• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tips

Tips Kuat Berpuasa Hingga 22 Jam di Norwegia

28/03/2023
in Tips, Unggulan
Tips Kuat Berpuasa Hingga 22 Jam di Norwegia

Tips Kuat Berpuasa Hingga 22 Jam di Norwegia (foto: FB Savitry 'Icha' Khairunnisa)

83
SHARES
642
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAHABAT Muslim, Bunda Icha atau Savitry Khairunnisa membagikan tips agar kuat berpuasa hingga 22 jam di Norwegia. Bagi kita yang tinggal di Indonesia, rata-rata lama berpuasa kita 12-13 jam saja.

Akan tetapi, berbeda dengan muslim yang berada di wilayah Eropa atau yang dekat Kutub Utara. Jika mereka berpuasa dalam musim panas, maka puasa mereka akan lebih lama sekitar 18-22 jam. Masya Allah.

Begitu juga yang dialami oleh Keluarga Savitry Khairunnisa atau Icha (43), Warga Negara Indonesia yang sudah hampir sebelas tahun menetap di Tanah Viking, Haugeseund Norwegia.

Kepada chanelmuslim.com, Bunda Icha mengaku yang membuat mereka kuat berpuasa selama 18 jam dan kadang lebih adalah niat dan persiapan fisik yang baik.

“Alhamdulillah, yang paling utama adalah niat. Selain itu persiapan fisik yang baik,” ujar Bunda dari Fatih ini singkat dan padat.

Bunda Icha mengungkapkan hanya keluarga mereka yang muslim di lingkungan tempat tinggal mereka dan warga Haugeseund sangat menghormati mereka berpuasa.

“Di lingkungan kami tinggal ini hanya kami yang muslim,” kata perempuan kelahiran Surabaya ini.

Baca Juga: 5 Tips Puasa Aman bagi Ibu Menyusui

Tips Kuat Berpuasa Hingga 22 Jam di Norwegia

Bunda Icha menceritakan bagaimana dirinya sebagai ibu rumah tangga mengatur waktu agar seluruh keluarga terjamin asupan makanannya saat sahur dan berbuka.

Dirinya selalu memasang alarm dengan tiga kali waktu yang berdekatan.

Pasang Alarm di Tiga Waktu Berdekatan

“Namun alhamdulillah, meski tiap hari tidur lewat tengah malam (setelah tarawih), kami – saya lebih tepatnya – enggak pernah terlewat bangun sahur.

Pasang alarm handphone selalu 3 kali di waktu berdekatan. Jadi kalau luput yang pertama, ada yang kedua dan ketiga.

Dan biasanya saya selalu bangun di peringatan terakhir,” sebut penulis buku Kelana Rasa Mancanegara yang baru rilis ini.

Bangun 1,5 jam sebelum waktu sahur habis

Lulusan Master of Laws Liverpool School ini mengaku dirinya biasa bangun 1,5 jam sebelum waktu sahur habis.

“Saya selalu bangun sekitar 1,5 jam sebelum waktu sahur habis. Selain menyempatkan tahajjud, saya juga perlu waktu untuk makan buah, makan nasi dkk-nya, serta asupan air yang cukup. Biasanya Fatih dan ayahnya saya bangunkan 30 menit setelahnya,” sambung Icha.

Apakah saya masak untuk sahur? Tentu tidak…

Meski hobi masak dan bebikinan di dapur, tapi saya bukan tipe orang yang siap merepotkan diri masak khusus di waktu sahur.

Selain ngantuk, saya udah jiper duluan mikirin urusan korah-korah alias cuci panci wajan dan segala printilan sisa masak.

Masak Satu Kali Sehari dan Dibagi per Porsi

Jadi, bunda Icha mengaku kalau dirinya hanya masak sekali sehari, menjelang berbuka jam 19:00. Masak sekali untuk makan malam dan sahur. Tetap dengan metode yang sudah dirinya praktikkan selama 10 tahun ini.

“Setelah masak, makanan langsung dibagi per porsi di piring masing-masing. Jadi enggak ada hamparan lauk-pauk memenuhi meja makan kami (kecuali pas ada tamu, which is jarang sekali).

Kalau mau sahur, makanan tinggal dipanaskan di microwave. Metode ini cocok untuk keluarga kecil macam kami. Untuk keluarga lain belum tentu ya,” ceritanya detail.

Makan dengan Porsi Secukupnya

Bagaimana dengan takjil dan camilan? Kalau yang dimaksud adalah semacam kolak, es garbis, dan sejenisnya, lanjut Bunda Icha, selama Ramadan ini enggak pernah sama sekali.

Paling banter, dirinya bikin puding, yang bisa awet sampai 2-3 hari.

“Bukan karena enggak mau bikin atau enggak ada peminat, tapi enggak ada waktu untuk makannya. Bayangkan, maghrib beberapa hari ini semakin larut, di atas jam 22:00.

Kalau perut yang sekian lama kosong, tiba-tiba harus diisi berbagai macam makanan, pasti kaget.

Selapar-laparnya kami, setelah berpuasa lebih dari 17 jam, alhamdulillah enggak pernah merasa kalap pingin makan segala macam ketika buka.

Mungkin karena dikondisikan dengan enggak banyaknya makanan terhampar di meja makan, ya. Semua serba dalam porsi secukupnya. Makanya enggak ada godaan,” sambung Bunda Icha detail.

Istirahat Cukup

Bunda Icha mengakhiri, mungkin ini hikmah puasa panjang keluarga mereka tahun ini.

Makan nasi dan lauk secukupnya. Yang penting juga selalu ada kurma, sayur dan buah segar. Minum air yang banyak. Istirahat cukup.

InsyaAllah ini rahasia sehingga kami tetap bugar dan semangat menjalani puasa hingga detik ini.

“Sebetulnya, hakikat puasa/shaum kan memang begitu, ya. Menahan diri dari segala hawa nafsu. Termasuk nafsu makan berlebihan. Jangan sampai setelah Ramadan timbangan malah meroket,” tutup Bunda Icha.[jwt/ind]

Artikel pernah ditayangkan pada 16 Mei 2020 dengan judul Masya Allah Puasa 18 Jam di Norwegia, Ini Rahasia Tetap Bugar dan Semangat Berpuasa Keluarga Icha Savitry.

Tags: Ramadan Dari HatiTips Kuat Berpuasa Hingga 22 Jam di Norwegia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

LAZ Al Azhar dan KUA Mandiangin Koto Selayan Lakukan Monitoring Program KUA Percontohan Ekonomi Umat

Next Post

Amal-Amal Terbaik di Bulan Ramadan (Bag. 3)

Next Post
Amal-Amal Terbaik di Bulan Ramadan (Bag. 3)

Amal-Amal Terbaik di Bulan Ramadan (Bag. 3)

Sujiud Syukur

Merasakan Kedekatan Allah dalam Sujud

Dicari Guru yang Mau Berjuang

Dicari Guru yang Mau Berjuang

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1898 shares
    Share 759 Tweet 475
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    139 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Potret Artis Cilik Maissy yang Kini Menjadi Dokter

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1708 shares
    Share 683 Tweet 427
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1180 shares
    Share 472 Tweet 295
  • Program Pemberdayaan Ayam petelur Arab Dompet Dhuafa di Parung Bogor Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3563 shares
    Share 1425 Tweet 891
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga