BAGI sebagian orang, stress dan kecemasan dapat menyebabkan gatal di kulit berlebihan yang mungkin bermanifestasi dalam bentuk ruam, gatal-gatal, eksim, psoriasis dan jerawat.
Hubungan antara pikiran dan tubuh sangatlah kuat. Selain memicu gejala emosional, stres dan rasa cemas kerap bermanifestasi secara fisik, mulai dari rasa lelah, masalah pencernaan, hingga sakit kepala yang mengganggu kelancaran aktivitas harian.
Namun, tekanan mental ini rupanya juga bisa menimbulkan reaksi tidak terduga pada kulit, yaitu rasa gatal yang berlebihan.
Kondisi ini dikenal luas sebagai gatal psikogenik, yang mana faktor psikologis terus memperparah sensasi tidak nyaman sehingga kamu selalu ingin menggaruk.
Berdasarkan riset yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience and Behavioral Reviews, rasa gatal akan mengaktifkan pusat sensorik, motoric dan emosi di otak.
Baca juga: Tips Memilih Pelembab Wajah Sesuai Jenis Kulit
Stress dan Kecemasan dapat Menyebabkan Gatal di Kulit Secara Berlebihan
Hal inilah menciptakan siklus garuk dan cemas yang secara signifikan menurunkan kualitas hidupmu.
Sebuah publikasi di jurnal Clinical Dermatology membagi persoalan ini ke dalam tiga kategori. Pertama, rasa gatal kronis dari penyakit sistemik atau masalah kulit menahun yang pada akhirnya justru merusak stabilitas mental penderitanya.
Kategori kedua berkaitan erat dengan tekanan psikososial yang memperburuk penyakit kulit bawaan. Rentetan masalah kehidupan, mulai dari beban pekerjaan, konflik relasi, hingga kesulitan finansial berpotensi memicu kekambuhan keluhan di kulitmu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kategori terakhir, merupakan kebalikan dari yang pertama, yakni ketika gangguan jiwa menjadi pemicu langsung munculnya rasa gatal di sekujur tubuh.
Saat rasa panik memuncak, tubuh dapat merespons secara berlebihan. Kamu dapat mengalami sensasi ini di bagian kulit manapun, termasuk lengan, kaki, wajah dan kulit kepala. [Din]





