WAKIL Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta menyatakan pemerintah tengah dorong Integrasi Ekonomi dan Politik dengan Negara-negara Islam. Bukan hanya sebatas hubungan sejarah, agama, dan budaya, tetapi juga integrasi di bidang ekonomi dan politik.
“Upgrade hubungan Indonesia dengan negara-negara Islam itu bukan hanya dalam pengertian hubungan sejarah, hubungan agama, hubungan budaya. Ke level yang lebih tinggi supaya kita lebih terintegrasi dengan negara-negara Islam itu secara ekonomi dan juga secara politik,” ujar Anis Matta dalam forum _SAJID DIPLOMAT TALK_ yang digelar di Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (16/7/2026).
Anis menyebut, sejak awal menjabat di Kementerian Luar Negeri, ia langsung memulai program riset bersama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta untuk menyusun peta jalan integrasi Indonesia dengan dunia Islam.
“Alhamdulillah ini selesai tahun 2025 yang lalu dan kira-kira saya bekerja berbasis hasil riset ini sekarang ke negara-negara Islam ini,” katanya.
Baca juga: Di Forum Sajid, Wamenlu Ungkap Israel Alami Penurunan Kepercayaan Dunia
Wamenlu Anis Matta, Indonesia Dorong Integrasi Ekonomi dan Politik dengan Negara-negara Islam
Hasil riset tersebut bahkan telah dipresentasikan di Diplomatic Club di Kairo, Mesir, beberapa bulan lalu. Forum itu dihadiri komunitas diplomatik, jurnalis senior, dan sebagian kalangan intelijen di Mesir.
“Ini ide atau arah diplomasi yang sedang kita kembangkan di Kemenlu ke dunia Islam ini,” jelasnya.
Dalam forum diskusi bertema _“A to Z Geopolitik Timur Tengah”_ tersebut, Anis juga menyoroti perkembangan geopolitik global sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023. Menurutnya, konflik yang awalnya antara Hamas dan Israel kini telah berkembang menjadi perang regional dan berpotensi meluas menjadi perang global.
Ia menyebut situasi saat ini berbeda dengan konflik-konflik sebelumnya di Teluk, Irak, Libya, maupun Afghanistan. “Epicentrum konfliknya sekarang ada di dunia Islam ini,” tegasnya.
Karena itu, sejak menjabat, Anis mengaku secara rutin bertemu dengan tokoh-tokoh Islam untuk memberikan update geopolitik, serta berkeliling kampus untuk berdiskusi dengan para akademisi. Beberapa bulan terakhir ia juga mulai aktif berbicara ke media.
Anis menekankan pentingnya peran media dan masyarakat dalam memahami dinamika global. Ia mengajak publik untuk tidak hanya berhenti pada pemahaman yang dangkal.
“Yang paling penting yang ingin saya pesankan pada kesempatan ini adalah kita harus membantu publik kita untuk bertransformasi dari pendangkalan menuju pendalaman. Saya ulangi kembali ya, kita harus membantu publik kita, mengedukasi publik kita untuk bertransformasi dari pendangkalan kepada pendalaman,” pungkasnya. [Din]



