SELAMA bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, dan tradisi berbuka puasa dengan kurma telah menjadi kebiasaan yang luas dikenal.
Praktik ini sebenarnya memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, beliau bersabda: “Berbukalah dengan kurma; jika tidak tersedia, berbukalah dengan air karena air bersifat membersihkan.” Hadits lain menyebutkan bahwa kurma dari Al-`Aliyah, distrik di Madinah, memiliki khasiat yang mujarab (HR. Muslim dan Ahmad).
Dilansir dari aboutislam, pohon kurma, atau Phoenix dactylifera L., dikenal sebagai salah satu pohon buah tertua dan dijuluki “pohon kehidupan.”
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Asal usulnya masih menjadi perdebatan: beberapa sumber menyebut Babel, Irak, sementara yang lain menunjuk ke Dareen atau Hoff di Arab Saudi, atau pulau Harqan di Teluk Arab, Bahrain.
Kurma merupakan tanaman tahunan dengan pertumbuhan lambat, terdiri dari pohon jantan dan betina.
Pohon betina biasanya mulai berbuah rata-rata lima tahun setelah ditanam, dan usia pohon kurma dapat mencapai sekitar 150 tahun.
Dari sisi gizi, kurma mengandung gula alami berupa glukosa dan fruktosa yang tinggi, hingga 70% dari berat buah.
Mengapa Kurma Dianjurkan untuk Berbuka Puasa
Baca juga: Tips Makan Kurma Agar Terserap Baik Oleh Tubuh
Kurma juga kaya zat besi, kalium (150 mg per 100 g), magnesium, sulfur, tembaga, kalsium, fosfor, serta berbagai vitamin seperti tiamin, riboflavin, biotin, asam folat, dan vitamin C.
Kandungan airnya sekitar 13,8% dan protein 3%, sementara satu kilogram kurma dapat menyediakan sekitar 3.470 kalori, memberikan energi yang cukup untuk memulihkan stamina saat berbuka puasa.
Selain menjadi sumber nutrisi penting bagi manusia, kurma juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan diolah menjadi berbagai produk turunan seperti sirup, selai, es krim, makanan bayi, minuman non-alkohol, dan minuman ringan.
Hal ini membuka peluang bagi pengembangan industri kecil dan menengah, baik di perkotaan maupun pedesaan, sekaligus memperlihatkan nilai sosial, ekonomi, dan ekologi yang berkelanjutan dari pohon kurma.[Sdz]





