TEKNOLOGI medis terus berkembang pesat untuk menghadirkan pengobatan yang lebih presisi, salah satunya melalui pemetaan genetik atau sekuensing genomik.
Metode canggih ini kerap disalahartikan oleh masyarakat awam sebagai skrining genetik biasa, padahal kemampuannya jauh melampaui tes DNA komersial pada umumnya.
“DNA itu seperti buku yang tebal banget, yang itu diturunkan dari orang tua ke anak,” tuturnya.
Pemeriksaan genetik konvensional umumnya hanya mengambil sampel kecil dari keseluruhan informasi biologis tubuh manusia.
Sebaliknya, sekuensing genomik generasi terbaru mampu membedah pangkalan data genetika manusia secara utuh, alias membedah seluruh isi buku, untuk menemukan potensi penyakit bawaan yang tersembunyi.
Baca juga: Kemenkes Ubah Sistem Rujukan BPJS jadi Berbasis Kompetensi
Sekuensing Genomik jadi Teknologi Pengobatan yang Lebih Presisi
Banyak masyarakat yang sudah mengenal tes genetika komersial seperti nutrigenomik untuk mengetahui karakteristik dasar tubuh.
Namun, pengujian tersebut umumnya menggunakan teknologi array yang hanya memindai sebagian kecil dari informasi genetika.
Alat sekuensing genomik modern bekerja dari sudut pandang yang jauh lebih luas. Teknologi ini membaca data genetik secara penuh dari atas ke bawah, sehingga hampir seluruh isi blue print DNA manusia yang berjumlah miliaran urutan tersebut dapat terbaca.
Manfaat sekuensing genom:
Farmakogenomik dan kecocokan obat
Manfaat penting lainnya adalah farmakogenomik, yakni ilmu yang mempelajari kecocokan obat berdasarkan mutasi genetik seseorang.
Karakteristik tubuh setiap individu berbeda-beda dalam mengaktifkan enzim pengurai obat di dalam sistem metabolismenya.
Clopidogrel sebagai contoh. Adapun Clopidogrel adalah obat yang paling umum diberikan kepada pasien yang mengalami serangan jantung.
Namun, obat ini masuk ke dalam tubuh dalam bentuk inaktif dan sangat memerlukan enzim khusus agar bisa bekerja dengan baik.
Berbekal data sekuensing, dokter bisa mengetahui profil metabolisme pasien. Jika pasien tersebut tidak memiliki enzim yang cukup kuat, dokter akan menghindari efek samping fatal dengan langsung meresepkan pilihan obat lain yang sudah dalam wujud aktif.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Deteksi kanker dan kelainan janin
Pembacaan DNA yang komprehensif membawa manfaat luar biasa bagi dunia klinis, terutama dalam menangani penyakit kritis seperti kanker.
Dengan membandingkan jaringan sel kanker dan jaringan normal, tenaga medis dapat memantau kondisi sisa penyakit secara mikroskopis atau yang dikenal sebagai minimum residual disease (MRD).
Selain kanker, terobosan ini juga diaplikasikan untuk tes kehamilan Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT).
Cukup dengan mengambil darah ibu pada usia kehamilan 10 minggu, DNA janin dapat dianalisis untuk melihat risiko Down Syndrome, atau sindrom Patau, tanpa harus melakukan prosedur yang membahayakan keselamatan kandungan.
Merancang vaksin mutakhir
Selain menjawab berbagai hal yang berkaitan dengan penyakit langka pada manusia, DNA sangat dibutuhkan dalam merancang vaksin mutakhir. Peneliti harus mengetahui susunan genetik virus terlebih dahulu sebelum membuat vaksin berteknologi mRNA. [Din]





