WIBAWA Perserikatan Bangsa-bangsa kembali disorot. Setelah tiga pasukannya tewas dan sejumlah lainnya luka-luka karena serangan Israel, PBB kini bisa apa?
UNIFIl atau United Nations Interim Force in Lebanon merupakan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Pasukan ini dibentuk pada Maret 1978, guna memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
Di antara anggota pasukan itu, ada kontingen Garuda dari Indonesia: TNI. Mereka ditugaskan secara rutin untuk melindungi warga sipil di kawasan itu.
Dari data yang ada, jumlah pasukan TNI merupakan yang terbesar, lebih dari 700-an pasukan. Tak jauh beda dari jumlah itu, ada pasukan Italia yang sama-sama bertugas di Lebanon itu.
Jumlah itu juga merupakan kombinasi antara pasukan pria dan wanita. Meskipun jumlah pasukan wanitanya jauh lebih sedikit.
PBB Bisa Apa?
Tugas mulia itu diemban oleh pasukan TNI karena amanah Undang-undang Dasar untuk ikut menjaga perdamaian dunia.
Namun, yang krusial adalah di lembaga PBB-nya. Hal ini karena dewan keamanan PBB nyaris didominasi oleh Amerika. Nah, ketika yang menjadi sumber masalah adalah ‘bos’nya, tentu hal ini tidak semudah yang dibayangkan.
Bahkan dalam kasus ‘penjahat perang’ yang divonis pengadilan HAM PBB terhadap pemimpin Israel, Netanyahu, penegakan hukum itu pun terasa sangat tumpul. Israel seperti kebal hukum.
Israel Bisa Apa Saja
Gugurnya tiga pasukan TNI dalam tugas menjaga perdamaian PBB memang aib yang luar biasa yang dilakukan oleh Israel. Hingga kini, Israel tidak mengakui pihaknya sebagai pelaku.
Kasus pelanggaran HAM dan kejahatan perang ini memang bukan hal pertama dilakukan Israel. Sebelumnya, mereka melakukan genosida terhadap rakyat Gaza, Palestina. Hingga kini, hal itu masih dilakukan Israel tanpa satu pun pihak yang mencegahnya.
Belum lama ini, kantor berita Al-Arabiy di Teheran juga dirudal Israel. Sejumlah wartawan yang bertugas dikabarkan luka-luka. Begitu pun yang belum lama ini dialami tiga wartawan di yang bertugas di Lebanon yang juga tewas dalam serangan oleh Israel.
Dunia Hanya Bisa Mengecam
Inilah yang miris di balik lembaga PBB. Sebegitu banyak negara kuat di PBB, tak satu pun yang mampu menyeret Israel ke meja hukum. Mereka hanya mampu mengecam.
Publik pun kini bertanya-tanya: kalau keadilan hukum tak bisa ditegakkan, lalu buat apa ada lembaga PBB? Atau, dunia saat ini memang sedang dikuasai rezim Israel. [Mh]





