BANYAK perempuan mulia lainnya yang turut memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam pada masa awal. Salah satunya adalah Maimunah binti Sa’ad radhiyallahu ‘anha, seorang sahabiyah yang dikenal karena ketakwaan, kecintaannya terhadap ilmu, serta kepeduliannya kepada sesama.
Meski riwayat mengenai kehidupannya tidak sebanyak shahabiyah terkenal lainnya, nama Maimunah binti Sa’ad tetap tercatat dalam kitab-kitab biografi sahabat sebagai perempuan yang pernah bertemu Rasulullah dan menerima ajaran Islam secara langsung. Sosoknya menjadi teladan bahwa amal saleh tidak selalu harus dilakukan di hadapan banyak orang. Keikhlasan dalam melayani umat justru menjadi salah satu jalan menuju kemuliaan di sisi Allah.
Maimunah binti Sa’ad dikenal sebagai perempuan yang memiliki semangat tinggi dalam mempelajari ajaran Islam. Pada masa Rasulullah, para perempuan tidak segan mendatangi Nabi untuk bertanya mengenai persoalan agama. Mereka ingin memastikan bahwa ibadah yang dilakukan benar sesuai tuntunan wahyu. Maimunah termasuk di antara muslimah yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman agamanya.
Baca Juga: Kisah Teladan Khalidah binti Qais yang Menunjukkan Keteguhan Iman di Masa Rasulullah
Kisah Mengharukan Maimunah binti Sa’ad yang Mengabdikan Hidupnya untuk Ilmu dan Pelayanan Umat
Kedekatannya dengan Rasulullah terlihat dari beberapa riwayat hadis yang dinisbatkan kepadanya. Salah satu hadis yang terkenal adalah ketika ia bertanya kepada Rasulullah mengenai Baitul Maqdis. Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk mendatangi dan melaksanakan salat di sana. Jika belum mampu berkunjung, beliau menganjurkan agar mengirimkan minyak untuk menerangi masjid tersebut. Riwayat ini menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci umat Islam.
Melalui pertanyaan sederhana yang diajukan Maimunah, umat Islam hingga hari ini memperoleh pelajaran tentang keutamaan menjaga dan memuliakan masjid, khususnya Masjid Al-Aqsa. Hal ini membuktikan bahwa keinginan seorang sahabat untuk bertanya kepada Rasulullah dapat menjadi ilmu yang terus bermanfaat bagi generasi setelahnya.
Selain dikenal sebagai pencari ilmu, Maimunah binti Sa’ad juga memiliki sifat penyayang dan senang membantu orang lain. Dalam kehidupan masyarakat Madinah, para shahabiyah memiliki peran penting dalam mendukung dakwah Islam. Mereka membantu keluarga, merawat orang yang sakit, serta memberikan pelayanan kepada kaum muslimin sesuai kemampuan masing-masing.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semangat melayani inilah yang menjadi salah satu akhlak utama Maimunah. Ia memahami bahwa ibadah tidak hanya berupa salat dan puasa, tetapi juga hadir dalam bentuk kepedulian terhadap kebutuhan orang lain. Sikap seperti ini menjadi fondasi terbentuknya masyarakat Islam yang saling menolong dan memperkuat ukhuwah.
Kisah Maimunah juga mengajarkan pentingnya menjaga rasa ingin tahu terhadap ilmu agama. Ia tidak merasa cukup hanya dengan menjadi seorang muslimah, tetapi terus berusaha memahami ajaran Rasulullah secara lebih mendalam. Sikap haus ilmu inilah yang patut dicontoh oleh setiap muslim, terutama di zaman ketika akses terhadap ilmu agama semakin mudah diperoleh.
Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi berbagai kesibukan, teladan Maimunah binti Sa’ad tetap relevan. Semangat belajar, kepedulian kepada sesama, dan keikhlasan dalam beramal merupakan nilai-nilai yang tidak pernah lekang oleh waktu. Setiap muslim dapat meneladaninya dengan terus menambah ilmu, menghidupkan semangat berbagi, serta memanfaatkan kesempatan untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.





