SELAIN pneumonia atau infeksi paru, campak juga dapat menyebabkan diare berat yang memicu dehidrasi hingga berujung fatal.
Pada beberapa kasus, infeksi ini juga dapat menyerang berbagai organ lain sehingga memperburuk kondisi pasien, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh lemah.
Hal ini membuat campak tidak bisa dianggap sebagai penyakit ringan karena komplikasinya dapat berkembang cepat dan berbahaya.
Tak hanya menyerang organ, campak juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh melalui kondisi yang dikenal sebagai immune amnesia.
Kondisi ini menyebabkan tubuh melupakan sebagian memori terhadap penyakit yang sebelumnya pernah dilawan.
Baca juga: Gejala Hipoglikemia saat Anak Baru Belajar Berpuasa
Campak dapat Sebabkan Diare Berat yang Memicu Dehidrasi hingga Berujung Fatal
Akibatnya, anak menjadi lebih rentan terkena berbagai infeksi lain setelah sembuh dari campak. Pemulihan sistem imun ini tidak terjadi secara instan.
Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sehingga risiko terkena penyakit lain tetap tinggi.
Bahaya campak juga dapat mencapai tahap yang lebih serius ketika virus menyerang otak. Pada fase awal, infeksi dapat menyebabkan peradangan otak atau encephalitis yang muncul dalam minggu pertama setelah infeksi, dengan risiko kematian yang tinggi.
Selain itu, komplikasi juga dapat muncul dalam beberapa bulan setelah infeksi, terutama pada anak dengan sistem imun lemah.
Kondisi ini dikenal sebagai Measles Inclusion Body Encephalitis (MIBE) dan memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.
Yang lebih mengkhawatirkan, campak juga dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang berupa Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kondisi ini dapat muncul bertahun-tahun setelah infeksi, bahkan hingga puluhan tahun kemudian. Gejala awal SSPE biasanya ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif, seperti prestasi belajar yang menurun, diikuti gangguan gerakan hingga kejang.
SSPE bersifat progresif dan hampir selalu berujung pada kematian dalam waktu satu hingga tiga tahun setelah gejala muncul.
Risiko komplikasi berat akibat campak lebih tinggi pada anak dengan kondisi tertentu, seperti gizi buruk, belum mendapatkan imunisasi, atau memiliki penyakit penyerta. Pada kelompok ini, sistem kekebalan tubuh cenderung lebih lemah sehingga lebih sulit melawan infeksi.
Melihat berbagai risiko tersebut, campak tidak dapat dianggap sebagai penyakit ringan. Pencegahan melalui imunisasi lengkap dan pemenuhan gizi menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari risiko komplikasi yang dapat mengancam jiwa. [Din]





