DALAM perjalanan hidup, tidak sedikit orang yang merasa kalah bahkan sebelum mencoba. Mereka sudah lebih dulu menghakimi diri sendiri dengan berbagai pikiran negatif seperti, “Saya tidak bisa”, “Saya tidak mampu”, atau “Saya tidak sanggup.” Akibatnya, banyak kesempatan untuk berbuat baik, berdakwah, belajar, bahkan memperbaiki diri akhirnya terlewat begitu saja karena rasa takut yang berlebihan.
Padahal, Islam mengajarkan umatnya agar tidak terjebak dalam keputusasaan. Sebesar apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, sebanyak apa pun kekurangan yang dimiliki, pintu rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin kembali.
Baca: Allah Tidak Pernah Jauh dari Hamba-Nya
Jangan Melihat Siapa Dirimu, Lihatlah Siapa Rabbmu
Manusia sering kali kalah sebelum berperang karena terlalu fokus pada kelemahannya sendiri. Sementara Allah SWT telah memberikan harapan melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53).
Ayat tersebut menjadi penegas bahwa seorang mukmin tidak boleh kehilangan harapan. Selama masih diberi kesempatan hidup, selalu ada jalan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan meraih pertolongan Allah.
Sering kali seseorang merasa tidak pantas beribadah karena masa lalunya dipenuhi dosa. Ada pula yang enggan memulai hijrah karena merasa dirinya terlalu jauh dari agama. Bahkan ada yang takut berdoa karena berpikir dosanya terlalu banyak sehingga doanya tidak akan dikabulkan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Padahal, semua anggapan itu berasal dari cara pandang yang keliru. Kita terlalu sibuk melihat kelemahan diri, sementara lupa bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan Maha Kuasa membolak-balikkan hati manusia.
Begitu pula ketika menghadapi berbagai tantangan hidup. Rasa minder, kurang percaya diri, atau insecure sering muncul karena seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Ia hanya melihat kekurangan yang dimiliki tanpa menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan ujian yang berbeda-beda.
Karena itu, jangan pernah mengukur masa depan hanya berdasarkan kemampuan diri sendiri. Lihatlah siapa yang menjadi tempat kita bergantung. Ketika seorang hamba menggantungkan harapannya kepada Allah, maka keterbatasan bukan lagi menjadi penghalang. Justru di situlah pertolongan Allah akan datang dengan cara yang tidak pernah disangka.
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar seorang muslim selalu berbaik sangka kepada Allah. Keyakinan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang bersungguh-sungguh akan melahirkan optimisme, ketenangan, dan keberanian dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Jangan merasa sedih hanya karena dosa-dosa masa lalu. Jangan takut doa tidak dikabulkan. Jangan pula terus-menerus merasa tidak berharga karena kekurangan yang dimiliki. Yang terpenting adalah terus melangkah, memperbaiki diri sedikit demi sedikit, dan tidak berhenti memohon ampun serta pertolongan kepada Allah.
Pada akhirnya, seorang mukmin tidak dinilai dari seberapa sempurna dirinya, melainkan dari kesungguhannya untuk terus kembali kepada Allah. Maka, ketika rasa putus asa mulai datang, ingatlah bahwa harapan seorang hamba tidak terletak pada siapa dirinya, tetapi pada siapa Rabb yang ia sembah. Selama masih ada Allah, selalu ada harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





