DI ZAMAN ketika kesuksesan sering diukur dari gelar, jabatan, dan besarnya penghasilan, seorang muslimah diajak untuk melihat makna keberhasilan dari sudut pandang yang lebih luas. Islam memuliakan perempuan yang berilmu, memberi ruang baginya untuk berkarya, sekaligus mengingatkan bahwa ada amanah mulia yang tidak boleh terlupakan, yaitu membangun keluarga yang diridhai Allah.
Pendidikan adalah cahaya yang mengangkat derajat manusia. Seorang wanita yang menuntut ilmu tidak seharusnya menjadikan ilmunya sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Justru semakin luas pengetahuan yang dimiliki, semakin besar pula rasa rendah hati, karena ia menyadari bahwa seluruh ilmu berasal dari Allah dan akan dimintai pertanggungjawaban.
Baca Juga: Semua Punya Waktu dan Takdir Terbaik
Kemuliaan Wanita dalam Ilmu Karier dan Keluarga
Begitu pula dengan karier. Islam tidak melarang perempuan untuk bekerja, berkarya, atau memberikan manfaat melalui profesinya. Banyak perempuan mulia dalam sejarah Islam yang aktif berdagang, mengajar, maupun berkontribusi bagi masyarakat. Selama tetap menjaga nilai-nilai syariat dan menunaikan kewajiban, karier dapat menjadi ladang ibadah yang bernilai pahala.
Namun, ada satu amanah yang sering kali tidak terlihat oleh dunia, tetapi sangat bernilai di sisi Allah, yaitu menjadi istri dan ibu yang salehah. Rumah yang dipenuhi kasih sayang, ketenangan, dan zikir kepada Allah adalah pencapaian yang tidak selalu bisa diukur dengan angka. Ridha suami, jika diperoleh dalam ketaatan kepada Allah, serta tumbuhnya anak-anak yang berakhlak mulia merupakan investasi akhirat yang jauh lebih berharga daripada pujian manusia.
Seorang ibu sering disebut sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari lisannya, anak belajar berbicara. Dari sikapnya, anak mengenal kasih sayang. Dari teladannya, anak belajar mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, dan peduli kepada sesama. Karena itu, keberhasilan mendidik generasi saleh adalah prestasi yang akan terus mengalirkan pahala, bahkan ketika usia telah berakhir.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menjadi perempuan berpendidikan tinggi dan memiliki karier bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara potensi diri dan amanah keluarga. Ketika ilmu melahirkan kerendahan hati, karier menjadi jalan memberi manfaat, dan keluarga menjadi tempat bertumbuhnya iman, maka seorang wanita telah menjalani perannya dengan kemuliaan yang utuh. Semoga setiap langkahnya menjadi ibadah dan setiap pengorbanannya bernilai pahala di sisi Allah SWT. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





