PEYEK menjadi salah satu camilan tradisional yang masih digemari hingga sekarang. Teksturnya yang tipis, gurih, dan renyah membuat peyek cocok dinikmati sebagai teman makan ataupun camilan saat bersantai. Meski terlihat sederhana, membuat peyek yang renyah dan tidak mudah melempem ternyata membutuhkan teknik khusus.
Banyak orang mengalami kendala ketika membuat peyek di rumah. Ada yang hasilnya terlalu tebal, mudah patah, bahkan tidak renyah setelah dingin. Padahal, dengan memperhatikan beberapa hal mulai dari adonan hingga proses menggoreng, peyek yang renyah tahan lama bukan lagi hal yang sulit.
Coba Terapkan Tips Menggoreng Peyek Ini agar Hasilnya Anti Gagal
Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba.
1. Pilih Campuran Tepung yang Tepat
Rahasia utama peyek yang garing terletak pada komposisi tepung. Sebaiknya gunakan tepung beras sebagai bahan utama karena menghasilkan tekstur yang lebih renyah dibandingkan tepung terigu.
Anda juga bisa menambahkan sedikit tepung tapioka atau tepung sagu. Kombinasi ini membantu peyek menjadi lebih ringan dan renyah tanpa terasa keras saat digigit.
Pastikan adonan tidak terlalu kental agar peyek dapat menyebar tipis ketika dituangkan ke wajan.
2. Gunakan Santan Secukupnya
Santan memang membuat peyek terasa lebih gurih. Namun, penggunaan santan yang berlebihan justru dapat membuat peyek cepat lembek setelah dingin.
Pilih santan encer atau campurkan santan dengan air secukupnya agar cita rasa tetap gurih tanpa mengurangi kerenyahannya.
3. Pastikan Minyak Sudah Benar-Benar Panas
Suhu minyak menjadi salah satu faktor terpenting. Minyak yang belum panas membuat adonan menyerap banyak minyak sehingga peyek menjadi lembek dan berminyak.
Idealnya, minyak berada pada kisaran suhu sekitar 176–190 derajat Celsius sebelum adonan dimasukkan. Saat adonan langsung mengeras setelah menyentuh minyak, berarti suhu sudah cukup panas.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
4. Tuang Adonan dari Pinggir Wajan
Cara tradisional yang masih banyak digunakan hingga sekarang adalah menuangkan adonan dari sisi wajan, bukan langsung ke tengah minyak.
Teknik ini membantu adonan melekat sebentar pada dinding wajan sebelum akhirnya terlepas dengan sendirinya. Hasilnya, bentuk peyek menjadi lebih tipis, lebar, dan cantik. Selain itu, kacang atau bahan isian lainnya akan tersebar lebih merata.
5. Jangan Terlalu Banyak Menggoreng Sekaligus
Mengisi wajan dengan terlalu banyak peyek sekaligus akan membuat suhu minyak turun. Akibatnya, proses memasak menjadi lebih lama dan peyek menyerap lebih banyak minyak.
Lebih baik menggoreng sedikit demi sedikit agar hasilnya matang merata dan tetap renyah.
6. Gunakan Api Sedang
Api yang terlalu besar memang mempercepat proses memasak, tetapi bagian luar peyek bisa cepat gosong sementara bagian dalam masih belum benar-benar kering.
Sebaliknya, api yang terlalu kecil membuat peyek terlalu lama berada di dalam minyak sehingga teksturnya menjadi kurang renyah. Gunakan api sedang agar peyek matang perlahan hingga kadar airnya berkurang secara optimal.
Membuat peyek yang renyah sebenarnya bukan soal resep yang rumit, melainkan ketelitian dalam setiap prosesnya. Mulai dari memilih bahan, mengatur kekentalan adonan, hingga menjaga suhu minyak saat menggoreng. Dengan teknik yang tepat, peyek buatan rumah bisa memiliki tekstur garing, gurih, dan tetap renyah meski disimpan selama beberapa hari. [DW]





