KHADIJATEE Special Events menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1447 H pada Ahad (15/2/2026) di Ballroom lantai 4 Pesona Square Mall, Kota Depok.
Sebanyak 460 tiket dilaporkan terjual habis untuk acara yang menghadirkan dua narasumber, yakni Ustaz Abu Bassam Oemar Mita dan Ustaz dr. Zaidul Akbar.
Dalam pemaparannya, Ustaz Abu Bassam Oemar Mita menekankan kemuliaan bulan Ramadan sebagai waktu yang memiliki nilai istimewa dalam Islam.
Ia mengibaratkan pembicaraan tentang Ramadan seperti membicarakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di antara para nabi lainnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menurutnya, Ramadan adalah momentum waktu yang luar biasa dan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas ibadah seorang Muslim.
Ia menjelaskan bahwa Ramadan dapat dianalogikan seperti Nabi Yusuf di antara sebelas saudaranya, yang menunjukkan posisi istimewa di antara waktu-waktu lainnya.
Karena itu, kemuliaan Ramadan dinilai membutuhkan penguatan amalan hati. Tanpa kesiapan spiritual, menurutnya, keutamaan bulan tersebut tidak akan memberikan dampak optimal.
KHADIJATEE Special Events: 460 Tiket Tarhib Ramadan 1447 H Sold Out di Depok
Ustaz Oemar Mita juga memaparkan konsep “prime time” dalam kalender Islam.
Ia menyebut tiga periode utama, yakni sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah yang berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihi Salam, sepuluh hari pertama bulan Muharram yang dikaitkan dengan peristiwa Nabi Musa ‘Alaihi Salam, serta sepuluh hari terakhir Ramadan yang identik dengan perjalanan spiritual Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Baca juga: Makna Takwa dan Keutamaan Ramadan Disampaikan dalam Makna Series 5.0
Dari ketiganya, ia menilai sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai periode paling utama karena terdapat sejumlah keistimewaan, seperti dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.
Selain itu, ia menguraikan empat tipe sikap umat dalam menyambut Ramadan, mulai dari yang kurang antusias hingga mereka yang menjaga konsistensi ibadah sepanjang bulan, terutama pada sepuluh malam terakhir.[Sdz]





