• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 6 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Menangis di Awal Tersenyum di Akhir

23/07/2022
in Nasihat, Unggulan
Kejutan-kejutan Suami Istri (2)

Ilustrasi, foto: blogspot.com

152
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KELAHIRAN adalah awal, dan kematian sebagai akhir. Silakan menangis saat di awal, perjuangkan agar bisa tersenyum di akhir nanti.

Hampir setiap bayi yang lahir selalu dengan tangisan. Ia menangis begitu keras, sejadi-jadinya. Itulah kegiatan pertama sang bayi saat pertama kali menghirup udara bumi.

Sungguh pun begitu, meskipun tangisan umumnya pertanda kesusahan, siapa pun yang berada di sekeliling bayi saat itu akan tersenyum bahagia.

Senyum itu pertanda ungkapan ‘ahlan wasahlan’ atau selamat datang di dunia baru yang disebut alam dunia. Seribu satu harapan pun membuncah seiring kerasnya tangis keras itu.

Pertanyaannya, kenapa bayi harus menangis padahal kehadirannya disambut senyum bahagia?

Bayi suci harus menangis karena ia tak lagi hidup di alam suci seperti di rahim ibu. Sebuah alam kasih sayang yang hanya ia dan jiwa ibu yang tinggal.

Di alam itu, tak ada marah. Tak ada kecewa. Tak ada caci maki. Tak ada kekerasan. Tak ada dosa dan cela. Yang ada hanya kasih sayang yang mengalir dari limpahan kasih sayang ibu ke alam rahim.

Kini, alam steril itu tak ada lagi. Ia kini berada di alam dunia yang begitu menakutkan. Ada setan Qarin yang setia menanti untuk mengganggunya sepanjang hidup.

Ada sejuta ujian yang begitu sulit diraih kelulusan. Tidak ada detik berlalu tanpa serbuan ujian. Dari ujian yang ringan, hingga yang terus melaju ke puncak beban.

Sang bayi pun merasakan alam barunya menampakkan dua wajah yang bisa menipu. Satu wajah bahagia yang menyembunyikan kerasnya hidup. Satu lagi wajah duka yang terakumulasi dari rangkaian kegagalan.

Dua wajah yang baginya juga sangat menakutkan. Ia takut kalau pada saatnya nanti akan berada di salah satu dari dua wajah itu.

Sang bayi pun menghirup aroma pertaruhan besar. Di kehidupan dunia yang tak lama ini menjadi penentu untuk kehidupan yang abadi nanti. Sedikit saja tergelincir, ia bisa sengsara sepanjang masa.

Ia pun tak pernah tahu seperti apa tulisan takdir yang akan menjadi track jalan hidupnya. Bagaimana kalau ia dapat yang buruk?

Sentuhan alam baru yang serba menakutkan itu pun terimbangi dengan hamparan peluang bahagia yang kelak akan ia dapatkan.

Namun, semua itu harus ia tempuh dengan perjuangan berat, kesabaran yang serba prima, dan keimanan yang tak boleh goyah.

Lagi-lagi ia menangis keras. Di alam baru yang menakutkan itu, sang bayi begitu mengharapkan ada yang mengajarkan doa, “Ya Allah, aku terlahir menangis sementara yang lain tersenyum. Wafatkan aku nanti dalam keadaan tersenyum, sementara yang lain menangis.” [Mh]

 

 

Tags: husnul khatimah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Adab Seorang Muslim setiap Selesai Ibadah

Next Post

Ujian dan Musibah merupakan Kebaikan

Next Post
Sunnah-Sunnah dalam Menjawab Azan

Ujian dan Musibah merupakan Kebaikan

Mengajak Anak untuk Belajar Islam ketika Ibu dan Ayah Berbeda Keyakinan

Bacaan Dzikir saat Masuk Masjid

Sembako akan Dikenai PPN 12 Persen, ini Daftar Barangnya

Hukum Penjual Mematok Harga Seikhlasnya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8807 shares
    Share 3523 Tweet 2202
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11547 shares
    Share 4619 Tweet 2887
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1052 shares
    Share 421 Tweet 263
  • Gebyar Muharam Salimah Tulungagung: Konsultan Parenting Ungkap 3 Cara Sederhana Mendidik Anak Jadi Bertanggung Jawab

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3969 shares
    Share 1588 Tweet 992
  • Rekomendasi Warna Hijab untuk Baju Abu-Abu

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Belajar Pengasuhan dan Pendidikan dari Drama Korea Teach You a Lesson

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2480 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Menghina Allah dalam Hati

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Perhiasan yang Boleh Dipakai Laki-laki

    2429 shares
    Share 972 Tweet 607
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga