USAMAH bin Zaid bin Haritsah, kekasih Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan putra dari kekasihnya, berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengutus kami dalam ekspedisi militer ke al-Hurqa di Juhaina. Kami menyerang mereka saat fajar dan mengalahkan mereka.
Aku dan seorang dari kaum Ansar mengejar salah seorang dari mereka. Ketika kami menyusulnya, dia berkata, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah!’
Orang Ansar itu berhenti menyerangnya, tetapi aku menusuknya dengan tombakku sampai aku membunuhnya! Ketika kami tiba di Madinah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mendengar tentang hal itu. Beliau bersabda kepadaku, ‘Wahai Usamah, apakah kau membunuhnya setelah dia berkata, “Tidak ada Tuhan selain Allah”?’
Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, dia hanya mencari perlindungan dari pedang!’ Rasulullah bersabda, “Apakah kau membunuhnya setelah dia berkata, “Tidak ada Tuhan selain Allah”?’
Baca Juga: Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah, Semua Bisa Terjadi!
Jangan Mencela Orang Lain, Lebih Baik Lakukanlah Bermanfaat Ini!
Rasulullah terus mengulanginya kepadaku sampai aku berangan belum memeluk Islam sebelum hari itu! Kemudian firman Allah Yang Mahakuasa diturunkan:
وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ اَلْقٰىٓ اِلَيْكُمُ السَّلٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًاۚ
“Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, “Kamu bukan seorang mukmin,” (an-Nisa’: 94)
Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa di atas
- Pelajaran Pertama
Jangan menghakimi sesuatu yang tidak sepenuhnya kamu pahami. Orang mungkin menempuh jalan yang sama, tetapi jarak antara niat-niat mereka mungkin seluas jarak antara langit dan bumi. - Pelajaran Kedua
Hati yang bersih dan tawadhu’ dalam beribadah, bahkan tanpa ditambah amalan sunnah, lebih baik daripada kesombongan meskipun melakukan banyak amalan sunnah. Ketahuilah dengan pasti bahwa tidak ada sesuatu pun yang menghalangimu dari maksiat yang dilakukan oleh seseorang yang diuji berbuat maksiat kepada Allah kecuali karena rahmat Allah. Jika Allah, dalam kemuliaan-Nya, membiarkanmu melakukan apa yang kamu inginkan, kamu akan melakukan seperti yang dilakukan orang lain, bahkan mungkin melampaui mereka. - Pelajaran Ketiga
Jangan lebih tahu tentang niat orang lain, serahkanlah urusan itu kepada Sang Pencipta.Bahkan niat kita sendiri terkadang tercampur-campur. Mengapa kita memastikan tentang motif orang lain seolah-olah kita bisa melihat isi hati mereka?
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Seorang hamba yang menghadap Tuhannya dengan membawa segala dosa kecuali dosa menyekutukan-Nya, lebih ringan bagi-Nya daripada menghadap-Nya dengan membawa dosa penumpahan darah orang yang tidak bersalah di tangannya. [DW]
Sumber: Grup telegram Majelis_MANIS





