DI BALIK keberhasilan dakwah Islam di Madinah, ada sosok-sosok luar biasa yang telah mempersiapkan jalan bagi Rasulullah SAW sebelum peristiwa hijrah terjadi. Salah satu di antaranya adalah As’ad bin Zurarah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat dari kalangan Anshar yang memiliki jasa besar dalam menyebarkan Islam di Yatsrib, kota yang kemudian dikenal sebagai Madinah Al-Munawwarah.
Meskipun namanya tidak setenar Abu Bakar Ash-Shiddiq atau Umar bin Khattab, peran As’ad bin Zurarah sangat penting dalam sejarah perkembangan Islam. Berkat usaha dan pengorbanannya, masyarakat Madinah semakin siap menerima kedatangan Rasulullah SAW.
As’ad bin Zurarah berasal dari suku Khazraj, salah satu suku besar yang mendiami Yatsrib. Sebelum memeluk Islam, masyarakat kota tersebut sering dilanda konflik berkepanjangan antara suku Khazraj dan Aus. Kondisi itu membuat mereka mendambakan hadirnya seorang pemimpin yang mampu mendamaikan perselisihan.
As’ad bin Zurarah, Sahabat Rasulullah yang Menjadi Imam Pertama di Madinah
Baca Juga: Mengenal Abdullah bin Salam, Orang Kesepuluh yang Dijamin Masuk Surga
Kesempatan mengenal Islam datang ketika As’ad bin Zurarah bersama beberapa orang dari Yatsrib bertemu Rasulullah SAW di Mina saat musim haji. Pertemuan itu menjadi titik balik kehidupannya. Setelah mendengarkan dakwah Nabi Muhammad SAW, ia menerima Islam dengan penuh keyakinan.
Pada tahun berikutnya, As’ad termasuk dalam rombongan yang mengikuti Baiat Aqabah Pertama, yaitu perjanjian setia kepada Rasulullah SAW untuk beriman kepada Allah, meninggalkan kemusyrikan, serta menjalankan ajaran Islam. Peristiwa ini menjadi tonggak penting karena menandai mulai berkembangnya Islam di Yatsrib.
Setelah kembali ke kampung halamannya, As’ad bin Zurarah tidak menyimpan hidayah itu untuk dirinya sendiri. Ia mengajak keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar agar mengenal Islam. Semangat dakwahnya membuat jumlah kaum Muslim di Yatsrib terus bertambah.
Melihat perkembangan tersebut, Rasulullah SAW mengutus Mus’ab bin Umair ke Yatsrib untuk mengajarkan Al-Qur’an dan dasar-dasar Islam kepada masyarakat. Selama menjalankan tugasnya, Mus’ab tinggal di rumah As’ad bin Zurarah. Rumah itulah yang kemudian menjadi pusat dakwah Islam pertama di Madinah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
As’ad mendampingi Mus’ab dalam berbagai aktivitas dakwah. Bersama-sama mereka mengunjungi berbagai kabilah, berdialog dengan masyarakat, serta mengajarkan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Berkat usaha mereka, tokoh-tokoh penting seperti Sa’ad bin Mu’adz dan Usaid bin Hudhair akhirnya memeluk Islam. Masuk Islamnya kedua tokoh tersebut memberikan pengaruh besar karena diikuti oleh banyak anggota kabilah mereka.
Selain berdakwah, As’ad bin Zurarah juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan salat Jumat di Yatsrib sebelum Rasulullah SAW berhijrah. Peristiwa ini menunjukkan betapa besar semangat kaum Muslim saat itu dalam menghidupkan syiar Islam, meskipun mereka belum bertemu kembali dengan Rasulullah SAW.
Namun, usia As’ad bin Zurarah tidak panjang. Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau jatuh sakit dan wafat pada tahun pertama hijrah. Kepergian As’ad menjadi duka mendalam bagi kaum Muslimin. Rasulullah SAW sendiri turut merasakan kehilangan karena beliau mengetahui besarnya jasa As’ad dalam mempersiapkan Madinah sebagai pusat perkembangan Islam.
Meski tidak sempat menyaksikan berbagai kemenangan besar yang diraih kaum Muslimin, amal dan perjuangan As’ad bin Zurarah telah memberikan fondasi yang kokoh bagi dakwah Islam. Ia menjadi contoh bagaimana satu orang yang memiliki keimanan kuat dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat di sekitarnya. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Muhammad Raji Hasan Kinas. Zaman: 2012.





