ADA pertanyaan yang mungkin bergelayut di sebagian umat Islam: apakah orang tua dan kakek buyut Nabi menyembah berhala? Dan, apakah mereka menikah secara sah atau berzina?
Pertanyaan ini mungkin terkesan sederhana. Tapi, maknanya bisa sangat mendalam. Jika salah memberikan jawaban, bisa berakibat fatal.
Logikanya sederhana. Bagaimana mungkin sebuah misi ketuhanan bisa lahir dari silsilah yang tidak bertauhid. Apalagi, jika dihubungkan dengan nasab pernikahan. Karena tidak mungkin keturunan yang baik, apalagi silsilah para Nabi, lahir dari perzinahan.
Satu, Hadis Nabi tentang Silsilah Nasab para Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku lahir dari pernikahan dan aku tidak dilahirkan dari luar pernikahan (perzinahan), sejak Nabi Adam hingga aku dilahirkan oleh kedua orang tuaku. Dan aku, tidak menyentuh dari pernikahan orang-orang jahiliyah pada apa pun.” (HR. Thabrani)
Hadis ini menjelaskan bahwa seluruh para Nabi, dari Nabi Adam hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terlahir dari pernikahan yang sah, bukan dari perzinahan atau perkawinan jahiliyah.
Karena itu, silsilah nasab mereka begitu jelas dan teruji secara ilmiah. Misalnya, silsilah nasab ayah dan kakek buyut Nabi tersambung kepada Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim alaihimussalam.
Silsilah nasab ini hanya bisa diakui oleh masyarakat jika melalui proses pernikahan yang sah. Bukan melalui perzinahan atau lainnya.
Para Nabi juga merupakah ‘buah’ dari keberkahan pernikahan. Karena perzinahan tidak akan menghasilkan keberkahan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan kita tentang doa untuk mereka yang menikah. Isinya, mendoakan agar pengantin meraih keberkahan dari Allah: keberkahan dari kenikmatan yang mereka dapatkan, dan keberkahan dari beban dan kewajiban yang mereka tunaikan.
Tauhid Turun-temurun dari Para Nabi
Suatu kali, Nabi Ya’qub bertanya kepada anak-anaknya: apa yang akan kalian sembah setelah aku meninggal?
Anak-anak keturunan Nabi Ya’qub kompak menjawab: kami menyembah Tuhan yang engkau (ayah) sembah (yaitu Allah subhanahu wata’ala). Dan juga Tuhan yang disembah oleh nenek moyang ayah, yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishak, dan Nabi Ya’qub.
Informasi ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 132 hingga 133.
Begitu pun dari anak keturunan Nabi Ismail yang akhirnya melahirkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka semuanya bertauhid dan sama sekali tidak menyembah berhala.
Pertanyaannya, sejak kapan orang Mekah menyembah berhala, atau sejak kapan berhala-berhala ditempatkan di dalam Ka’bah?
Sejarah mencatat bahwa orang Mekah menyembah berhala atau berhala berada di Ka’bah bukan ada secara turun-temurun. Melainkan, baru ada pada abad keempat masehi, atau sekitar dua abad sebelum kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Orang yang pertama kali membawa berhala ke Mekah dan menempatkannya di Ka’bah adalah seorang lelaki yang bukan dari keturunan Nabi Ismail.
Orang ini bernama Amr bin Luhay. Ia berasal dari Bani Khuza’ah. Kenapa bisa ia mempengaruhi penduduk Mekah untuk menyembah berhala?
Amr bin Luhay adalah orang kaya yang ‘bijaksana’, baik, dan dermawan. Suatu kali, ia mengadakan perjalanan dagang ke negeri Syam. Di sana, ia menemukan orang-orang menyembah berhala.
Setelah bertanya dan berinteraksi, ia menyimpulkan bahwa berhala bisa mendatangkan kebaikan. Amr bin Luhay pun meminta satu berhala untuk dibawa ke Mekah. Maka orang-orang di sana memberikannya berhala yang bernama Hubal.
Karena sosoknya yang begitu berpengaruh dan lemahnya iman mayoritas penduduk Mekah, maka gagasan berhala di Ka’bah diterima masyarakat saat itu.
Keberadaan berhala pun akhirnya berkembang menjadi banyak. Di saat Fathul Mekah, Nabi dan para sahabat menghancurkan sebanyak 360 berhala di dalam dan sekitaran Ka’bah.
Meskipun begitu, orang tua dan kakek buyut Nabi tetap dalam Tauhid, ajaran yang diwariskan secara apik turun-temurun sejak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimussalam.
Begitu pun dengan ayah dan ibu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Keduanya tercatat dalam sejarah sebagai sosok yang memahami Tauhid dan tidak menyembah berhala. [Mh]





