• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Hadits Palsu tentang Anjuran Maaf-Maafan Sebelum Ramadan

09/02/2026
in Khazanah, Unggulan
Hadits Palsu tentang Anjuran Maaf-Maafan Sebelum Ramadan

Foto: Pinterest

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENJELANG datangnya bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan emosional. Salah satu bentuk persiapan yang sering ditekankan adalah membersihkan hati dari rasa dendam, marah, dan permusuhan antar sesama.

Dalam ajaran Islam, sikap saling memaafkan memiliki kedudukan penting karena berkaitan langsung dengan kualitas ibadah dan hubungan sosial.

Ketika Rasulullah sedang berkhotbah pada suatu Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasulullah mengatakan amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan amin.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasulullah berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai sholat Jum’at para sahabat bertanya kepada Rasulullah, kemudian menjelaskan: “Ketika aku sedang berkhotbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasulullah
amin-kan doaku ini”, jawab Rasulullah.

Do’a Malaikat Jibril adalah sebagai berikut: Yaa Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
– Tidak memohon ma’af terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
– Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri;
– Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullahpun amin sebanyak 3 kali.
(Hadis shahih diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al Baihaqi dari sahabat Abu Hurairah RA)

Ini adalah hasits palsu, dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab di masa medsos. Mengatasnamakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para ahli hadits.

Tidak jelas sumbernya, tidak ada di berbagai kitab primer hadits baik kitab Jami’, Shahih, Sunan, Musnad, dan Mu’jam.

Yang shahih adalah sebagai berikut.

Hadits Palsu tentang Anjuran Maaf-Maafan Sebelum Ramadan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan:

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له  يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam naik mimbar lalu beliau mengucapkan, ‘Amin … amin … amin.’ Para sahabat bertanya, ‘Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?’ Kemudian, beliau bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku,

📌 ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’

📌 Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’

📌 Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.””

Hadits ini diriwayatkan oleh:

– Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, No. 646
– Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 1888
– Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 8116
– Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8767

Baca juga: Alasan Ramadan sangat Penting bagi Umat Islam

Statusnya:

– Shahih, menurut Imam Ibnu Khuzaimah
– Jayyid (bagus), menurut Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami dalam tahqiqnya terhadap Sunan Ibni Khuzaimah
– Hasan shahih, menurut Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad No. 646

Inilah yang shahih.

Namun demikian, meminta maaf adalah perbuatan baik yang mutlak dan boleh dilakukan kapan pun. Baik bulan lalu, saat ini, atau besok, baik sebelum Ramadan, saat Ramadan, atau setelah Ramadan.

Dengan maraknya penyebaran hadits tentang anjuran maaf-maafan menjelang Ramadan, umat Islam perlu bersikap lebih kritis dan berhati-hati dalam menerima serta membagikan informasi keagamaan.

Memahami perbedaan antara hadits sahih dan hadits palsu menjadi penting agar ajaran Islam dipraktikkan berdasarkan sumber yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sikap saling memaafkan tetap merupakan nilai mulia dalam Islam, namun landasannya hendaknya merujuk pada dalil yang sahih agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami ajaran agama.[Sdz]

Tags: Hadits Palsu tentang Anjuran Maaf-Maafan Sebelum Ramadan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kenali Ruam Karena Kecemasan dan Gejalanya

Next Post

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Next Post
Jika Tiba Waktunya Sendiri

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Salimah Bogor Resmikan Empat Pimpinan Cabang Baru Sekaligus

Salimah Bogor Resmikan Empat Pimpinan Cabang Baru Sekaligus

Empat Kebiasaan yang Membantu Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat

Empat Kebiasaan yang Membantu Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3478 shares
    Share 1391 Tweet 870
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7947 shares
    Share 3179 Tweet 1987
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4442 shares
    Share 1777 Tweet 1111
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2899 shares
    Share 1160 Tweet 725
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    604 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4128 shares
    Share 1651 Tweet 1032
  • Hikmah Awet Muda ala Ashabul Kahfi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Asosiasi Tuli Muslim Indonesia Ajak Direktur Majelis Hukama Muslimin Jadi Pembina

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Hadis ke-38 Arbain An Nawawi tentang Wali Allah

    833 shares
    Share 333 Tweet 208
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga