• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 28 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Tambahan Lafaz “Hayya ‘Alal Jihad” pada Azan

22/05/2021
in Syariah, Unggulan
Hukum Tambahan Lafadz “Hayya ‘Alal Jihad” pada Adzan

Hukum Tambahan Lafadz “Hayya ‘Alal Jihad” pada Adzan Foto : Pixabay

106
SHARES
818
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Tambahan lafadz “Hayya ‘Alal Jihad” pada adzan. Pertanyaan: Ustadz, apakah diperkenankan menambahkan lafadz hayya ‘alal jihad dalam adzan?

Jawaban

Oleh Ustaz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

Hukum Tambahan Lafadz “Hayya ‘Alal Jihad” pada Adzan

Bismillahirrahmanirrahim…

Telah beredar beberapa potongan video yang menampilkan beberapa kelompok orang yang berbeda sedang berkumpul layaknya shalat dan mengumandangkan adzan namun dengan tambahan hayya ‘alal jihad setelah melafadzkan dua kalimat syahadat.

Maka, ini perlu dirinci dulu.

Jika itu ternyata bukanlah adzan untuk memanggil orang shalat, tapi – misalnya- sedang yel-yel atau sejenisnya.

Maka, ini hal yang makruh menurut umumnya ulama menggunakan adzan untuk keperluan selain shalat, tanpa dalil.

Dalam madzhab Syafi’i dan sebagian Maliki generasi akhir, dibolehkan adzan dipakai untuk keperluan selain shalat, ITU PUN TANPA ADA PERUBAHAN LAFADZ, baik penambahan atau pengurangan.

Tertulis dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah:

شُرِعَ الأَْذَانُ أَصْلاً لِلإِْعْلاَمِ بِالصَّلاَةِ إِلاَّ أَنَّهُ قَدْ يُسَنُّ الأَْذَانُ لِغَيْرِ الصَّلاَةِ تَبَرُّكًا وَاسْتِئْنَاسًا أَوْ إِزَالَةً لِهَمٍّ طَارِئٍ وَالَّذِينَ تَوَسَّعُوا فِي ذِكْرِ ذَلِكَ هُمْ فُقَهَاءُ الشَّافِعِيَّةِ فَقَالُوا : يُسَنُّ الأَْذَانُ فِي أُذُنِ الْمَوْلُودِ حِينَ يُولَدُ ، وَفِي أُذُنِ الْمَهْمُومِ فَإِنَّهُ يُزِيل الْهَمَّ ، وَخَلْفَ الْمُسَافِرِ ، وَوَقْتَ الْحَرِيقِ ، وَعِنْدَ مُزْدَحِمِ الْجَيْشِ ، وَعِنْدَ تَغَوُّل الْغِيلاَنِ وَعِنْدَ الضَّلاَل فِي السَّفَرِ ، وَلِلْمَصْرُوعِ ، وَالْغَضْبَانِ ، وَمَنْ سَاءَ خُلُقُهُ مِنْ إِنْسَانٍ أَوْ بَهِيمَةٍ ، وَعِنْدَ إِنْزَال الْمَيِّتِ الْقَبْرَ قِيَاسًا عَلَى أَوَّل خُرُوجِهِ إِلَى الدُّنْيَا

Pada dasarnya adzan disyariatkan sebagai pemberitahuan untuk shalat, hanya saja adzan juga disunnahkan selain untuk shalat dalam rangka mencari keberkahan, menjinakkan, dan menghilangkan kegelisahan yang luar biasa. Pihak yang memperluas masalah ini adalah para ahli fiqih Syafi’iyah. Mereka mengatakan:

Disunnahkan adzan di telinga bayi saat lahirnya;

Di telinga orang yang sedang galau karena itu bisa menghilangkan kegelisahan;

Mengiringi musafir;

Saat kebakaran;

Ketika pasukan tentara kacau balau;

Diganggu makhluk halus;

