• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tazkiyatun Nafs

Bahaya-Bahaya Melupakan Alquran (Bag. 2)

21/11/2021
in Tazkiyatun Nafs
Bahaya-Bahaya Melupakan Alquran (Bag. 2)

Foto: Unsplash

81
SHARES
624
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bahaya-Bahaya Melupakan Alquran (Bag. 2) oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan

Sejak 14-15 abad lalu, Allah Ta’ala sudah menyebutkan akan datangnya masa umat Islam menjauh dari Alquran. Menjauh artinya tidak membacanya, mentabburinya, apalagi mengamalkannya. Inilah bahaya-bahaya melupakan Alquran (bagian 2).

3. Kesesatan yang jauh

Alqurann adalah huda lin naas, petunjuk bagi semua manusia. Maka, ketika manusia berpaling darinya tentu mereka berpaling dari panduan hidup sehingga mereka tersesat dan jauh tersesat.

Baca Juga: Bahaya-Bahaya Melupakan Alquran (Bag. 1)

Bahaya-Bahaya Melupakan Alquran (Bag. 2)

Allah Ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Alquran) dan kepada apa yang diturunkan sebelummu?

Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa’, ayat 60)

Ayat ini menceritakan tentang tersesatnya manusia yang memakai Alquran dan As Sunnah tapi juga menggunakan petunjuk, ketetapan, dan hukum selain Alquran dan As Sunnah.

Mereka lebih memilih selain Alquran, dan Allah Ta’ala menyebutnya sebagai ketetapan Thaghut. Tapi mereka mengklaim telah ikut Alquran, Allah Ta’ala menyebut mereka tersesat. Ini menunjukkan mengikuti Alquran mesti tulus dan total.

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan ayat ini:

هَذَا إِنْكَارٌ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى مَنْ يَدَّعِي الْإِيمَانَ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْأَنْبِيَاءِ الْأَقْدَمِينَ، وَهُوَ مع ذلك يريد أن يتحاكم فِي فَصْلِ الْخُصُومَاتِ إِلَى غَيْرِ كِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ، كَمَا ذُكِرَ فِي سَبَبِ نُزُولِ هَذِهِ الْآيَةِ أَنَّهَا فِي رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ ورجل من اليهود تخصاما، فَجَعَلَ الْيَهُودِيُّ يَقُولُ: بَيْنِي وَبَيْنَكَ مُحَمَّدٌ، وَذَاكَ يَقُولُ: بَيْنِي وَبَيْنَكَ كَعْبُ بْنُ الْأَشْرَفِ، وَقِيلَ: فِي جَمَاعَةٍ مِنَ الْمُنَافِقِينَ مِمَّنْ أَظْهَرُوا الْإِسْلَامَ، أَرَادُوا أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى حُكَّامِ الْجَاهِلِيَّةِ، وَقِيلَ غَيْرُ ذَلِكَ، وَالْآيَةُ أَعَمُّ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ، فَإِنَّهَا ذَامَّةٌ لِمَنْ عَدَلَ عَنِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ. وَتَحَاكَمُوا إِلَى مَا سِوَاهُمَا مِنَ الْبَاطِلِ، وَهُوَ الْمُرَادُ بِالطَّاغُوتِ هَاهُنَا، وَلِهَذَا قَالَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ إلىآخرها.

Ayat ini merupakan pengingkaran Allah terhadap orang yang mengklaim beriman kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ (Alquran) dan apa yang diturunkan kepada para nabi terdahulu. Saat yang bersamaan, mereka ingin mendamaikan pertengkaran manusia tapi tidak menggunakan Alquran dan sunnah RasulNya, sebagaimana tertera di dalam sebab turunnya ayat ini.

Ayat ini turun tentang pertengkaran seorang laki-laki Anshar, dengan orang Yahudi. Si Yahudi berkata: “Antara saya dan kamu ada Muhammad.” Lalu laki-laki Anshar berkata: “Antara saya dan kamu ada Ka’ab bin Asyraf (tokoh Yahudi Madinah).”

Ada yang mengatakan, ayat ini tentang segolongan orang-orang munafiq yang menampakkan keislaman, tapi mereka hendak menetapkan perkara dengan hukum jahiliyah. Ada pula versi lainnya.

Ayat ini berlaku lebih umum dari semua itu. Ini merupakan kecaman bagi mereka yang mengadili dari Alquran dan As Sunnah, tapi juga menggunakan ketetapan selain keduanya dengan batil.

Inilah maksud berhukum dengan hukum Thaghut di ayat ini. Oleh karenanya, Allah berfirman: “Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Thaghut.”

(Tafsir Alquran Al ‘Azhim, 2/305)

Inilah yang membuat mereka tersesat, ketika tidak puas dengan Alquran, mereka tambahkan lagi dengan ketetapan dari sumber-sumber jahiliyah. Padahal semua itu mesti mereka ingkari, sebagaimana penekanan dalam ayat tersebut:

وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ

” .. padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Thaghut itu.”

Sebagian ahli tafsir generasi awal, memaknai hukum Thaghut dalam konteks ayat itu maksudnya hukum yang ditetapkan oleh tokoh Yahudi Madinah, Ka’ab bin Asyraf.

Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah mengatakan:

والطاغوت: كعب بن الأشرف، قاله ابن عباس، ومجاهد، والضحاك، والربيع، ومقاتل

Thaghut yaitu Ka’ab bin Asyraf. Ini dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Adh Dhahak, Ar Rabi’, dan Muqatil.

(Zaadul Masiir, 1/426)

Namun, yang terjadi bukannya Thaghut ini diingkari justru malah diikuti. Akhirnya, syetan menyesatkan mereka dengan kesesatan yang begitu nyata.

Allah Ta’ala menutup ayat itu dengan:

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.

Demikian. Wallahu a’lam. [ind]

(Bersambung)

Tags: Bahaya-Bahaya Melupakan Alquran (Bag. 2)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jelang Idul Adha, Ricky Harun Siapkan Kurban Bersama Keluarga

Next Post

Akhir Pekan, Yuk Buat Donat Mini Bersama Buah Hati

Next Post

Akhir Pekan, Yuk Buat Donat Mini Bersama Buah Hati

Innalillahi, Kepala Humas BNPB Wafat

Manajemen Marah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9709 shares
    Share 3884 Tweet 2427
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1489 shares
    Share 596 Tweet 372
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2544 shares
    Share 1018 Tweet 636
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4393 shares
    Share 1757 Tweet 1098
  • Wisata Satwa: Hiburan Manusia atau Bentuk Eksploitasi Hewan?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hobi Berbagi Gunting Kuku dengan Keluarga? Dokter Kulit Ungkap Risiko di Baliknya!

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11900 shares
    Share 4760 Tweet 2975
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2625 shares
    Share 1050 Tweet 656
  • Produk Skincare Kedaluwarsa Sebelum Habis, Apakah Masih Aman Digunakan?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain? Berikut 5 Cara Berdamai dengan Rasa Kecewa

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga