INOVASI dalam dunia pendidikan kembali lahir dari lingkungan akademik. Dewi Suriyani Djamdjuri sukses memaparkan hasil penelitiannya dalam sidang terbuka Program Doktor yang berlangsung di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (5/8/2026). Sidang yang dimulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB tersebut menjadi momentum penting atas disertasi yang mengangkat pengembangan bahan ajar bahasa Inggris berbasis nilai-nilai Islam dalam format digital.
Baca juga: LPM Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Budidaya Lobster
Doktor UNJ Kembangkan Buku Digital Bahasa Inggris Berbasis Nilai-nilai Islami
Dalam sidang terbuka tersebut, Dewi mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Model Pengembangan Bahan Ajar Membaca Bahasa Inggris Nilai-Nilai Islami dalam Bentuk Buku Digital Multimodal.” Penelitian ini menawarkan inovasi pembelajaran yang menggabungkan penguasaan bahasa Inggris dengan penanaman nilai-nilai keislaman melalui pemanfaatan teknologi digital.
Disertasi tersebut berangkat dari kebutuhan akan bahan ajar yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital. Menurut Dewi, pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi, khususnya pada mata kuliah English for Islamic Studies, tidak hanya dituntut untuk meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa, tetapi juga perlu mengintegrasikan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Melalui penelitian ini, Dewi mengembangkan model bahan ajar membaca dalam bentuk buku digital multimodal. Konsep multimodal memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui perpaduan teks, gambar, audio, video, serta berbagai media digital lainnya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang dipelajari.
Dalam paparannya di hadapan tim penguji dan peserta sidang, Dewi menjelaskan bahwa buku digital yang dikembangkannya dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih fleksibel. Mahasiswa dapat mengakses materi secara mandiri melalui perangkat digital sehingga proses belajar tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu.
Meski demikian, proses penelitian tidak lepas dari berbagai kendala. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah kesiapan infrastruktur digital yang masih belum merata.
“Tantangan terbesar dalam penelitian disertasi ini adalah karena buku ini berbasis digital maka tantangannya adalah akses internet yang kurang stabil dan aksesibilitas dari buku digital ini yang masih kurang,” ujar Dewi Suriyani Djamdjuri.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam pengembangan bahan ajar digital di Indonesia. Meskipun transformasi pendidikan berbasis teknologi terus berkembang, pemerataan akses internet dan perangkat pendukung masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar seluruh mahasiswa dapat memperoleh manfaat yang sama.
Selain mengembangkan kemampuan membaca bahasa Inggris, penelitian ini juga menekankan pentingnya menghadirkan materi yang relevan dengan identitas dan kebutuhan mahasiswa di lingkungan pendidikan Islam. Integrasi nilai-nilai Islami dalam bahan ajar diharapkan mampu membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan moral yang kuat.
Sidang terbuka berlangsung dengan suasana ilmiah yang penuh antusiasme. Para penguji memberikan berbagai masukan terkait pengembangan model pembelajaran, implementasi buku digital, hingga peluang penerapannya pada mata kuliah lain di perguruan tinggi. Diskusi tersebut menunjukkan besarnya perhatian akademisi terhadap inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Hasil penelitian Dewi Suriyani Djamdjuri diharapkan dapat menjadi referensi bagi para dosen, peneliti, maupun pengembang kurikulum dalam menyusun bahan ajar yang lebih kontekstual dan inovatif. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pendidikan, kehadiran buku digital multimodal berbasis nilai-nilai Islami menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan proses pembelajaran bahasa Inggris yang lebih efektif, menarik, sekaligus mendukung pembentukan karakter mahasiswa. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital, tetapi juga memperkuat integrasi antara kompetensi akademik dan nilai-nilai keislaman dalam dunia pendidikan tinggi. [DW]