Saat tersesat dalam perjalanan;

Terjatuh;

Saat marah;

Menjinakan orang atau hewan yang jelek perangainya;

Baca Juga : Israel Hentikan Kumandang Adzan di Masjid Ibrahimi Hebron

Saat memasukan mayit ke kubur diqiyaskan dengan saat manusia terlahir ke dunia. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 2/372-373)

Adapun Imam Malik memakruhkan semua hal ini, tapi berbeda dengan pengikutnya (Malikiyah) yang justru sepakat dengan kalangan Syafi’iyah. Berikut ini keterangannya:

وَكَرِهَ الإْمَامُ مَالِكٌ هَذِهِ الأْمُورَ وَاعْتَبَرَهَا بِدْعَةً ، إِلاَّ أَنَّ بَعْضَ الْمَالِكِيَّةِ نَقَل مَا قَالَهُ الشَّافِعِيَّةُ ثُمَّ قَالُوا : لاَ بَأْسَ بِالْعَمَل بِهِ

Imam Malik memakruhkan semua ini dan menyebutnya sebagai bid’ah, kecuali sebagian Malikiyah yang mengambil pendapat yang sama dengan Syafi’iyah, menurut mereka: “Tidak apa-apa mengamalkannya.” (Ibid, 2/372-373)

Maka, jika ini bukan adzan panggilan orang shalat maka makruh menurut mayoritas ulama, sebagian ada yang membid’ahkan, sebagian ada yang membolehkan ITU PUN TANPA PERUBAHAN LAFADZ.

Jika ada perubahan lafadz maka tidak satu pun madzhab yang membenarkannya.

Jika ternyata itu benar-benar adzan untuk shalat. Maka, ini lebih berat lagi. Sebab, lafadz adzan sudah paten dan diketahui dari zaman ke zaman, dan menjadi salah satu syiar utama Islam. Kecuali pada kalimat tertentu yang memang ada dasarnya, seperti:

Ash shalaatu khairun minan naum (shalat itu lebih baik daripada tidur), pada adzan pertama di waktu Shubuh dibaca setelah hayya ‘alal falah.

Ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Ibnu Majah, Imam Al Baihaqi, dan lain-lain, dari jalur Ibnu Umar dan Abu Mahdzurah.

Shalluu fii buyuutikum (shalatlah di rumah kalian), ini dari jalur Ibnu Abbas dalam Shahih Bukhari. Saat itu dilafadzkan di saat hujan di waktu shalat Jum’at. Imam Bukhari membuat Bab:

باب الرُّخْصَةِ لِمَنْ لَمْ يَحْضُرِ الْجُمُعَةَ فِي الْمَطَرِ

Bab Shalat di Kendaraan (Tunggangan) di saat Hujan

Adapun orang Syiah, menambahkan dengan “Hayya ‘ala khairil ‘amal“, tidak ada dalam sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Namun, ada dalam perbuatan sebagian sahabat Nabi seperti Ibnu Umar. (Lihat Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra, No. 1991)

Dalam riwayat yang shahih, Naafi’ berkata: “Dahulu Ibnu Umar menambahkan pada adzannya dengan hayya ‘ala khairil ‘amal.” Naafi’, juga berkata kadang Ibnu Umar meninggalkan kalimat itu. (Al Mushannaf Ibni Abi Syaibah No. 2240-2241)

Syaikh Zakariya Ghulam bin Qadir Al Bakistani mengatakan: “Ini menunjukkan hayya ‘ala khairil ‘amal, bukanlah termasuk lafadz adzan. Sebab, jika termasuk lafadz adzan tidak mungkin Ibnu Umar kadang melakukan dan kadang meninggalkannya. Beliau mengucapkan itu sebagai peringatan bagi manusia saja.” (Maa Shahha min ‘Atsar ash Shahabah fil Fiqh, 1/195)

