KABAR tewasnya Sertu Muhammad Nur Ichwan menjadi duka tersendiri untuk keluarga di Magelang. Meskipun, istri almarhum tidak punya firasat apa-apa tentang musibah itu.
Kabar duka dialami tiga anggota TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Ketiganya gugur dalam tugas menjaga perdamaian. Di antara mereka adalah Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Istri Sertu Muhammad Nur Ichwan, Hanadita Anjani (26) menceritakan tentang keadaan suaminya kepada sejumlah media. Ia mengaku tidak punya firasat tentang kabar duka itu, sebelumnya.
Sejak Senin lalu (30/3), kabar itu sudah diterima oleh Hanadita. Tapi, masih simpang siur. Baru pada Selasa pagi, atau keesokan harinya, kabar itu sudah dikonfirmasi. Tentu saja, hal itu menjadi duka tersendiri untuk keluarga di Magelang.
Hanadita menceritakan, suaminya menjalankan tugas ke Lebanon sejak Lebaran tahun lalu. Tepatnya pada bulan April 2025. Dijadwalkan, pada April tahun ini tugas itu sudah selesai. Tapi diperpanjang satu bulan, direncanakan suaminya akan kembali pada bulan Mei ini.
Memang, ada momen istimewa pada Bulan Agustus tahun lalu. Yaitu, kelahiran anak pertama mereka. Di momen bahagia itu, Sertu Nur Ichwan diizinkan pulang untuk menyaksikan kelahiran putra pertama mereka.
“Selama tiga minggu suami saya tinggal,” ungkap Hanadita.
Hanadita juga menceritakan pesan terakhir yang ia dapatkan dari suaminya. Suaminya mengabarkan kalau akan melakukan patroli untuk mengevakuasi rekan TNI yang gugur pada hari Ahad, yaitu Praka Fariza Romadhon.
Dan itulah pesan dan komunikasi terakhir Hanadita dengan almarhum suaminya. [Mh]
sumber: jpnn.com





