• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 30 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Membaca Tanda Daycare Bermasalah

30/04/2026
in Berita
Membaca Tanda Daycare Bermasalah

Foto: Himawari Daycare, Taman Asuh Sayang Anak Terbaik di Tangsel (istimewa)

66
SHARES
508
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KASUS dugaan kekerasan di sebuah daycare di Yogyakarta beberapa waktu terakhir menjadi alarm keras bagi para orang tua. Ruang yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak justru berubah menjadi sumber kekhawatiran. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang kepercayaan publik, tetapi juga memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana membaca tanda daycare yang bermasalah dan bagaimana memilih daycare yang benar-benar aman dan bertanggung jawab?

Dalam wawancara chanelmuslim.com yang dilakukan pada 28 April 2026 melalui pesan singkat, Femina Sagita Borualogo, pendiri dan pemilik Himawari Daycare di Kreo, Ciledug, Tangerang Selatan, menyampaikan pandangannya terhadap kasus tersebut sekaligus memberikan gambaran tentang standar pengasuhan yang seharusnya.

Baca juga: Anak Berusia 4 Tahun? Ajari 8 Hal Penting Ini

Membaca Tanda Daycare Bermasalah

Menurut Gita, kasus di Yogyakarta membuka mata banyak pihak terhadap ciri-ciri daycare yang patut diwaspadai. Ia menyebut beberapa indikator penting yang bisa menjadi red flag bagi orang tua.

Daycare yang tidak memiliki izin resmi, membatasi akses orang tua ke dalam fasilitas, hingga praktik penahanan ijazah tenaga pengajar menjadi tanda awal adanya masalah serius. Selain itu, tidak dijalankannya SOP, adanya luka atau lebam pada anak yang tidak dijelaskan secara transparan, serta minimnya interaksi pemilik dengan lingkungan sekitar juga patut dicurigai.

“Kasus ini membuat kita semua belajar untuk lebih kritis,” ujarnya.

Transparansi sebagai Fondasi Kepercayaan

Di tengah meningkatnya kekhawatiran orang tua, Himawari Daycare mencoba menempatkan transparansi sebagai fondasi utama. Gita menegaskan bahwa lembaganya memiliki izin resmi dari pemerintah kota dan berada dalam pengawasan rutin dinas pendidikan, termasuk inspeksi mendadak dari tingkat kecamatan hingga provinsi.

Selain itu, Himawari juga mengantongi predikat Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) Terbaik, serta aktif mengikuti pelatihan dari berbagai kementerian terkait pendidikan dan perlindungan anak.

Yang menarik, akses orang tua menjadi salah satu poin penting. Orang tua diperbolehkan datang kapan saja untuk melihat kondisi anak secara langsung. Hal ini, menurut Gita, menjadi bentuk keterbukaan yang lebih bermakna dibanding sekadar pengawasan jarak jauh.

Kontroversi Akses CCTV

Salah satu isu yang sering menjadi perdebatan adalah akses CCTV bagi orang tua. Di tengah tuntutan transparansi, Himawari Daycare justru tidak memberikan akses tersebut.

Keputusan ini, menurut Gita, bukan tanpa alasan. Ia menyebut pendekatan ini mengacu pada metode daycare di Jepang yang tidak menyediakan akses CCTV bagi orang tua. Kamera tetap digunakan, tetapi hanya untuk pengawasan internal oleh pemilik guna memastikan SOP berjalan.

Ada juga pertimbangan privasi dan kenyamanan, baik bagi anak maupun pengasuh. Guru di Himawari bahkan tidur siang bersama anak untuk menjaga stabilitas fisik dan emosional, sebuah praktik yang dinilai kurang pantas jika terus-menerus dipantau publik.

“Komunikasi langsung tetap menjadi jalur utama. Orang tua bisa bertanya kapan saja kepada kepala sekolah,” jelasnya.

Rasio Guru dan Anak: Kunci Pengasuhan Berkualitas

Salah satu aspek penting yang sering luput dari perhatian orang tua adalah rasio antara guru dan anak. Padahal, faktor ini sangat menentukan kualitas pengasuhan.

Di Himawari Daycare, rasio ini dijaga ketat sesuai usia dan tingkat kemandirian anak. Untuk bayi usia 2–12 bulan, satu guru hanya menangani dua bayi. Sementara untuk usia 1 tahun, satu guru mendampingi tiga anak, dan jumlah ini meningkat bertahap hingga tujuh anak untuk usia lima tahun.

Pendekatan ini bertujuan mencegah kelelahan pada guru sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang cukup.

Antara Rasa Cemas dan Sikap Objektif

Kasus kekerasan di daycare memang meninggalkan trauma kolektif bagi para orang tua. Namun, Gita mengingatkan pentingnya tetap bersikap objektif dalam menilai sebuah lembaga.

“Wajar jika orang tua merasa khawatir. Tapi penting juga untuk melihat secara menyeluruh—izin, sistem, keterbukaan, dan kualitas pengasuhan,” ujarnya.

Peran Orang Tua: Tidak Sekadar Menitipkan

Kasus ini mengingatkan orang tua bahwa memilih daycare bukan sekadar soal fasilitas atau lokasi. Orang tua perlu aktif mencari informasi, melakukan kunjungan langsung, hingga membangun komunikasi dengan pengelola.

Kepercayaan memang penting, tetapi harus dibangun di atas sistem yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan daycare akibat kesibukan orang tua, kualitas pengasuhan tidak boleh menjadi kompromi. Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar kenyamanan, tetapi masa depan dan keselamatan anak.[ind]

Tags: DaycareHimawari DaycareHimawari KreoMembaca Tanda Daycare Bermasalah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perumpamaan Orang yang Cerdas

Next Post

Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Tangerang

Next Post
Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Tangerang

Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Tangerang

Sedekah Itu Membersihkan dan Mensucikan

Sedekah Itu Membersihkan dan Mensucikan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8297 shares
    Share 3319 Tweet 2074
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3731 shares
    Share 1492 Tweet 933
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    787 shares
    Share 315 Tweet 197
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2088 shares
    Share 835 Tweet 522
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4253 shares
    Share 1701 Tweet 1063
  • DMC dan LPM Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3326 shares
    Share 1330 Tweet 832
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4565 shares
    Share 1826 Tweet 1141
  • Pertolongan Allah karena Memberi Makan Kucing

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Festival Syawal LPPOM: Kuatkan Rantai Halal dari Hulu, Mendorong UMKM Naik Kelas

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga