MENUNGGU itu paling susah. Itulah di antara sikap anak-anak terhadap menunggu. Hanya yang dewasa yang mampu menunggu.
Jangan pernah janjikan sesuatu pada anak-anak kalau sulit untuk ditepati. Karena bagi anak-anak, menunggu harus nol detik alias tidak boleh ada.
Anak-anak akan terus menanyakan apa yang dijanjikan. Berbagai cara akan ia lakukan agar tak ada yang namanya menunggu.
Meskipun begitu, belajar menunggu sangat baik untuk anak-anak. Agar di saat dewasa, ia tidak seperti anak-anak.
**
Sebagian besar kita akan merasakan kalau perjalanan pergi ke suatu tempat terasa begitu lama dibandingkan dengan pulangnya.
Kenapa? Karena dalam perjalanan pergi, tanpa sadar, kita memasukkan aktivitas menunggu. Yaitu, menunggu hal baru yang akan kita temukan.
Sementara dalam perjalanan pulang, tak ada aktivitas menunggu. Karena semua yang akan ditemui di tempat pulang nanti, sudah kita ketahui.
**
Perhatikan orang yang hobi mancing ikan. Mereka tidak kapok mengulang kegiatan mancing di waktu-waktu berikutnya lantaran menunggu dapat ikannya lama.
Kenapa? Karena bagi para pemancing, yang nikmat itu bukan tentang ikan yang didapat, karena itu bisa ia beli di pasar. Yang mengasyikkan itu tentang kegiatan menunggu itu sendiri.
Dalam menunggu, ia bisa meluaskan ruang imajinasi. Dalam menunggu, ia bisa menikmati keheningan hidup. Dalam menunggu, ia bisa melupakan hal-hal rutinitas robotik yang membosankan.
***
Aktivitas menunggu akan berujung kecewa jika kita hanya punya satu ekspektasi terhadap hasil. Misalnya, kalau dagang pasti untung, kalau ujian pasti lulus, kalau menikah pasti punya anak, kalau lajang pasti punya jodoh, dan seterusnya.
Padahal, kita hanya berwenang untuk berusaha dan ikhtiar. Sementara, tentang hasil harus diikhlaskan bahwa itu wewenang Allah subhanahu wata’ala.
Tapi bukan berarti usaha dan ikhtiar kita sia-sia. Tentu ada pahala dari jerih payah yang sudah kita usahakan itu.
Ada satu amal soleh yang sangat cocok diisi dalam kegiatan menunggu. Yaitu, memperbanyak doa.
Satu hal yang sangat penting dalam doa ini: kita meminta kepada Allah subhanahu wata’ala agar penantian yang lama tidak menjadi sia-sia. [Mh]


