SALAH satu sosok yang patut dikenang adalah Zunairah radhiyallahu ‘anha. Namanya mungkin tidak sepopuler Khadijah, Aisyah, atau Fatimah, tetapi keteguhan hatinya dalam memegang Islam menjadi teladan yang luar biasa bagi umat Muslim hingga hari ini.
Zunairah termasuk golongan Muslim generasi awal yang memeluk Islam ketika dakwah Rasulullah SAW masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi di Makkah. Pada masa itu, menjadi seorang Muslim bukanlah perkara mudah. Kaum Quraisy menentang keras ajaran yang dibawa Rasulullah SAW dan tidak segan menyiksa siapa pun yang mengikuti beliau.
Sebagai seorang wanita yang berasal dari kalangan lemah dan tidak memiliki perlindungan kuat dari kabilah besar, Zunairah menjadi sasaran kekejaman kaum musyrik Quraisy. Ia mendapatkan tekanan agar meninggalkan agama Islam dan kembali kepada keyakinan lama. Namun, ancaman dan siksaan yang diterimanya tidak membuat imannya goyah.
Baca Juga: Tsauban, Sahabat yang Tidak Tahan Berpisah dengan Rasulullah
Kisah Keteguhan Iman Zunairah yang Bertahan di Tengah Siksaan
Berbagai riwayat menyebutkan bahwa Zunairah mengalami penyiksaan yang sangat berat. Kaum Quraisy berharap penderitaan tersebut dapat memaksanya meninggalkan Islam. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Semakin berat ujian yang diterima, semakin kuat pula keyakinannya kepada Allah SWT.
Salah satu peristiwa yang terkenal adalah ketika penglihatannya hilang akibat siksaan yang dialaminya. Kaum musyrik kemudian mengejek dan mengatakan bahwa kebutaan itu terjadi karena murka berhala-berhala yang mereka sembah. Mereka menganggap Zunairah sedang menerima hukuman karena meninggalkan agama nenek moyang mereka.
Namun, Zunairah dengan penuh keyakinan membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa berhala tidak memiliki kekuatan apa pun untuk memberi manfaat ataupun mudarat. Semua yang terjadi adalah atas izin Allah SWT.
Keteguhan iman Zunairah kemudian menjadi bukti nyata pertolongan Allah kepada hamba-Nya. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah mengembalikan penglihatannya. Peristiwa tersebut membuat kaum Quraisy semakin heran. Akan tetapi, hati mereka yang dipenuhi kesombongan tetap menolak kebenaran Islam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain dikenal karena keteguhan imannya, Zunairah juga termasuk sahabat yang mendapatkan perhatian dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana yang beliau lakukan terhadap beberapa budak Muslim yang disiksa, Abu Bakar berusaha membantu dan membebaskan mereka dari tekanan kaum musyrik. Sikap ini menunjukkan kuatnya persaudaraan yang terjalin di antara kaum Muslimin pada masa awal Islam.
Kisah Zunairah mengajarkan bahwa kekuatan seorang Muslim tidak selalu terletak pada kedudukan, harta, atau kekuasaan. Seorang perempuan yang tampak lemah di mata manusia ternyata mampu menunjukkan keberanian luar biasa ketika mempertahankan keyakinannya.
Di zaman sekarang, mungkin kita tidak menghadapi siksaan fisik seperti yang dialami Zunairah. Namun, tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai Islam tetap ada dalam berbagai bentuk. Karena itu, kisah Zunairah menjadi pengingat bahwa keimanan membutuhkan kesabaran, keberanian, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT.
Sumber: Dahsyatnya Ibadah Para Sahabat Rasulullah SAW. Yanuar Arifin. Noktah: 2020.





