AMANKAH facial wajah dilakukan saat sedang hamil? Kekhawatiran ini wajar, mengingat tidak semua tindakan perawatan kecantikan aman untuk ibu hamil.
Tidak sedikit ibu hamil yang mengeluhkan kulitnya menjadi lebih kusam, mudah berjerawat, atau terasa lebih sensitif dibandingkan sebelumnya.
Situasi ini kerap membuat sebagian ibu hamil tetap ingin melakukan perawatan wajah, seperti facial, demi menjaga kesehatan dan kebersihan kulit.
Facial pada dasarnya tidak berbahaya bagi ibu hamil, asalkan dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal penting, terutama terkait bahan produk dan tahapan perawatan yang diberikan.
Baca juga: Perbedaan antara Facial Foam dan Facial Wash
Facial Wajah saat Hamil Apakah Diperbolehkan? Simak Jawabannya Berikut
Facial bukanlah tindakan yang sepenuhnya terlarang bagi ibu hamil, tetapi perlu dilakukan secara selektif dan penuh kehati-hatian.
Kunci utama keamanan wajah saat hamil terletak pada pemilihan produk dan tahapan perawatan. Produk yang digunakan harus dipastikan aman untuk ibu hamil dan tidak mengandung bahan yang berisiko terhadap janin.
Selain itu, tidak semua prosedur facial yang biasa dilakukan pada kondisi normal bisa diterapkan pada ibu hamil. Kehamilan membuat tubuh lebih sensitif, termasuk terhadap rangsangan fisik seperti tekanan dan panas.
Oleh karena itu, beberapa metode perawatan yang melibatkan energi panas atau tekanan berlebih perlu dihindari.
Hal ini menjadi penting karena tujuan facial pada ibu hamil seharusnya lebih menekankan pada kebersihan dan kesehatan kulit, bukan semata-mata hasil instan atau perubahan drastis pada tampilan wajah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ada beberapa langkah dalam facial yang biasanya tidak disarankan untuk ibu hamil. Frekuensi radio merupakan teknologi perawatan yang memanfaatkan panas untuk merangsang kolagen dan mengencangkan kulit.
Pada ibu hamil, prosedur ini dianggap berisiko karena melibatkan energi panas yang berpotensi mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Selain radio frequency, pijat wajah dengan tekanan yang terlalu kuat juga sebaiknya dihindari. Bukan hanya soal teknik perawatannya, tetapi juga respons tubuh ibu hamil yang bisa lebih sensitif terhadap rangsangan mendadak.
Rasa kaget, tidak nyaman, atau nyeri dapat memicu reaksi tubuh yang tidak diinginkan, termasuk kontraksi. [Din]





