• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Memahami Makna Rezeki

11/06/2026
in Khazanah
Memahami Makna Rezeki

Ilustrasi: Meta AI

74
SHARES
569
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SERINGKALI kita salah memahami makna rezeki. Kenapa orang yang sholeh hidupnya miskin sedangkan orang yang banyak dosa malah hidupnya bergelimpang harta?

Rezeki itu bukan saja tentang harta meskipun harta juga bagian rezeki. Orang yang sholeh itu diberi rezeki yang terbaik bagi dirinya. Belum tentu harta benda itu adalah rezeki yang terbaik.

Malah sebaliknya jika Allah berikan harta yang banyak kesholehannya luntur ujungnya tidak baik bagi hamba-Nya. Bisa jadi rezeki terbaik menurut Allah bagi orang ini adalah kemudahan ia beribadah, kesehatan, anak-anak yang sholeh yang bisa menjadi amal jariahnya kelak.

Bagi hamba Allah yang sholeh lainnya bisa jadi Allah berikan kelapangan rezeki yang halal yang ia gunakan untuk bersedekah, membantu orang lain, menolong orang lain sehingga menjadikan dirinya ahli sedekah dan mengalir pahala yang tak pernah putus dari sedekah-sedekahnya.

Jadi saat kita menjadi hamba-Nya yang sholeh, pasti Allah memberikan rezeki yang terbaik bagi diri kita.

Kalau begitu, orang yang miskin akan selamanya jadi orang miskin dong.

Baca juga: Memahami Konsep Rezeki yang Benar

Memahami Makna Rezeki

Orang sholeh akan mendapatkan rezeki yang terbaik bagi dirinya, meskipun rezeki itu tidak berupa harta tapi diberi yang lain misalnya kemudahan beribadah, pemahaman ilmu agama, anak-anak yang sholeh atau mendapatkan rezeki dari yang halal.

Jika hamba yang Sholeh ini ingin rezeki berupa harta, maka pertama, ikuti hukum Allah bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita usahakan.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Rad: 11).

Allah memberikan kesempatan kepada setiap hamba-Nya untuk mengubah takdir-Nya (termasuk kadar rezekinya) dan mendorong hamba-Nya untuk proaktif meraihnya.

Inilah rezeki yang diperoleh melalui hukum alam atau sunatullah. Rezeki ini masuk ke dalam takdir muallaq yakni takdir yang bisa berubah tergantung pada seberapa besar usaha manusia untuk mengubahnya.

Bekerja untuk mencari rezeki adalah sebuah perbuatan yang sangat dicintai Allah.

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil dan siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza Wajalla”. (HR. Ahmad).

Kedua, fokus atau niat khusus. Saat kita beribadah, selalu sisipkan niat khusus agar Allah memberikan rezeki berupa harta.

Misalnya saat berdoa, saat sujud dalam sholat minta diluaskan rezekinya, saat sedekah minta kepada Allah, dengan sedekah yang tidak seberapa ini mohon Allah meluaskan rezekinya lalu selalu berprasangka baik kepada Allah bahwa Allah melapangkan rezekinya.

Satu lagi, orang yang bertaqwa itu akan selalu dijaga Allah, dijaga agar tidak terjerumus dari perbuatan dosa dan dijaga juga dari berbagai takdir buruk. Minimal jika ia mendapati takdir buruk, Allah segera memberikan solusinya.

Lalu kenapa orang yang banyak melakukan dosa malah bertambah kekayaannya. Ada orang yang tidak pernah sholat tapi selalu sehat dan umurnya panjang. Ada yang tidak pernah sedekah dan infaq tapi kekayaannya malah bertambah banyak. Itulah yang namanya istidraj.

Adakalanya orang yang melakukan keburukan, tidak mau melakukan hal yang baik malah diberi kekayaan, kesehatan, panjang umur, dikaruniai anak banyak dan kenikmatan lainnya. Itulah istidraj. Dilenakan dengan berbagai kenikmatan tapi sebenarnya ditenggelamkan ke jurang neraka yang lebih dalam lagi.

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44).

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad).[ind]

Tags: Memahami Makna Rezeki
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketahui Tips Khatam Al Qur’an Sebulan di Sini!

Next Post

Ustadz Dary Fahrinadi, Menanti Panggilan ke Tanah Suci Juga Bisa Menjadi Ibadah

Next Post
Ustadz Dary Fahrinadi, Menanti Panggilan ke Tanah Suci Juga Bisa Menjadi Ibadah

Ustadz Dary Fahrinadi, Menanti Panggilan ke Tanah Suci Juga Bisa Menjadi Ibadah

Tips Mendapatkan Penghasilan Tambahan bagi Mahasiswa Tanpa Mengganggu Kuliah

Tips Mendapatkan Penghasilan Tambahan bagi Mahasiswa Tanpa Mengganggu Kuliah

Islam dan Akal

Islam dan Akal

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    285 shares
    Share 114 Tweet 71
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    346 shares
    Share 138 Tweet 87
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9292 shares
    Share 3717 Tweet 2323
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4214 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4792 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga