SEDIAKAN nutrisi yang dibutuhkan para penyandang kanker selama kemoterapi. Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker yang sering digunakan untuk menghancurkan sel kanker dalam tubuh.
Namun, efek samping dari terapi ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, serta gangguan pencernaan.
Oleh karena itu, menyediakan nutrisi yang tepat sangat penting untuk membantu tubuh tetap kuat, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan.
Baca juga: Jintan Hitam Kaya Akan Protein, Karbohidrat dan Kandungan Lainnya
Nutrisi yang Dibutuhkan pada Penyandang Kanker Selama Kemoterapi
Berikut macam nutrisi yang dibutuhkan oleh penyandang kanker:
Lemak sehat
Lemak sehat sangat berperan penting untuk kesehatan. Tubuh memecah lemak dan menggunakannya untuk menyimpan energi, melindungi jaringan tubuh, dan mengangkut beberapa jenis vitamin melalui darah.
Saat menjalani kemoterapi, penderita kanker membutuhkan lebih banyak lemak sehat untuk membantu mempertahankan energi.
Lemak sehat yang direkomendasikan untuk penyandang kanker adalah lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.
Sumber lemak tak jenuh tunggal, meliputi minyak zaitun, kanola, dan kacang tanah. Sedangkan, lemak tak jenuh ganda meliputi minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak biji rami, dan makanan laut.
Protein
Tubuh membutuhkan protein untuk pertumbuhan, memperbaiki jaringan tubuh, dan menjaga kesehatan sistem imun.
Jika tubuh tidak mendapatkan cukup protein, otot akan rusak untuk mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan.
Itu akan membuat penyandang kanker lebih sulit pulih dari penyakit dan dapat menurunkan daya tahan terhadap infeksi.
Setelah menjalani kemoterapi, protein tambahan biasanya dibutuhkan untuk menyembuhkan jaringan dan membantu melawan infeksi.
Makanan sumber protein, meliputi ikan, unggas, daging merah tanpa lemak, telur, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, serta biji-bijian.
Vitamin dan mineral
Tubuh membutuhkan vitamin dan mineral untuk membantunya berfungsi dengan baik dan menggunakan energi (kalori) dalam makanan.
Menjalankan pola makan yang bergizi seimgang adalah cara terbaik untuk memastikan seseorang memiliki asupan vitamin dan mineral yang optimal.
Namun, beberapa penderita kanker mungkin perlu mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral tertentu juga. Tergantung jenis kankernya, 30-90 persen penyandang kanker mungkin memiliki pola makan yang tidak memadai.
Hal itu dapat meningkatkan kemungkinan kekurangan gizi. Misalnya, penyandang kanker yang menjalani kemoterapi lebih berisiko mengalami kekurangan beberapa zat gizi, seperti magnesium, zat besi, vitamin D, dan folat.
Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Nutrisi makro ini menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik dan fungsi organ dalam.
Sumber karbohidrat terbaik adalah buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh. Apalagi, makanan itu juga menyediakan vitamin, mineral, serat, dan fitonutrien (senyawa kimia alami yang dihasilkan oleh tumbuhan).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Antioksidan
Penyandang kanker yang menjalani kemoterapi membutuhkan asupan antioksidan yang cukup karena ini sangatlah penting.
Antioksidan berfungsi menetralkan radikal bebas, mencegah sel-sel sehat rusak. Antioksidan terdapat dalam vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, dan seng.
Mendapatkan lebih banyak antioksidan bisa dilakukan dengan makan berbagai buah dan sayuran. Dokter biasanya tidak menyarankan mengonsumsi suplemen antioksidan dalam dosis besar selama kemoterapi.
Air
Mendapatkan air dan cairan juga sangat penting untuk penyandang kanker selama menjalani kemoterapi.
Jika kamu tidak mengonsumsi cukup cairan atau jika kamu kehilangan cairan melalui muntah atau diare, kamu dapat mengalami dehidrasi (tubuh kamu tidak memiliki cukup cairan sebagaimana mestinya).
Dehidrasi bisa membuat fungsi tubuh semain menurun. Secara umum, orang-orang dianjurkan minum air putih 2 liter sehari untuk menjaga fungsi tubuh optimal, menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Namun, penyandang kanker yang mengalami efek samping kemoterapi mungkin memerlukan lebih banyak asupan air. [Din]