Juga dari Bilal bin Rabah dalam adzan shalat Shubuh, namun oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diperintahkan diganti dengan Ash shalaatu khairun minan naum akhirnya “Hayya ‘ala khairil ‘amal” tidak dipakai lagi. (Ath Thabarani dalam al Mu’jam al Kabir No. 1071. Hanya saja dalam sanadnya terdapat kelemahan. Lihat Majma’ az Zawaid, No. 1857)
Pandangan Para Ulama

Imam Ibnu Hajar Al Haitami:

“Apabila lafadz adzan diubah seperti mengubahnya menjadi “hayya ‘ala khairil ‘amal – marilah berbuat kebaikan”, maka adzannya TIDAK SAH. Secara qiyas hukumnya adalah haram, karena orang yang mengubah kalimat adzan telah melakukan ritual ibadah yang rusak.” (Tuhfatul Muhtaj, 1/468)

Dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah yang diasuh oleh Syaikh Abdullah Al Faqih disebutkan:

فإن الأذان من أعظم شعائر الإسلام …..وإذا كان الأذان بهذه المنزلة، فلا شك أن المحافظة على ألفاظه الشرعية وصيانتها عن التحريف والتبديل من المحافظة على شعائر الإسلام، ولذا ذهب كثير من أهل العلم إلى أن الخطأ في ألفاظ الأذان أو أدائه بما يغير المعنى يبطل الأذان

Adzan termasuk syiar Islam yang paling agung… Jika adzan kedudukannya seperti itu, maka tidak ragu lagi bahwa menjaga lafadz-lafadznya yang syar’i dan melindunginya dari penyimpangan dan perubahan adalah termasuk penjagaan terhadap syiar Islam. Oleh karena mayoritas ulama menyatakan bahwa kesalahan dalam lafadz adzan atau mengucapkannya tapi berubah maknanya, membuat adzan itu BATAL. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah No. 36609)

Baca Juga : Pengusaha Muslim Inggris Mengumandangkan Adzan di Tower Bridge London

Kesimpulan

Maka, jika tambahan “hayya ‘alal jihad” tersebut dianggap bagian dari adzan memanggil orang shalat maka adzan tersebut batal, bahkan dinilai sebagai perbuatan haram karena telah merusak ibadah.

Ditambah lagi, sudah ratusan kali kaum muslimin berjihad sejak masa Badar sampai perang di Gaza, tidak ada satu riwayat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, para sahabat, tabi’in, ulama madzhab, sampai ulama zaman ini dan para mujahidinnya, menggunakan lafadz itu dalam adzan mereka. Ini benar-benar hal yang baru ada dan murni “made in Indonesia.”

Demikian. Wallahu A’lam.[Ind/Wld].

Tags: Hukum Tambahan Lafadz “Hayya ‘Alal Jihad” pada Adzan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Microsoft akan Hentikan Layanan Browser Internet Explorer pada 2022

Next Post

Jarak Bolehnya Meng-qashar Shalat

Next Post
Jarak Bolehnya Mengqashar Shalat

Jarak Bolehnya Meng-qashar Shalat

Self Love ala Zee Zee Shahab

Self Love ala Zee Zee Shahab

Tafsir Surat Yasin Ayat ke-55

Tafsir Surat Yasin Ayat ke-55

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    480 shares
    Share 192 Tweet 120
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3431 shares
    Share 1372 Tweet 858
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7898 shares
    Share 3159 Tweet 1975
  • Leshia Tivana Billar Rayakan Ulang Tahun Pertamanya dengan Outfit Serba Putih

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4094 shares
    Share 1638 Tweet 1024
  • BPBD DKI Jakarta Imbau Potensi Banjir Rob hingga 3 Februari 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayo Less Waste Bersama PNH Menyalurkan Bibit Pohon di Yogyakarta dalam Upaya Cegah Bencana Ekologis Berulang

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5267 shares
    Share 2107 Tweet 1317
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1679 shares
    Share 672 Tweet 420
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga