SUASANA sejuk di kaki Gunung Merbabu, tepatnya di Dusun Nglelo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menjadi latar aktivitas peternakan dan persiapan hewan kurban menjelang Iduladha 2026.
Meski sinar matahari terasa menyengat, udara dingin khas pegunungan di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.800 mdpl tetap menyelimuti wilayah tersebut.
Desa Batur dikenal memiliki potensi peternakan yang kuat, khususnya ternak domba dan sapi, yang menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi serta pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Selain bertani sayur mayur, banyak warga juga menjadikan beternak sebagai pekerjaan tambahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Keharmonisan masyarakat di wilayah tersebut juga menjadi nilai tersendiri. Kerukunan antarumat beragama di Desa Batur dinilai menjadi contoh positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Dompet Dhuafa Jateng Kembangkan Jaringan Peternakan Rakyat Lewat Program Jantara
Dokter Hewan Ungkap Ciri Hewan Kurban Sehat di Kaki Gunung Merbabu
Dalam agenda Press Touring yang digelar pada 11–13 Mei 2026, Dompet Dhuafa bersama para jurnalis berkesempatan melihat langsung proses pemeriksaan kesehatan hewan kurban di kawasan Getasan.
Dokter hewan Puskeswan Getasan, Drh. Harmanto menjelaskan sejumlah ciri hewan kurban yang sehat dan layak disembelih.
“Untuk ciri-ciri sapi atau hewan yang sehat, bisa dilihat dari sorot matanya. Matanya bersih, tidak ada kotoran, dan terlihat bersinar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi mulut hewan juga menjadi indikator penting. Mulut yang lembab menandakan suhu tubuh hewan normal, sedangkan mulut yang kering dapat menjadi tanda demam.
“Kalau mulutnya agak basah atau lembab berarti sehat. Kalau kering biasanya ada demam. Selain itu tidak ada lendir di mulut,” jelas Harmanto.
Menurutnya, hewan sehat juga terlihat aktif dan tidak lemas. Posisi telinga tegak serta responsif menjadi tanda kondisi fisik yang baik.
“Kupingnya tegak, tidak jatuh ke bawah. Gerakannya juga lincah,” katanya.
Selain pemeriksaan fisik luar, kondisi kotoran dan urine juga menjadi perhatian dalam pengecekan kesehatan hewan ternak.
“Kalau kotorannya normal dan buntutnya bersih berarti sehat. Kalau buntutnya kotor biasanya diare. Untuk kencingnya juga warnanya harus normal,” tambahnya.
Sementara itu, Dompet Dhuafa menerapkan prinsip “3 Pasti” dalam program kurbannya, yakni Pasti Jantan, Pasti Lolos Quality Control, dan Pasti Distribusi. Proses quality control mencakup pemeriksaan kesehatan fisik, kecukupan umur, standar berat badan, hingga perawatan higienis oleh peternak binaan.
Seluruh hewan kurban dipastikan berjenis kelamin jantan, tidak cacat, serta lolos seleksi ketat sebelum nantinya didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat. [Din]





