• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Uang Itu Belakangan

08/05/2026
in Nasihat
Rasulullah dan Sahabat pun Harus Kerja Keras

Ilustrasi, foto: freepik.com

72
SHARES
550
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

UANG atau dana kerap menjadi hambatan kegiatan keislaman. Tanpa tersedia uang, sepertinya sulit ada kegiatan.

Sulitnya pendanaan juga dialami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari mana dana ratusan juta untuk biaya perjalanan hijrah Rasulullah dan para sahabat ke Madinah?

Untuk hijrah Rasulullah, Abu Bakar ash-shiddiq radhiyallahu ‘anhu merogoh kocek pribadi hingga ratusan juta jika dirupiahkan. Biaya terbesar untuk membayar pemandu yang profesional.

Begitu tiba di Madinah, Rasulullah dan umat Islam juga membutuhkan masjid besar, rumah tinggal, dan lainnya. Uang dari mana untuk mewujudkan itu?

Karena sulitnya dana, Rasulullah dan keluarga beliau hingga harus numpang di rumah sahabat Anshar bernama Abu Ayub Al-Anshari hingga lebih dari enam bulan.

Awalnya Abu Ayub dan keluarga tinggal di lantai dua, sementara Rasulullah dan keluarga tinggal di lantai dasar. Selang beberapa waktu, Abu Ayyub merasa sungkan. Ia mengatakan ke istrinya, “Bagaimana mungkin wahyu berada di bawah kita?”

Abu Ayyub dan keluarga pun akhirnya tinggal di lantai dasar, sementara Rasulullah dan keluarga berpindah ke lantai dua. Jangan bayangkan di sana ada ruang pendingin, dipan empuk, dan seterusnya.

Masjid yang terbangun pun apa adanya. Hanya pagar keliling dan alas yang lebih rata. Atap ditutupi dengan pelepah kurma kering agar ruangan masjid tidak terlalu panas. Itu pun hanya di bagian shaf depan saja.

Perang pun tak bisa terhindari. Pada tahun kedua hijriyah, terjadi Perang Badar. Dari mana dananya? Padahal, pendanaan perang begitu besar.

Alhamdulillah, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu siap menyumbang semampunya. Kalau dirupiahkan sekitar empat ratus juta. Murni dari dana pribadinya.

Dari waktu ke waktu, umat Islam yang hijrah kian banyak. Sementara, penampungan dan biaya akomodasi ala kadarnya. Mereka ditampung Rasulullah di sebelah masjid Nabawi, disebut dengan Ahlus-Suffah.

Dari mana mereka dapat makan dan minum? Mereka dapat makan dan minum dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kalau Rasulullah dapat banyak hadiah makanan, mereka ikut dapat banyak makanan. Sebaliknya, jika tidak, mereka akan ikut berpuasa seperti Rasulullah dan keluarganya.

Di sisi lain, perang demi perang terus terjadi. Semakin hari, dananya kian besar. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga saja, umat Islam saat itu masih sangat minim. Benar-benar mengandalkan ‘kocek’ individu.

Keadaan baru terasa lebih ‘lega’ ketika umat Islam berhasil menaklukkan perkampungan besar Yahudi di Khaibar, tahun ketujuh hijriyah. Hal ini karena kaum Yahudi menyimpan harta benda mereka untuk kaumnya sendiri.

Setelah urusan Madinah, disusul dengan penaklukan Mekah, Perang Hunain, dan lainnya.

Tidak heran jika para sahabat asli Madinah, Anshar, menjadi begitu ‘sensi’ ketika Rasulullah menyerahkan seluruh ghanimah Hunain kepada mualaf Mekah. Seolah-olah mereka bertanya, “Kok nggak ke mereka? Kan mereka yang lebih membutuhkan!”

Namun semua itu bisa diselesaikan dengan Rasulullah dengan begitu bijaksana. Semua merasa puas dan paham.

Belum satu tahun setelah itu, terjadi Perang Tabuk. Kali ini, lawannya bukan lagi orang Arab atau Yahudi. Melainkan pasukan Romawi yang adikuasa.

Lagi-lagi, dari mana modal untuk perang sebesar itu? Padahal saat itu, masa paceklik sedang datang. Musim kering terjadi lebih lama dari biasanya.

Dalam perang itu, pasukan Islam berjumlah 30 ribu orang. Inilah perang terakhir yang dipimpin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ini pula perang yang jarak lokasinya paling jauh dari perang-perang sebelumnya.

Sebegitu minimnya pendanaan, ada pasukan yang satu kuda untuk tiga orang. Begitu pun dengan yang menaiki unta. Mereka menunggangi kuda dan unta bergantian. Tidak sedikit pula yang seratus persen berjalan kaki. Bukan karena merasa kuat, tapi karena tak ada yang bisa ditunggangi.

Nabi mengajarkan para sahabat untuk bertawakal, gigih, dan bersabar dalam berjuang. Yang penting maju bergerak, urusan dana belakangan.

**

Inilah hikmah dari perjuangan Islam. Urusan uang dan pendanaan mengikuti kebutuhan perjuangan. Sebuah logika yang mungkin untuk kita sulit dicerna.

Tapi, itulah hikmah yang selalu terjadi. Dan di balik semua itu, ada tarbiyah dari Allah untuk umat Islam: tentang tawakal, sabar, dan mujahadah.

Sekiranya dana yang tersedia duluan, hampir bisa dipastikan, tak akan ada perjuangan. Karena semuanya tersibukkan dengan urusan membelanjakan dan menikmati uang. Masih bagus jika tidak saling ‘sikutan’. [Mh]

 

Tags: Uang Itu Belakangan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perkembangan Anak Usia 1 Tahun 6 Bulan

Next Post

Inspirasi Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam

Next Post
Ayahku Harun, Pamanku Musa

Inspirasi Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam

Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

Masa Depan di Tangan Islam

Masa Depan di Tangan Islam

  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    488 shares
    Share 195 Tweet 122
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9465 shares
    Share 3786 Tweet 2366
  • Tips Memilih Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Warna Kulit

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Kota Bogor

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1333 shares
    Share 533 Tweet 333
  • Zero Mistake, Inspirasi Kreatif dari Wishnutama yang jadi Sosok di balik Megahnya Gala Dinner G20 Bali

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11815 shares
    Share 4726 Tweet 2954
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4278 shares
    Share 1711 Tweet 1070
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2444 shares
    Share 978 Tweet 611
  • Syukur Bukan Hanya Sekadar Ucapan tetapi Harus Dibuktikan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga