• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 9 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Hikmah Doa Shirathal Mustaqim

09/05/2026
in Quran Hadis
Negeri ‘Surga’ di Timteng itu Bernama Oman

Ilustrasi, foto: ThoughCo

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SHIRATHAL mustaqim atau jalan yang lurus merupakan doa wajib kita. Setidaknya, 17 kali umat Islam wajib membaca doa ini setiap hari: ihdinash-shirathal mustaqim. Tunjuki kami (Ya Allah) jalan yang lurus.

Tujuh Belas Kali Setiap Hari

Disadari atau tidak, umat Islam Allah wajibkan mengucapkan doa ini. Jumlahnya 17 kali. Yaitu, sebanyak rakaat shalat wajib.

Angka 17 memiliki dua hubungan istimewa. Yaitu, jumlah rakaat shalat sehari semalam. Dan angka 17 adalah nomor surah dalam Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Isra. Surah ini mengisyaratkan peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi, yang sangat berhubungan dengan perintah kewajiban shalat.

Sebanyak 17 kali pula, Surah Al-Fatihah wajib dibaca. Salah satu isi dari surah itu adalah doa utama: ihdinas-shirathal mustaqim. Tunjuki kami (Ya Allah) jalan yang lurus.

Dari rangkaian ayat dalam Surah Al-Fatihah, doa ini dibaca setelah kurang lebih 5 kali ungkapan pujian kepada Allah. Mulai dari bismillah hingga iyyaka na’budu…

Angka 5 ini juga mengingatkan kita dengan jumlah waktu shalat yang wajib. Yaitu, Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya.

Hikmah Doa ‘Shirathal Mustaqim’

Doa utama dalam Surah Al-Fatihah ini memberikan hikmah yang luar biasa. Yaitu, permohonan rutin, disadari atau tidak, kepada Allah untuk terus dibimbing dalam jalan yang lurus.

Para ulama menjelaskan makna ihdina. Yaitu, permohonan dianugerahkan dua hal sekaligus: bimbingan ilmu dan amal. Tanpa ilmu, jalan akan menjadi ‘gelap’. Dan, tanpa amal, ilmu akan menjadi sia-sia.

Sementara Shirathal Mustaqim ditafsirkan sebagai agama Islam yang benar. Yaitu, agama yang telah dipeluk oleh para Nabi dan salafus soleh sesudah mereka.

Seolah tidak ada kenikmatan yang begitu besar daripada hidayah Allah ini. Karena tanpa Islam, hidup akan jauh dari Rahmat Allah subhanahu wata’ala.

Bukan Jalan yang Dimurkai dan Sesat

Sesudah mengucapkan doa ini, Allah subhanahu wata’ala juga mengajarkan doa kelanjutannya. Yaitu, perlindungan kepada Allah dari salah jalan. Yaitu, jalan orang yang mendapat murka Allah dan orang yang sesat.

Sebagian mufasir menjelaskan bahwa jalan yang dimurkai adalah jalan yang ditempuh kaum Yahudi. Dan jalan yang sesat adalah jalan yang ditempuh kaum Nasrani.

Rekayasa Buruk terhadap Islam

Musuh-musuh Islam sepertinya tak puas dengan terus-menerus ingin menghancurkan Islam: memerangi Rasulullah dan para sahabat, memerangi umat Islam, memfitnah umat Islam, dan seterusnya.

Mereka tidak puas hanya dengan melakukan itu. Para musuh Islam juga merekayasa agama Islam dalam versi mereka. Yaitu, versi yang menyimpang dari ajaran yang sebenarnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah. Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya.” (QS. Al-An’am: 153)

Upaya buruk ini terutama dilakukan setelah keruntuhan Kekhalifahan Islam terakhir: Turki Usmani pada tahun 1924. Setelah itu, umat Islam seperti hidangan besar yang diacak-acak oleh para musuh Islam.

Musuh-musuh Islam merekayasa Islam versi mereka. Yaitu, versi yang menjadikan umat Islam menyimpang dari jalan yang sebenarnya.

Misalnya, mereka menciptakan Islam versi nasional seperti di masa kekuasaan Kemal Ataturk di Turki. Di masa itu, Islam harus menggunakan bahasa lokal, bukan bahasa Arab. Termasuk azan harus dengan bahasa lokal.

Contoh lain apa yang kini dipublikasikan Barat di wilayah Suriah dan Irak. Mereka membangun ketakutan dunia dengan Islam versi mereka yang disebut dengan ISIS.

Hingga kini, stigma tentang Islam ISIS ini terus menjadi ‘mainan’ musuh-musuh Islam: dilakukan di dalam negeri non muslim maupun di negeri-negeri muslim.

Ciri-ciri Islam versi mereka antara lain tidak adanya tokoh ulama di situ. Versi itu muncul begitu saja dan besar melalui publikasi Barat. Kedua, tidak sesuai dengan akhlak dan hal dasar dari ajaran Islam itu sendiri. Misalnya ISIS yang kasar, jahat, dan menakutkan.

Ketiga, Islam versi mereka cenderung untuk memecah belah umat Islam dari dalam. Seolah-olah versi ini yang paling  benar dan yang lainnya salah dan sesat.

Ya Allah, tunjuki kami jalan yang lurus. Yaitu, jalan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan (bukan pula) jalan mereka yang sesat. [Mh]

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hukum Mengaji Sambil Berolahraga

Next Post

Buzzer Memang Ada dalam Alquran

Next Post
Satu Usapan Jari Kita Ubah Persepsi Dunia

Buzzer Memang Ada dalam Alquran

12 Gaya Komunikasi yang Tidak Disukai Anak

Anak Disuruh Belajar Malah Kabur dari Rumah

Tips Membuat Anak Jadi Penurut

Tips Membuat Anak Jadi Penurut

  • Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Siswa SMA Islam PB Soedirman Bangun Perusahaan Mini di Desa Cibunian, Warga Sambut Antusias Bazar Murah

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8356 shares
    Share 3342 Tweet 2089
  • Kandungan Kosmetik Berbahaya yang Dilarang BPOM

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3768 shares
    Share 1507 Tweet 942
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2237 shares
    Share 895 Tweet 559
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Uang Itu Belakangan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4283 shares
    Share 1713 Tweet 1071
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2113 shares
    Share 845 Tweet 528
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga