KEBAIKAN itu universal. Semua orang suka dan semua orang tak perlu izin untuk melakukannya. Meskipun tak banyak yang menyadari.
Di sebuah desa di Kebumen Jawa Tengah, ada sebuah keluarga besar yang begitu peduli dengan masyarakat sekitar. Tidak tanggung-tanggung, keluarga itu membangun jalan sepanjang 2,5 kilometer secara swadaya.
Awalnya, keluarga Siti Aminah dan Sudarmo prihatin dengan warga sekitar yang kesulitan mengangkut hasil panen. Jalan yang mereka lalui hanya jalan setapak dan lama perjalanan bisa satu setengah jam. Padahal jaraknya tak begitu jauh.
Hal ini karena desa itu memang tak memiliki jalan yang bisa dilewati gerobak atau mobil. Bahkan dengan sepeda motor pun sulit.
Dari keprihatinan itu, keluarga yang sudah menetap di Jakarta itu ingin ‘bersedekah’ kepada kampung halamannya di desa itu. Dan, mereka pun membangun jalan secara swadaya.
Panjang jalan sekitar 2.500 meter. Ada dua jembatan yang juga harus dibangun karena melewati dua sungai kecil. Pembangunan jalan ini juga melewati tanah yang harus mereka bebaskan.
Pembangunan jalan dimulai sejak Bulan April 2026 dan berakhir pada awal Juli 2026. Lebar jalan sekitar 3,5 meter. Sayangnya, belum sempat diaspal, tapi sudah dilakukan pengerasan jalan.
Ketika peresmian, Bupati Kebumen datang meresmikan. Masyarakat sekitar pun ikut menyaksikan. Jalan itu diberi nama ayah ibu keluarga besar itu. Namanya Jalan H. Siti Sudar. Ibu mereka bernama Siti Aminah dan ayah mereka bernama Sudarmo. Keduanya sudah menunaikan ibadah haji dan keduanya juga sudah almarhum.
Menariknya, dari sekian banyak wartawan yang mewancarai, tak satu pun yang berhasil mengorek informasi: berapa biaya yang sudah mereka keluarkan.
Mereka mengaku ikhlas membangun jalan dengan swadaya. Dan berharap akan bisa memberikan kebaikan kepada orang banyak.
**
Orang baik ada di mana-mana. Tapi sayangnya, yang sering terekspos mereka yang kurang baik. Akhirnya banyak yang menyimpulkan bahwa orang kurang baik ada di mana-mana.
Bercerminlah dari mereka yang baik-baik itu. Rela berkorban untuk memberikan manfaat kepada orang banyak. Bukan sebaliknya, mengorbankan orang banyak untuk mencari manfaat pribadi. [Mh]


