PERESMIAN Paragon Empties Station (PES) di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan, hasil kolaborasi ParagonCorp, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, dan Transjakarta.
Kepala Biro Kerja Sama Daerah Pemprov DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi solusi awal dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Ini solusi bagi kami, bahwa yang namanya sampah itu sebenarnya bukan sekadar sampah, tetapi memiliki manfaat lain. Kami berharap gerakan seperti ini bisa menjadi pemicu bagi industri lain untuk melakukan hal serupa,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan ini diharapkan tidak hanya terbatas di lingkungan Transjakarta, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai ruang publik lainnya di Jakarta. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan, terutama terkait kebiasaan menggunakan dan membuang produk.
“Harapannya, sedikit demi sedikit ini menjadi gerakan bersama. Sehingga apa yang kita lakukan bisa berjalan lebih cepat dan Jakarta dapat identik sebagai kota global yang bersih,” tambahnya.
Paragon Empties Station Resmi Hadir di Halte CSW, Dorong Perubahan Pola Pikir Pengelolaan Sampah di Jakarta
Peresmian PES di Halte CSW ini juga menandai dimulainya kerja sama strategis antara ParagonCorp dan DLH DKI Jakarta dalam pengembangan program edukasi serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Paragon Empties Station sendiri merupakan smart drop box berbasis teknologi yang mampu menerima berbagai jenis kemasan kosong produk kecantikan dari berbagai brand, baik berbahan plastik, kertas, kaca, maupun material campuran. Lebih dari sekadar tempat pengumpulan, PES dirancang sebagai sarana edukasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga membangun kebiasaan baru di masyarakat.
“Melalui Paragon Empties Station, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa setiap kemasan kosong memiliki potensi untuk dikelola kembali secara bertanggung jawab. Ini tentang membangun kesadaran bersama bahwa keberlanjutan adalah perjalanan yang harus ditempuh bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menilai bahwa meningkatnya konsumsi produk perawatan diri harus diimbangi dengan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
“Kami berharap inisiatif seperti PES dapat diikuti oleh pelaku industri lain, sehingga semakin banyak sistem pengumpulan kembali kemasan yang dikelola secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Transjakarta yang menyediakan ruang strategis di halte sebagai bagian dari integrasi edukasi lingkungan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Saat ini, PES di Halte CSW menjadi bagian dari 10 titik awal yang telah dihadirkan ParagonCorp di berbagai lokasi strategis, mulai dari area retail, tempat ibadah, hingga perkantoran. Ke depan, inisiatif ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan di Jakarta.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta perubahan nyata dalam perilaku masyarakat, bahwa sampah bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pengelolaan yang lebih bijak dan bernilai guna. [Din]





