• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 30 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tumbuh Kembang

Tips Mengajarkan Bayi Bicara dan Membangun Domain Bahasa

19/08/2022
in Tumbuh Kembang
51 Keutamaan Zikir
77
SHARES
590
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TIPS mengajarkan bayi bicara. Betapa senangnya orang tua ketika anaknya sudah mulai dapat mengucapkan kata pertamanya.

Ini biasanya terjadi di usia anak satu sampai dua tahun, bahkan kurang. Namun ada beberapa kasus anak-anak terlambat bicara atau speech delay.

Baca Juga: Cara Mengatasi Bayi yang Suka Menangis Saat Tummy Time

Tips Mengajarkan Bayi Bicara dan Membangun Domain Bahasa

Menurut Ibu Widyaningsih, seorang guru yang juga penulis buku Memeluk Buah Hati Seperti Rasulullah, ada anggapan yang salah yang selama ini berkembang di masyarakat.

Mengajak bayi berbicara hanya dapat dilakukan setelah bayi lahir atau setelah usia bayi diatas 6 bulan misalnya.

Dan kita seringkali hanya mengajak bicara sambil bemain-main atau mengajaknya bercanda.

Hal yang seharusnya dilakukan kita para orang tua adalah membangun domain bahasa. Mengapa domain bahasa, karena melalui domain bahasa ini anak tidak hanya belajar kata demi kosa kata, tetapi kecerdasan bahasa dan berpikir untuk di kemudian hari.

Membangun domain bahasa, caranya dengan ibu sejak mengandung bayinya terus berbicara. Berbicara dengan memakai kalimat yang lengkap SPOK, intonasi dan artikulasi yang jelas.

Mungkin kita akan berpikir untuk apa anak bayi diajak bicara dengan kalimat SPOK yang lengkap.

Inilah yang sebenarnya salah, sehingga anak-anak usia SD jika disuruh mmbuat tulisan atau bercerita terkadang sulit.

Dan banyak dari generasi kita yang ketika sudah duduk di bangku kuliah pun sulit mengerjakan tugas makalah hingga skripsi.

Karena kita para orang tua dan guru tidak membangun domain bahasa pada anak. Domain bahasa yang menstimulus kecerdasan bahasanya.

Anak pun dapat mengungkapkan apa yang dirasakan dan diinginkannya dengan baik bahkan menuliskannya pada saatnya.

Bayi usia 4 bulan – 1 tahun sudah memiliki “Language Sense.” Berbicaralah kepada anak kita, bahkan sejak dalam kandungan. Berbicaralah dengan intonasi yang jelas dan kalimat SPOK yang lengkap.

“Anakku mari kita bangun dan shalat subuh. Mama sudah bangun dan akan ambil wudhu di kamar mandi. Mari hitung langkah kita ke kamar mandi.”

Kemudian hitunglah langkah kita dan janganlah berhenti berbicara.

Teruslah berbicara apa yang tengah kita lakukan, semampu kita. Mungkin kita akan dianggap aneh atau bahkan gila.

Tapi rasakanlah manfaat dan hikmahnya saat anak mulai beranjak besar hingga dewasa.

Bacakan buku-buku, nyanyikan lagu-lagu. Untuk itu, ibu perlu latihan vocal, supaya suaranya enak didengar, gak fals.

Musik itu mensinkronkan kerja otak dan kerja otot, tapi gak semua jenis musik. Belajar vocal bukan untuk jadi artis, tapi butuh.

Musik paling indah adalah saat membaca Alquran benar tadjwid dan makhorizul hurufnya. Belajar vokal artinya belajar ngaji yang benar. [w/Cms]

Tags: Tips mengajarkan bayi bicara
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keluarga yang Berlimpah Kemuliaan Karena Al-Qur’an

Next Post

Bayi Juga Bisa Tremor, Ini Penyebabnya!

Next Post
Bayi Juga Bisa Tremor, Ini Penyebabnya!

Bayi Juga Bisa Tremor, Ini Penyebabnya!

Abu Bakar Ar-Razi, Guru Besar Kedokteran Muslim di Eropa (Bag. 2)

Abu Bakar Ar-Razi, Guru Besar Kedokteran Muslim di Eropa (Bag. 2)

Nyonya-Nyonya, Koleksi Hannie Hananto di Semarang Fashion Trend 2022

Nyonya-Nyonya, Koleksi Hannie Hananto di Semarang Fashion Trend 2022

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8120 shares
    Share 3248 Tweet 2030
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3611 shares
    Share 1444 Tweet 903
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2979 shares
    Share 1192 Tweet 745
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    677 shares
    Share 271 Tweet 169
  • KNPK Apresiasi Kebijakan Pembatasan Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3139 shares
    Share 1256 Tweet 785
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1961 shares
    Share 784 Tweet 490
  • Bukan Kita yang Mengatur Hidup Ini

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5061 shares
    Share 2024 Tweet 1265
  • Suriah (Syams), Pasukan Islam Terbaik dan Perang Akhir Zaman

    306 shares
    Share 122 Tweet 77
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga