• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 26 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Hikmah Doa Shirathal Mustaqim

09/05/2026
in Quran Hadis
Negeri ‘Surga’ di Timteng itu Bernama Oman

Ilustrasi, foto: ThoughCo

75
SHARES
576
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SHIRATHAL mustaqim atau jalan yang lurus merupakan doa wajib kita. Setidaknya, 17 kali umat Islam wajib membaca doa ini setiap hari: ihdinash-shirathal mustaqim. Tunjuki kami (Ya Allah) jalan yang lurus.

Tujuh Belas Kali Setiap Hari

Disadari atau tidak, umat Islam Allah wajibkan mengucapkan doa ini. Jumlahnya 17 kali. Yaitu, sebanyak rakaat shalat wajib.

Angka 17 memiliki dua hubungan istimewa. Yaitu, jumlah rakaat shalat sehari semalam. Dan angka 17 adalah nomor surah dalam Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Isra. Surah ini mengisyaratkan peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi, yang sangat berhubungan dengan perintah kewajiban shalat.

Sebanyak 17 kali pula, Surah Al-Fatihah wajib dibaca. Salah satu isi dari surah itu adalah doa utama: ihdinas-shirathal mustaqim. Tunjuki kami (Ya Allah) jalan yang lurus.

Dari rangkaian ayat dalam Surah Al-Fatihah, doa ini dibaca setelah kurang lebih 5 kali ungkapan pujian kepada Allah. Mulai dari bismillah hingga iyyaka na’budu…

Angka 5 ini juga mengingatkan kita dengan jumlah waktu shalat yang wajib. Yaitu, Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya.

Hikmah Doa ‘Shirathal Mustaqim’

Doa utama dalam Surah Al-Fatihah ini memberikan hikmah yang luar biasa. Yaitu, permohonan rutin, disadari atau tidak, kepada Allah untuk terus dibimbing dalam jalan yang lurus.

Para ulama menjelaskan makna ihdina. Yaitu, permohonan dianugerahkan dua hal sekaligus: bimbingan ilmu dan amal. Tanpa ilmu, jalan akan menjadi ‘gelap’. Dan, tanpa amal, ilmu akan menjadi sia-sia.

Sementara Shirathal Mustaqim ditafsirkan sebagai agama Islam yang benar. Yaitu, agama yang telah dipeluk oleh para Nabi dan salafus soleh sesudah mereka.

Seolah tidak ada kenikmatan yang begitu besar daripada hidayah Allah ini. Karena tanpa Islam, hidup akan jauh dari Rahmat Allah subhanahu wata’ala.

Bukan Jalan yang Dimurkai dan Sesat

Sesudah mengucapkan doa ini, Allah subhanahu wata’ala juga mengajarkan doa kelanjutannya. Yaitu, perlindungan kepada Allah dari salah jalan. Yaitu, jalan orang yang mendapat murka Allah dan orang yang sesat.

Sebagian mufasir menjelaskan bahwa jalan yang dimurkai adalah jalan yang ditempuh kaum Yahudi. Dan jalan yang sesat adalah jalan yang ditempuh kaum Nasrani.

Rekayasa Buruk terhadap Islam

Musuh-musuh Islam sepertinya tak puas dengan terus-menerus ingin menghancurkan Islam: memerangi Rasulullah dan para sahabat, memerangi umat Islam, memfitnah umat Islam, dan seterusnya.

Mereka tidak puas hanya dengan melakukan itu. Para musuh Islam juga merekayasa agama Islam dalam versi mereka. Yaitu, versi yang menyimpang dari ajaran yang sebenarnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah. Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya.” (QS. Al-An’am: 153)

Upaya buruk ini terutama dilakukan setelah keruntuhan Kekhalifahan Islam terakhir: Turki Usmani pada tahun 1924. Setelah itu, umat Islam seperti hidangan besar yang diacak-acak oleh para musuh Islam.

Musuh-musuh Islam merekayasa Islam versi mereka. Yaitu, versi yang menjadikan umat Islam menyimpang dari jalan yang sebenarnya.

Misalnya, mereka menciptakan Islam versi nasional seperti di masa kekuasaan Kemal Ataturk di Turki. Di masa itu, Islam harus menggunakan bahasa lokal, bukan bahasa Arab. Termasuk azan harus dengan bahasa lokal.

Contoh lain apa yang kini dipublikasikan Barat di wilayah Suriah dan Irak. Mereka membangun ketakutan dunia dengan Islam versi mereka yang disebut dengan ISIS.

Hingga kini, stigma tentang Islam ISIS ini terus menjadi ‘mainan’ musuh-musuh Islam: dilakukan di dalam negeri non muslim maupun di negeri-negeri muslim.

Ciri-ciri Islam versi mereka antara lain tidak adanya tokoh ulama di situ. Versi itu muncul begitu saja dan besar melalui publikasi Barat. Kedua, tidak sesuai dengan akhlak dan hal dasar dari ajaran Islam itu sendiri. Misalnya ISIS yang kasar, jahat, dan menakutkan.

Ketiga, Islam versi mereka cenderung untuk memecah belah umat Islam dari dalam. Seolah-olah versi ini yang paling  benar dan yang lainnya salah dan sesat.

Ya Allah, tunjuki kami jalan yang lurus. Yaitu, jalan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan (bukan pula) jalan mereka yang sesat. [Mh]

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kenali Tanda-Tanda Remaja Alami Conduct Disorder

Next Post

Segudang Manfaat dalam Minuman Teh Herbal

Next Post
Segudang manfaat dari teh herbal

Segudang Manfaat dalam Minuman Teh Herbal

Cara Mengatasi Lemak Subkutan yang Sulit Hilang

Cara Mengatasi Lemak Subkutan yang Sulit Hilang

Satu Usapan Jari Kita Ubah Persepsi Dunia

Buzzer Memang Ada dalam Alquran

  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1952 shares
    Share 781 Tweet 488
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9181 shares
    Share 3672 Tweet 2295
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Kisah Hasan bin Tsabit Dibayar Mahal untuk Menjelekkan Rasulullah, Tapi ini yang Terjadi

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1235 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11713 shares
    Share 4685 Tweet 2928
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1363 shares
    Share 545 Tweet 341
  • Tips Sukses Memelihara Ikan Koi bagi Pemula

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    380 shares
    Share 152 Tweet 95
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga