• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 23 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Komunitas

Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia

19/07/2026
in Komunitas
Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia
75
SHARES
580
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

POPULASI lansia di dunia terus meningkat. Namun, hidup lebih lama tidak otomatis berarti hidup lebih bahagia, sebab kesehatan jiwa jauh lebih menentukan kebahagiaan lansia dibanding sekadar kesehatan fisik semata.

Demikian disampaikan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa, dr. Yekti Nurhaeni, Sp. KJ, saat menjadi narasumber dalam Sekolah Lansia Salimah (Salsa) angkatan ke-5 dengan tema “Sehat dan Bahagia di Usia Senja” yang diadakan oleh Salimah Tulungagung pada Ahad (19/7) pagi di SIMA Lab Tulungagung.

Menurut dokter yang sehari-hari berpraktik di RSUD dr Soedomo Trenggalek ini, kunci menua yang bahagia terletak pada keseimbangan tiga hal. Pertama adalah sehat secara fisik yang ditandai dengan terjaganya fungsi tubuh dan mandiri dalam aktifitas sehari-hari.

Kedua sehat secara kejiwaan dengan menerima perubahan, mampu mengelola emosi, dan tetap merasa berharga. Serta ketiga adalah terlibat secara sosial dengan tetap terhubung dengan keluarga, kemunitas, dan lingkungan.

Untuk menjaga kesehatan jiwa lansia, ibu dua anak ini membagikan beberapa kiat. Pertama adalah latihan ketenangan batin melalui relaksasi, berdoa dan meditasi ringan.

“Shalat itu terapi kejiwaan. Kekhusyukan dalam shalat memberi ketenangan yang bahkan melampaui meditasi. Selain itu, latih rasa syukur atau qonaah dalam menjalani hari-hari tua,” tuturnya.

Kiat kedua adalah menjaga koneksi sosial, yaitu degan rutin berkumpul bersama keluarga, teman atau komunitas. Kiat ketiga adalah tetap berkegiatan seperti menjalankan hobi, belajar keterampilan baru atau bergabung dengan kegiatan sosial keagamaan.

Kiat keempat, dengan melatih rasa syukur melalui tulisan atau merenungkan hal baik setiap harinya. Yekti mengingatkan bahwa munculnya masalah di usia senja tidak selalu perlu disikapi dengan cemas berlebihan.

“Jika lansia ada masalah, bilang saja alhamdulillah, itu tanda masih hidup, itu biasa, semoga ringan jalannya.”

Selanjutnya, Yekti mengajak peserta Salsa mengenali sejumlah tanda yang menjadi “lampu kuning” bagi lansia maupun keluarga untuk segera mencari bantuan tenaga profesional. Di antaranya sedih berkepanjangan lebih dari dua minggu, menarik diri total dari lingkungan sosial, kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukai, hingga ucapan-ucapan putus asa atau keengganan untuk hidup.

“Dari tanda-tanda ini, sudah harus waspada untuk segera minta pertolongan ke tenaga profesional,” tegasnya.

Menutup paparannya, Yekti mengingatkan bahwa sehat dan bahagia di usia senja adalah keseimbangan antara raga yang terjaga, jiwa yang tenang, serta hubungan sosial yang hangat. “Usia senja bukan akhir dari makna hidup, melainkan babak baru yang penuh syukur dan kebahagiaan,” pungkasnya. [Mh/dyta, fat, Salimah]

Tags: Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketahui Penyebab Kulit Berminyak

Next Post

Coba Terapkan Tips Menggoreng Peyek Ini agar Hasilnya Anti Gagal

Next Post
Coba Terapkan Tips Menggoreng Peyek Ini agar Hasilnya Anti Gagal

Coba Terapkan Tips Menggoreng Peyek Ini agar Hasilnya Anti Gagal

Ketika Hati Memiliki Keinginan yang Berlebihan

Saat Menghadapi Ujian, Renungkanlah Hal berikut

Jus Apel dan Jeruk Dapat Mencegah Penyakit Pembuluh Darah Otak

Jus Apel dan Jeruk Dapat Mencegah Penyakit Pembuluh Darah Otak

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9586 shares
    Share 3834 Tweet 2397
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2543 shares
    Share 1017 Tweet 636
  • 50 Ucapan Hari Santri Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspirasi

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    306 shares
    Share 122 Tweet 77
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Komisi Fatwa MUI Pusat Menetapkan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • KOB PW Salimah dan LPI Alkautsar Gorontalo Gelar Quranic Parenting

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Pemerintahan Biden akan Mengatur Ulang Hubungan dengan Palestina

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga