MAINAN memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi, baik dari aspek motorik, sensorik, maupun kognitif.
Namun, pemilihan mainan perlu dilakukan secara cermat agar manfaat yang diperoleh sejalan dengan faktor keamanan.
Dalam buku Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Bayi (0–1 Tahun) karya dr. Meta Hanindita, Sp.A, dijelaskan bahwa orang tua perlu memperhatikan sejumlah hal mendasar saat memilih mainan untuk bayi.
Keamanan menjadi aspek utama dalam pemilihan mainan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Orang tua disarankan memastikan tidak ada bagian mainan yang kecil dan mudah terlepas, karena berisiko tertelan oleh bayi.
Selain itu, mainan tidak boleh memiliki ujung tajam atau bagian yang dapat melukai.
Jika mainan mengandung pewarna, pastikan bahan tersebut bersifat non-toxic dan aman bagi bayi.
Mainan berbahan lembut juga sebaiknya dapat dicuci untuk menjaga kebersihan.
Untuk mainan yang menggunakan baterai, penutup baterai harus diamankan dengan sekrup agar tidak mudah dijangkau bayi.
Mainan yang terlalu kecil, seperti kelereng atau bola kecil, sebaiknya dihindari karena berpotensi membahayakan.
Bunda, Ini Cara Memilih Mainan yang Aman dan Sesuai Usia Bayi
Selain faktor keamanan, pemilihan mainan juga perlu disesuaikan dengan usia bayi.
Pada usia 0–3 bulan, bayi cenderung tertarik pada gambar berpola dengan warna kontras seperti hitam dan putih, mainan bersuara yang dapat digantung di atas tempat tidur, serta rattle yang bisa digenggam.
Memasuki usia 3–6 bulan, bayi mulai tertarik pada cermin non-kaca, krincingan, dan buku kain atau softbook yang aman untuk disentuh dan digenggam.
Pada usia 6–9 bulan, bayi mulai aktif bergerak dan bereksplorasi. Mainan seperti alat musik mainan, telepon-teleponan, serta mainan bergerak dapat membantu merangsang koordinasi dan rasa ingin tahu.
Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Mitos Bayi yang Baru Lahir
Sementara itu, pada usia 9–12 bulan, mainan yang dapat didorong, bola untuk dilempar dan ditangkap, balok kayu, serta shape sorter atau puzzle mencocokkan bentuk dapat mendukung perkembangan motorik kasar, halus, dan kemampuan problem solving.
Dengan memperhatikan aspek keamanan dan kesesuaian usia, mainan dapat menjadi sarana stimulasi yang aman dan bermanfaat bagi perkembangan bayi.[Sdz]





