• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 28 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Niat Membayar Utang Puasa Ramadan Setelah Azan Subuh

07/01/2025
in Syariah, Unggulan
Niat Membayar Utang Puasa Ramadan Setelah Azan Subuh

Niat Membayar Utang Puasa Ramadan Setelah Azan Subuh (foto: pixabay)

91
SHARES
698
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JIKA kita melafazkan niat membayar utang puasa Ramadan biasanya dilakukan pada saat malam hari. Akan tetapi, kalau niat puasa bayar utang Ramadan dilakukan sesudah azan subuh, apakah bisa?

Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan bahwa para ulama umumnya mensyaratkan niat adalah di malam hari, dan maksimal sebelum fajar (subuh).

Hal itu berdasarkan beberapa riwayat berikut.

Dari Hafshah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

من لم يبيت الصيام من الليل فلا صيام له

Barang siapa yang malam hari belum berniat puasa, maka tidak ada puasa baginya. (HR. An Nasa’i No. 2334, Al Baihaqi No. 8163)

Al Hafizh Ibnu hajar berkata: “Hadits ini dishahihkan para imam, seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al Hakim, dan Ibnu Hazm. (Fathul Bari, 4/142)

Juga Dari Hafshah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Barang siapa yang belum berniat puasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya. (HR. At Tirmidzi No. 730, Abu Daud No. 2456, Ad Daruquthni, 2/172, Ad Darimi No. 1698, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 2654, Ibnu Khuzaimah No. 1933)

Hadits shahih, seperti yang dikatakan oleh Syaikh Al Albani, Syaikh Al A’zhami, dan Syaikh Husein Salim Asad.

Baca Juga: Syarat Niat Puasa Ramadan

Niat Membayar Utang Puasa Ramadan Setelah Azan Subuh

Nah, hadis ini menjadi dasar bahwa niat berpuasa, khususnya puasa wajib (Ramadhan, qadha, dan nazar) adalah di malam hari, paling lambat sebelum fajar.

Imam Ibnu Khuzaimah berkata:

أراد بقوله : لا صيام لمن لم يجمع الصيام من الليل الواجب من الصيام دون التطوع منه

Maksud dari sabdanya: “Tidak ada puasa bagi yang belum berniat puasa pada malam hari” adalah puasa wajib, bukan puasa sunnah. (Shahih Ibni Khuzaimah, 3/213)

Imam Al Munawi berkata:

( من لم يبيت الصيام قبل طلوع الفجر ) أي ينويه قبله ( فلا صيام له ) اذا كان فرضا

(Barang siapa yang belum berniat puasa sebelum terbitnya fajar) yaitu berniat sebelumnya, (maka tidak ada puasa baginya), yaitu jika puasa fardhu. (At Taisir, 2/857)

Kenapa puasa sunnah boleh berniat setelah fajar?

Aisyah Radhiallahu ‘Anha bercerita:

كان النبي صلى الله عليه و سلم يأتينا فيقول هل عندكم من غداء فإن قلنا نعم تغدى وإن قلنا لا قال إني صائم

Dahulu Nabi ﷺ mendatangi kami dan berkata: “Apakah kamu punya makan buat sarapan?” Jika kami jawab: “Ya” maka dia makan, jika kami jawab “tidak”, maka dia berkata: “Kalau begitu saya berpuasa.” (HR. Ad Daruquthni, 2/176, No. 21. Kata Ad Daruquthni: shahih)

Bagaimana kalau lupa melafazkan? Melafazkan niat itu bukan syarat sahnya puasa, yang penting sudah ada niat di hati, dan itu sudah ditunjukkan dengan aktivitas sahur.

Jika orang makan sahur itu menjadi tanda bahwa dia mau puasa walau tidak mengucapkannya.

Tertulis dalam Al Mausu’ah:

Pendapat kalangan Hanafiyah (pengikut Imam Abu Hanifah) berdasarkan pendapat yang dipilih, dan Syafi’iyah (pengikut imam Asy Syafi’i) serta Hanabilah (Hambaliyah-pengikut Imam Ahmad bin Hambal) menurut pendapat mazhab bahwasanya melafazkan niat dalam peribadatan adalah sunah, agar lisan dapat membimbing hati.

Sebagian Hanafiyah dan sebagian Hanabilah menyatakan bahwa melafazkan niat adalah makruh.

Kalangan Malikiyah (pengikut Imam Malik) mengatakan bolehnya melafazkan niat dalam peribadatan, namun yang lebih utama adalah meninggalkannya, kecuali bagi orang yang was-was maka baginya dianjurkan untuk melafazkannya untuk menghilangkan kekacauan dalam pikirannya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 42/67)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili Hafizhahullah menjelaskan:

“Secara qah’i melafazkan niat tidaklah menjadi syarat sahnya, tetapi disunahkan menurut jumhur (mayoritas) ulama -selain Malikiyah- melafazkannya untuk menolong hati menghadirkan niat,

agar pengucapan itu menjadi pembantu dalam mengingat, dan yang lebih utama menurut kalangan Malikiyah adalah meninggalkan pelafazan niat itu,

karena tidak ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya tentang melafazkan niat, begitu pula tidak ada riwayat dari imam yang empat.” (Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 1/137)

Wallahu a’lam. Semoga penjelasan Ustaz Farid mengenai niat membayar utang puasa ini menambah wawasan kamu, Sahabat Muslim.[ind]

Tags: niat membayar utang puasa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Orang Rendahan pun Bisa Istimewa

Next Post

Simak Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Tahun 2025

Next Post
Simak Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Tahun 2025

Simak Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Tahun 2025

Kini 523 Guru, Universitas Gadjah Mada Menambah 81 Guru Besar Baru

Kini 523 Guru, Universitas Gadjah Mada Menambah 81 Guru Besar Baru

Beberapa Minuman Herbal yang Mampu Menurunkan Kadar Kolesterol

Beberapa Minuman Herbal yang Mampu Menurunkan Kadar Kolesterol

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    482 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3432 shares
    Share 1373 Tweet 858
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7899 shares
    Share 3160 Tweet 1975
  • BPBD DKI Jakarta Imbau Potensi Banjir Rob hingga 3 Februari 2026

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4095 shares
    Share 1638 Tweet 1024
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3198 shares
    Share 1279 Tweet 800
  • Ketika Presiden Korea Selatan ‘Mengamalkan’ Al-Qur’an

    176 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1680 shares
    Share 672 Tweet 420
  • Peningkatan Kasus Virus Nipah di India bisa Berakibat Fatal

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga