SAHABAT Muslim, untuk mencapai hubungan yang bermanfaat dengan Al-Qur’an, perlu membacanya tanpa tujuan lain selain untuk menerima petunjuk dari Allah, untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan untuk mencari keridhaan-Nya.
Apa yang didapatkan dari Al-Qur’an bergantung pada tujuan membacanya.
Niat (maksud dan tujuan) sangat penting. Tentu Al-Qur’an datang untuk membimbing kita, tetapi juga dapat tersesat jika membacanya dengan tujuan yang tidak murni dan motif yang salah.
Dengan demikian Dia menyebabkan banyak orang tersesat, dan dengan demikian Dia memberi petunjuk kepada banyak orang; tetapi dengan demikian Dia tidak menyebabkan seorang pun tersesat kecuali orang-orang yang zalim. (Al-Baqarah 2:26).
Al-Qur’an adalah firman Allah, oleh karena itu membacanya membutuhkan niat yang eksklusif dan tujuan yang murni sebagaimana halnya beribadah dan melayani-Nya.
Jadi, ketika membaca Al-Qur’an, Anda harus menghindari hal-hal berikut:
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
1. Membaca untuk Kesenangan Intelektual
Jangan membacanya hanya untuk mengejar pengetahuan dan kesenangan intelektual, meskipun Anda harus mengerahkan akal budi sepenuhnya untuk memahami Al-Qur’an.
Begitu banyak orang menghabiskan seumur hidup mereka mempelajari bahasa, gaya, sejarah, geografi, hukum, dan etika Al-Qur’an, namun hidup mereka tetap tidak tersentuh oleh pesannya.
Al-Qur’an sering kali merujuk kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan tetapi tidak mengambil manfaat darinya.
2. Berupaya Mendukung Argumen
Jangan pula datang ke Al-Qur’an dengan niat tetap untuk mencari dukungan bagi pandangan, gagasan, dan doktrinmu sendiri.
Sebab jika kamu melakukannya, maka kamu mungkin akan mendengar gema suaramu sendiri di dalamnya, dan bukan suara Allah.
Pendekatan seperti inilah yang dikecam oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam memahami dan menafsirkan Al-Qur’an:
“Barangsiapa menafsirkan Al-Qur’an menurut pendapat pribadinya, maka ia akan mendapat tempat di dalam api neraka.” (At-Tirmidzi).
Hindari 3 Niat Ini Saat Membaca Al-Qur’an
3. Mengejar Keuntungan Duniawi
Tidak ada yang lebih disayangkan daripada menggunakan Al-Qur’an untuk mendapatkan hal-hal duniawi seperti nama baik, kehormatan, status, ketenaran, atau uang.
Anda mungkin mendapatkannya, tetapi Anda pasti akan menukar harta yang tak ternilai harganya dengan sesuatu yang sia-sia, bahkan mendatangkan kerugian dan kehancuran abadi.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa orang yang mempelajari, membaca, dan mengajarkan Al-Qur’an untuk mendapatkan pujian duniawi akan dilemparkan ke dalam api neraka (Muslim).
Anda juga dapat memperoleh manfaat lain yang lebih kecil dari firman Al-Qur’an, seperti penyembuhan penyakit fisik, kedamaian batin, dan pembebasan dari kemiskinan.
Baca juga: 14 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran
Tidak ada halangan untuk memperoleh manfaat-manfaat ini, tetapi sekali lagi, hal-hal tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya tujuan yang Anda cari dari Al-Qur’an atau tujuan dari niat Anda.
Karena dalam mencapai hal-hal tersebut, Anda mungkin kehilangan lautan yang seharusnya bisa Anda miliki.
Jadi, selalu tanyakan pada diri sendiri; Mengapa saya membaca Al-Qur’an? Teruslah katakan pada diri sendiri mengapa saya harus melakukannya.
Ini mungkin cara terbaik untuk memastikan kemurnian dan kekhususan tujuan dan niat.[Sdz]





