• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 17 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Ustazah

Sisi Gelap Media Sosial dan Internet: Matinya Expert dan Berkuasanya Lay People

17/03/2019
in Ustazah
79
SHARES
609
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Dr. Anis Byarwati

ChanelMuslim.com – Di era internet sekarang ini, orang bebas mengunggah apapun di media sosial, sehingga ruang publik banyak dibanjiri oleh informasi tak penting, atau oleh pemikiran-pemikiran yang masih mentah dan belum matang. Selain itu, internet juga memberi ruang untuk terjadinya bias informasi.

Matinya Expert dan Berkuasanya Lay people

Expert atau pakar didefinisikan sebagai orang yang punya keahlian di bidang tertentu, dan yang telah teruji. Thomas M. Nichols, Professor di US Naval War College, dalam bukunya, “The Death of Expertise”, mendefinisikan expert harus memenuhi kriteria pengakuan yang diperoleh dari kombinasi pendidikan, bakat, pengalaman, dan afirmasi dari komunitas kepakarannya.

Sementara Lay people atau khalayak umum, atau orang awam, atau bahasa kita: orang kebanyakan, didefinisikan sebagai orang yang tidak punya pengetahuan khusus di bidang tertentu, atau orang yang tidak memiliki pemahaman mendalam terhadap suatu topik.

Lay people butuh dokter bila sakit, butuh pengacara bila punya masalah hukum, dan butuh pilot untuk mengemudikan pesawat yang ditumpanginya.
Tapi dengan keberlimpahan informasi sekarang ini, orang awam bisa juga menjadi dokter bagi diri sendiri, atau menjadi ahli hukum, atau jadi penerbang dadakan.
Kok bisa? Ya.. berbekal googling atau informasi dari media sosial membuat semua orang merasa menjadi expert.

Padahal sebelum era ini, tak pernah terjadi di sepanjang sejarah, para expert dan lay people berada dalam “satu ruang yang sama” dan bisa langsung berdiskusi dengan “posisi yang sama”
Tapi sekarang, di hadapan kita kondisi ini terjadi.
Para expert dan lay people bertemu di “ruang yang sama” dengan “posisi yang sama”.
Itulah ruang media sosial.

Perhatikan deh.
Di ruang media sosial, posisi menjadi serba tidak jelas: mana yang expert, mana yang awam. Mana yang punya pengetahuan dari pendidikan dan keahliannya, mana yang pengetahuannya hanya mengambil dari google atau dari media sosial.
Tak heran, sekeping informasi di google atau di media sosial, yang kadang tidak diketahui jelas darimana sumbernya, dianggap lebih bisa dipercaya dan lebih valid ketimbang riset-riset yang dilakukan para expert.

Kegandrungan pada literasi instan seperti ini menggejala demikian masif – hingga kepakaran terancam mati. Orang hanya memerlukan informasi tambahan dari media sosial atau internet untuk menguatkan keyakinannya, ketimbang mencari kebenaran pengetahuan itu dari ahlinya.

Para expert di bidang politik, ekonomi, kedokteran, hukum, dan bidang-bidang yang lain, kalah oleh netizen dari kalangan lay people yang merasa lebih expert dari expert itu sendiri.

Fakta ini menunjukkan kepada kita bahwa:
Internet yang dianggap sebagai sumber informasi tanpa batas, yang memberikan pencerahan pada kehidupan manusia, ternyata punya sisi gelap. Ia tidak hanya menciptakan lompatan pengetahuan bagi kebanyakan orang, tetapi juga menjadi sarana yang bisa menyerang pengetahuan yang sudah mapan, serta juga bisa menjadi sumber sekaligus sarana tersebarnya informasi bohong.

Ada ilustrasi menarik. Pada tahun 2014, Washington Post melakukan jajak pendapat dengan seluruh warga, apakah AS harus terlibat dalam intervensi militer setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Mayoritas warga AS setuju intervensi. Namun setelah disurvei, hanya satu dari enam dari warga AS yang tahu di mana lokasi negara Ukraina berada..
Aneh ya.[ind]

Catatan Dr. Anis Byarwati dalam akun Facebook-nya pada 14 Maret 2019.

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Penembakan Massal di Masjid Selandia Baru, Dompet Dhuafa Ajak Umat Bergandengan Tangan

Next Post

Solidaritas Terhadap Muslim Selandia Baru, Masjid-masjid di Inggris Dipenuhi Karangan Bunga

Next Post

Solidaritas Terhadap Muslim Selandia Baru, Masjid-masjid di Inggris Dipenuhi Karangan Bunga

Kisah Mahasiswa Indonesia yang Lolos dari Penembakan di Masjid Selandia Baru: 'Allah Mengarahkan Saya'

Banjir Sentani Papua, 71 Orang Meninggal Dunia

  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9336 shares
    Share 3734 Tweet 2334
  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    134 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Rekomendasi Ide Masak Tofu Simpel Kurang dari 30 Menit

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11764 shares
    Share 4706 Tweet 2941
  • Begini Cara yang Benar untuk Bersihkan Bambu Sebelum Membuat Bacang

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kemenhaj Perkuat Pengawasan dan Perlindungan Jemaah Umroh yang Alami Penundaan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1289 shares
    Share 516 Tweet 322
  • Rekomendasi Bubur Tim untuk Menu MPASI Anak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga