KEPOLISIAN Resor (Polres) Gayo Lues, Provinsi Aceh, membangun empat jembatan gantung untuk memudahkan akses masyarakat di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
“Pembangunan jembatan gantung tersebut sebagai bentuk komitmen Polri dalam membantu percepatan pemulihan akses dan aktivitas warga yang selama ini terhambat akibat rusaknya jembatan penghubung desa,” kata Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, dikutip dari berbagai sumber.
Empat jembatan gantung tersebut dibangun di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, di antaranya di Desa Pungke Jaya, Desa Jeret Onom, Desa Gumpang Lempuh, dan Desa Ramung Toa.
Baca juga: Kemhan bersama Unhan Pasang 60 Unit Instalasi Penjernih Air Siap Minum di Aceh Tamiang
Mudahkan Akses Warga, Polres Gayo Lues Aceh Bangun Empat Jembatan Gantung
Perwira menengah kepolisian itu mengatakan pembangunan jembatan gantung merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas sosial serta aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat pascabencana.
“Jembatan gantung yang dibangun ini merupakan penghubung masyarakat dari perkampungan menuju kebun dan pasar. Dengan adanya jembatan gantung tersebut, masyarakat terbantu saat membawa hasil pertanian dan perkebunan,” kata Hyrowo.
Kapolres menyebutkan pembangunan jembatan gantung di Desa Pungke Jaya melibatkan puluhan personel Polres Gayo Lues serta dibantu masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan gantung mengganti jembatan sebelumnya yang rusak parah akibat banjir bandang.
Begitu juga pembangunan jembatan di Desa Jeret Onom, dikerjakan personel Polres Gayo Lues dan masyarakat. Sedangkan di Desa Gumpang Lempuh, pembangunan jembatan gantung melibatkan personel gabungan Polres Gayo Lues dan BKO Brimob Polda Sumatera Selatan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
“Sedangkan jembatan gantung di Desa Ramung Toa, juga dibangun dalam waktu dekat ini. Pembangunan jembatan gantung sebagai upaya berkelanjutan hingga kondisi wilayah benar-benar pulih,” kata Hyrowo.
Ali Hanafiah (43), warga Desa Jeret Onom, mengatakan masyarakat terbantu dengan pembangunan jembatan tersebut. Kehadiran jembatan itu akan membuka akses wilayah terdampak bencana dan membangkitkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat.
“Kami kesulitan membawa hasil kebun ketika jembatan rusak akibat bencana. Dengan adanya jembatan gantung ini, masyarakat bisa kembali berkebun dan membawa hasil bumi ke pasar, sehingga aktivitas masyarakat pascabencana dapat kembali pulih,” kata Ali Hanafiah. [Din]





