• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 9 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Menjadi Guru Zaman Now

07/08/2019
in Oase
67
SHARES
517
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Zaman secara otomatis memengaruhi gaya dan pola hidup seseorang. Tak berbatas di lifestyle nya saja, bahkan metode pendidikan pun berangsur melakukan upgrading untuk meningkatkan kualitas prestasi yang dimiliki peserta didiknya. Persaingan antar murid menjadi hal utama untuk memerebutkan posisi di bangku pendidikan lanjut terfavorit.
Sistim pendidikan yang terintergrasi dengan pengenalan teknologi adalah hal yang baik. Dengan begini, murid menjadi kenal dengan pengoptimalan fungsi dan peran teknologi. Namun disayangkan, upgrade kualitas prestasi ini masih banyak yang tidak diimbangi dengan upgrade kualitas akhlaq dalam jiwa peserta didik. Banyak guru yang lupa bahwa tugasnya bukan sekedar mengajar, melainkan juga mendidik.
Perlu diketahui, ada beberapa perbedaan dalam kata mengajar dan mendidik. Mengajar, yakni hanya berbatas pada proses transfer ilmu dari satu pihak ke pihak yang lain. Targetnya siswa mampu memahami isi ilmu yang telah dipaparkan sehingga saat ujian bisa menjawab. Lain hal nya dengan mendidik, guru wajib memberikan ilmu sekaligus menanamkan untuk pengaplikasian nya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu harus dikorelasikan dengan penanaman akhlaq pada siswa. Sehingga bisa dibilang keberhasilan siswa dalam prestasi dan kepribadian merupakan tanggungjawab guru. Tidak boleh ada kata lelah apalagi putus asa untuk hal yang satu ini. Sudah resiko menjadi guru untuk turut andil dalam membentuk jiwa siswanya.
Sering saya jumpai, dimana guru tidak lagi peduli dengan kebiasaan remeh yang saat ini sudah dianggap lumrah di tengah masyarakat, seperti adab bersikap, berbicara kotor, merokok, atau bahkan pacaran. Tidak ada greget untuk mengingatkan. Hanya cemoohan kecil atas perilaku buruk dari bocah tersebut. Bagaimana anak ini bisa faham jika tidak ada tindakan atau nasihat yang masuk dari sosok yang disebut guru ? Padahal sudah jelas dikatakan bahwa guru adalah orang tua kedua saat anak tengah berada di wilayah sekolah.
Menjadi guru di zaman ini memang bukan tugas yang mudah. Wajib hukumnya untuk menjadi guru berlabel “Zaman Now”. Bentuk karakter anak dengan pendekatan kekinian. Sekarang bukan lagi zamannya anak dipukul, karena tindakan itu malah membuat anak semakin berani. Cari akar masalah dan kenali karakter anak tersebut. Dekati dengan arah yang mereka sukai. Berikan contoh terbaik dengan menjadikan diri anda sebagai figur tauladan. Apa yang anda tanam saat ini itulah yang anda tuai satu hari nanti. Jika anda asal-asalan maka jangan salahkan murid anda jika kelak tak bisa menjadi pribadi yang luar biasa. Wallahu a’lam bis shawab.

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menyoal Sistem Pendidikan Inklusi di Indonesia

Next Post

TAKTIK Community Launching Portal Dapur Pena

Next Post

Tukang Kebun yang Pandai

Sekolah Terbaik

Inilah Wasiat Hikmah KH Maimoen Zubair yang Menggugah Hati

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9278 shares
    Share 3711 Tweet 2320
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4200 shares
    Share 1680 Tweet 1050
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11742 shares
    Share 4697 Tweet 2936
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2555 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • BMKG Lakukan Paper Test untuk Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga