• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ibadah Haji Tempo Dulu

17/05/2026
in Khazanah, umroh
Perjalanan Ibadah Haji Tempo Dulu

Gambar oleh ekrem dari Pixabay

99
SHARES
764
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERJALANAN ibadah haji pada masa dulu tentu tidak semudah sekarang yang lebih mudah dan memakan waktu lebih sebentar.

Dahulu sebelum adanya kapal laut, apalagi pesawat terbang, umat Muslim di Indonesia yang ingin pergi menunaikan ibadah haji mempergunakan kapal layar dengan waktu perjalanan sekitar 3 bulan lamanya.

Deminikan juga perjalanan pulang ke tanah air, menghabiskan waktu selama 3 bulan pula. Jadi, lamanya umat Muslim Indonesia yang menunaikan ibadah haji pada masa dulu yaitu 6 bulan mengarungi lautan.

Oleh karena itu, banyak jamaah haji dulu dalam perjalanan ke tanah suci diserang penyakit, bahkan sampai meninggal dunia sebelum sampai ke Mekkah. Demikian juga perjalanan pulang mereka ke tanah air akibat tidak tahan berbulan-bulan di lautan.

Baca Juga : Pria Asal Austria Ini Berjalan Kaki Menuju Mekkah untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Perjalanan Ibadah Haji Tempo Dulu

Konon pada ibadah haji tempo dulu, jamaah haji Indonesia tidak langsung berangkat ke Mekkah, namun lebih dulu singgah di Serambi Mekkah yaitu Aceh, setelah itu baru berangkat dengan kapal ke Mekkah.

Beberapa sumber sejarah menyebutkan julukan Aceh sebagai “Serambi Mekkah” karena Aceh dulu adalah tempat berkumpulnya jamaah haji yang ingin melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.

Pada waktu itu jamaah haji yang melaksanakan rukun islam kelima ini sangat sedikit. Jamaah haji Indonesia ketika itu harus melalui Malaka di Aceh.

Malah menurut sejarah, para jamaah haji dari berbagai daerah di Indonesia saat itu setibanya di Aceh mereka lebih dulu belajar manasik haji sampai berbulan-bulan sebelum melanjutkan perjalanannya ke Mekkah.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Salah satu lokasi tempat belajar manasik haji yang sangat  terkenal di Aceh saat itu adalah di Pelanggahan yang terletak di pinggir Krueng Aceh, di mana kapal-kapal saat itu banyak berlabuh.

Di Kampung Pelanggahan ini dulu ada sebuah balai pengajian yang letaknya persis di pinggir Krueng Aceh dan sebuah Masjid yang sangat indah, yatu Masjid Tgk. Di Anjong, namun sayang dalam bencana tsunami tahun 2004 lalu, Masjid ini hancur total.

Jamaah haji dulu setelah belajar manasik haji dan ilmu-ilmu agama lainnya di Pelanggahan barulah mereka berangkat ke Mekkah. Demikian pula saat mereka pulang dari tanah suci, juga singgah di Serambi Mekkah (Aceh).

Pada masa Belanda, jamaah haji tidak berangkat melalui bandar Pelanggahan Aceh, tapi diberangkatkan melalui Sabang, Pulau Weh. Di Sabang dulu ada karantina haji (tempat berkumpulnya jamaah calon haji) yang dibuat Belanda.

Saat itu para jamaah haji yang berangkat ke Mekkah tidak lagi menggunakan kapal layar, tapi menggunakan kapal uap. Ini berarti perjalanan haji ke Mekkah sudah sedikit lebih baik dari sebelumnya.

Zaman pun terus berubah, kapal uap pun berganti dengan kapal mesin, namun pemberangkatan jamaah calon haji saat itu tetap melalui Sabang.

Baru sekitar tahun 1960-an, jamaah haji Aceh mulai diberangkatkan dengan pesawat melalui Bandara Polonia Medan. Saat itu jamaah haji sangat dibatasi karena pesawatnya sangat kecil.

Pada tahun 1967 jamaah haji berangkat melalui Sabang dengan menggunakan kapal KM Abeto milik asing. Kapal ini bukan kapal penumpang tapi kapal pengangkut barang sehingga jamaah haji sangat tidak nyaman, karena ditempatkan di ruang palka tempat menyimpan barang-barang hasil bumi.

Jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Sabang ke Jeddah saat itu memakan waktu 12 hari pergi dan 12 hari pulang. Tetapi untuk jamaah haji dari Jawa, kalimantan, Sulawesi dan daerah lain di luar Aceh tentu lebih lama perjalanannya.

Perjalanan haji dengan kapal laut melalui Sabang berakhir pada tahun 1975. Kemudian jamaah haji asal Aceh dialihkan melalui Polonia Medan dengan menggunakan pesawat terbang.

Begitu sulit dan panjangnya perjalanan haji pada masa dulu yang harus melalui berbagai macam proses dan perjalanan yang memakan waktu sangat lama. [MRR/Sdz]

Sumber : Menelusuri Jejak Sejarah Islam Melalui Ritual Ibadah Haji dan Umrah, oleh : H. Harun Keuchik Leumiek

Tags: hajimanasiktempo duluumroh
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengatasi Gagal Ginjal dengan Resep JSR

Next Post

Kelicikan Syetan dalam Menyesatkan Manusia

Next Post
Semoga Kita Tidak Lupa, Untuk Apa Kita Diciptakan

Kelicikan Syetan dalam Menyesatkan Manusia

Jus Kubis dan Wortel Dapat Membasmi Sel-Sel Kanker

Jus Kubis dan Wortel Dapat Membasmi Sel-Sel Kanker

Jadikanlah Segala Sesuatu Bernilai Zikir

Sa`d bin Ubadah Mempersilakan 80 Kaum Muhajirin Makan di Rumahnya

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11481 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga