GAZA mengalami peningkatan luas penyakit kulit akibat gelombang panas yang parah, kata direktur Rumah Sakit Al-Shifa Mohammed Abu Salmiya, dikutip dari anadolu pada Senin (22/6/2026).
Abu Salmiya menyoroti bahwa melonjaknya suhu dikombinasikan dengan kekurangan air minum yang parah membuat penduduk dari segala usia menghadapi peningkatan risiko kesehatan di Jalur Gaza, lapor media lokal Palestina.
Dia menekankan bahwa rumah sakit menghadapi kesulitan dalam mengoperasikan peralatan medis penting karena pengiriman bahan bakar terhenti, yang secara langsung mengancam nyawa pasien dan korban luka. Sementara itu, tenaga kesehatan terus bertugas dalam kondisi yang sulit.
Baca juga: Palestina Serukan Langkah Nyata untuk Hentikan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat
Gaza Alami Peningkatan Penyakit Kulit Akibat Gelombang Panas yang Parah
Abu Salmiya menekankan bahwa rumah sakit berada dalam kondisi kritis dan kegagalan mengoperasikan peralatan penyelamat nyawa merupakan bencana, seraya mencatat bahwa tentara Israel terus menargetkan sekolah, rumah sakit, dan tenda-tenda yang menampung para pengungsi.
Dia lebih lanjut menekankan bahwa bencana kemanusiaan di Gaza semakin dalam dari hari ke hari.
Tentara Israel menolak seruan internasional untuk gencatan senjata dan terus melancarkan perang brutal di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan lebih dari 61.700 warga Palestina dan menghancurkan sistem perawatan kesehatannya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut. [Din]





