya penggulingan kekuasaan pemerintahan yang sah kerap dialamatkan kepada aksi atau gerakan Islam seperti 212 ini. Terleih ketika acara diselenggarakan persis di depan pintu gerbang pusat kekuasaan atau di depan Istana Merdeka, tempat di mana Presiden Republik Indonesia berkantor dan berdomisili.
Bayangkan ketika jutaan umat berkumpul mendengarkan orasi yang memberikan semangat tentang perubahan, tentu sekelompok orang akan khawatir jika massa menjadi tidak terkendali atau anarkis.
Namun, kekhawatiran ini sudah terbantahkan dengan sendirinya. Karena aksi besar ini sudah memperlihatkan sosoknya yang ramah dan damai sehingga tak perlu lagi dikhawatirkan.
Selain itu, satu hal yang mungkin tidak dipahami pengendali keamanan bahwa umat Islam di Indonesia beraliran Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ahlus Sunnah sangat menghormati penguasa yang sedang memegang amanah.
Ahlus Sunnah berpegang pada pedoman Nabi saw. bahwa dilarang memberontak atau bughot terhadap penguasa yang sah. Solusi Ahlus Sunnah terhadap penguasa yang zhalim hanya satu: sabar.
Hal ini pernah disampaikan salah seorang pimpinan Aksi Reuni 212, Ustaz Hasan Haikal kepada media. Menurutnya, umat Islam di Indonesia merupakan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dan Ahlus Sunnah tidak akan mungkin melakukan makar terhadap pemerintah yang sah, karena itu dilarang oleh Nabi saw.
Reuni Aksi 212 sepertinya lebih bertujuan untuk memberikan dakwah kepada bangsa. Bahwa, jatidiri bangsa ini adalah umat beragama yang telah dirumuskan pendiri bangsa sebagai Pancasila. 
Karena Islam yang dominan, wajar saja di era demokrasi seperti saat ini sosok gerakan islam menjadi dominan dan besar. Dan hal tersebut harus dianggap sebagai mitra pembangunan, bukan phobia apalagi dimusuhi. (mh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Yuk Remajakan Kulit Wajah dengan Masker Mangga

Next Post

Resep Steak Tempe, Menu MPASI ala Rikha Pertiwi

Next Post

Resep Steak Tempe, Menu MPASI ala Rikha Pertiwi

Pelajaran Berharga

Belajar di Luar Negeri

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2919 shares
    Share 1168 Tweet 730
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1716 shares
    Share 686 Tweet 429
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3498 shares
    Share 1399 Tweet 875
  • Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 6 dan 7, Manusia Benar-Benar Melampaui Batas

    234 shares
    Share 94 Tweet 59
  • Hukum Anak Laki-Laki Memandikan Jenazah Ibunya

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Link Download Film Fetih 1453, Kisah Penaklukan Konstantinopel

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4455 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • ALPHI Desak Klarifikasi Objektif atas Tuduhan Pungli LPH dalam Sertifikasi Halal

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11158 shares
    Share 4463 Tweet 2790
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga