ABDULLAH bin Salam adalah sahabat Nabi keturunan Israil, tetapi kemudian menjadi Anshar. Ayahnya bernama Salam ibn alHarits al-Israili. la berasal dari Bani Qaynuqa, salah satu kelompok Yahudi di Madinah yang bersekutu dengan salah satu kelompok Anshar. Sebelum masuk Islam, Abdullah bin Salam, yang memiliki nama asli al-Hashin, yang dikenal sebagai seorang alim Yahudi dan pemimpin mereka. Setelah bersyahadat, Nabi
saw. mengganti namanya menjadi Abdullah.
la dikenal memiliki pengetahuan agama yang luas. la juga mengetahui sifat-sifat, nama, ciri, dan waktu datangnya nabi akhir zaman yang dibangkitkan di tanah Arab. Sebenarnya, kaum Yahudi sendiri menanti-nantikan kedatangan nabi akhir zaman itu.
Namun, mereka kecewa karena nabi yang dijanjikan oleh Allah itu tidak berasal dari anak keturunan mereka, melainkan dari bangsa Arab yang tidak lebih beradab dibanding mereka.
Pada suatu had, Abdullah bin Salam berada di puncak salah satu pohon kurmanya untuk membersihkan pelepah-pelepah yang kenng. Kerika melihat kedatangan Rasulullah Shalallahu, ‘alaihi wa Sallam dan sahabatnya, Abu Bakar, ia berseru gembira, “Allahu Akbar!”
Baca Juga: Inilah Kisah Abdullah bin Ruwahah yang Ahli Pedang dan Pena
Mengenal Abdullah bin Salam, Orang Kesepuluh yang Dijamin Masuk Surga
Sementara itu, di bawahnya berdiri Khalidah binti al-Harits yang, mendengar teriakannya, langsung bertanya, “Demi Allah, mendengar tenakanmu, seakan-akan aku mendengar kabar kedatangan Musa ibn Imran. Keponakanku, mengapa kau berteriak seperti itu?”
Dengan rona muka yang bahagia Abdullah bin Salam segera turun dari pohon itu dan berkata kepada bibinya, “Bibi, ia memang saudaranya Musa, yang diutus oleh zat yang juga mengutus Musa. Itulah yang dikatakan Taurat.” Khalidah berkata lagi, “Keponakanku, apakah ia nabi yang dikabarkan dalam Taurat, dan ia diutus saat ini, sekarang ini?” “Benar.”
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kebahagiaan tampak memancar dari wajah Abdullah bin Salam. Penantian lama akan segera terpuaskan dengan perjumpaan yang sarat rasa bahagia. Sebentar lagi ia akan menjumpai Rasulullah Muhammad saw. untuk menyatakan keislamannya dan penyerahan dirinya kepada Allah. Karena selama ini dikenal sebagai seorang ulama dan pemimpin Yahudi Abdullah bin Salam tidak menunjukkan terang-terangan keislamannya.
Namun, kecintaannya pada Islam terus mendorongnya untuk menyatakan keisiamannya secara terus terang dan mengajak kaumnya kepada agama yang dianutnya. Karena itu, pada suatu hari ia menghadap kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kaum Yahudi adalah kaum yang bengal.
Dusta dan pembangkangan mereka telah dikenal luas, begitu pun upaya mereka menyimpangkan manusia dari kebenaran. Seandainya mereka tabu aku telah masuk Islam, tentu mereka akan mencela dan memusuhiku.”
Abdullah bin Salam keluar menemui orang-orang yang merumah Khalifah Utsman dan berkata, “Hai Manusia, namaku sebelum Islam adalah al-Hashin, lalu Rasulullah SAW menamaiku Abdullah. Tentang diriku telah diturunkan ayat seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Quran, lalu ia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Demi Allah, karena Allah, mengapa kalian hendak membunuh laki-laki ini (Khalifah Utsman)?”
Mendengar ucapan Mendengar ucapan Abdullah bin Salam, mereka malah berteriak, “Bunuh Yahudi itu dan bunuh Utsman!”
Diriwayatkan dari Yazid ibn Umairah bahwa ketika Muaz ibn Jabal mendekari ajalnya, seseorang berkata kepadanya, “Wahai Abu Abdurrahman, berwasiatlah kepada kami.”
Setelah itu ia berkata, “Ilmu dan iman berada pada tempatnya, siapa saja yang mencarinya, niscaya akan meraihnya. Maka, carilah ilmu pada empat tempat, yaitu Uwaimir Abu Darda, Salman al-Farisi, Abdullah ibn Mas‘ud, dan Abdullah ibn Salam, orang Yahudi yang memeluk Islam. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘la (Abdullah ibn Salam) adalah orang kesepuluh dari sepuluh orang di surga. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Muhammad Raji Hasan Kinas. Zaman: 2012.





