• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 2 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Kerja Sampingan saat Jam Kerja

23/07/2025
in Syariah, Unggulan
Suami Tidak Memperbolehkan Istri Bekerja Karena Tidak Mau Istri Kelelahan

Suami Tidak Memperbolehkan Istri Bekerja Karena Tidak Mau Istri Kelelahan (foto: freepik)

218
SHARES
1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

APAKAH kerja sampingan yang dilakukan saat jam kerja dibolehkan? Saya karyawan di sebuah perusahaan yang bekerja dari pagi hingga sore.

Untuk menambah penghasilan, saya ingin melakukan kerja sampingan sebagai dropshipper online untuk produk-produk kebutuhan rumah tangga atau investasi di efek-efek syariah. 

Bagaimana pandangan syariahnya? Mohon penjelasan, Ustaz.

Oleh: Ustaz Dr. Oni Sahroni (Anggota Dewan Syariah Nasional MUI)

Pertama, prinsip dasarnya adalah fokus menunaikan tugas selama jam kerja dan tidak melakukan aktivitas lain yang berpotensi melalaikan tugasnya.

Hal itu seperti kerja sampingan saat jam kerja, baik saat ada aturan perusahaan yang melarang karyawan kerja sampingan atau tidak, tetapi kelaziman menyimpulkan bahwa kerja sampingan itu mengganggu dan melalaikan tugasnya atau membuka kecemburuan sesama karyawan.

Kedua, bekerja sampingan diperbolehkan saat perusahaan tempat bekerja memperbolehkannya untuk jenis pekerjaan tertentu.

Selain itu, pekerjaannya halal dan tidak melalaikan tugas-tugasnya saat bekerja.

Dia juga tetap fokus saat bekerja dengan merujuk pada ketentuan internal perusahaan tempat bekerja.

Ketiga, memilih pilihan yang lebih hati-hati, yaitu walaupun bekerja sampingan, tetapi dilakukan di luar jam kerja.

Atau, memilih jenis penghasilan tambahan yang tidak menguras perhatian dan konsentrasi, seperti investasi dalam saham dan reksa dana syariah.

Baca Juga: Aduh, Kerja Sampingan Ibu Rumah Tangga di Karawang ini Jualan Narkoba

Hukum Kerja Sampingan saat Jam Kerja

Keempat, di antara hal-hal yang harus dipertimbangkan agar bisa fokus mengerjakan tugasnya sebagai seorang professional adalah:

a. Memilih jenis pekerjaan yang halal, dapat dijadikan sumber pendapatan, sesuai dengan passion, bisa mengembangkan skill atau kemampuannya, serta pekerjaan tersebut berkontribusi terhadap peran sosialnya agar pekerjaannya bisa dinikmati.

b. Meluangkan waktu dan perhatian yang cukup, serta tidak melakukan pekerjaan sampingan saat diprediksi akan menyita waktu dan melalaikan tugasnya

c. Bagi lembaga yang menerima jasa (pemberi pekerjaan) perlu memastikan bahwa hak-hak karyawannya, termasuk gaji terpenuhi, agar mereka bisa fokus melakukan pekerjaannya.

Kelima, hal ini merujuk pada tuntunan umum dalam melakukan sebuah pekerjaan, di antaranya hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu..” (H.R. Muslim)

Hadis tersebut menjelaskan tentang kewajiban untuk menunaikan pekerjaan dengan penuh totalitas dan baik sesuai target perusahaan.

Sebaliknya, melakukan pekerjaan setengah-setengah dan tidak sesuai dengan tugasnya itu bertentangan dengan hadis tersebut.

Selain itu, merujuk kepada akad ijarah yang mendasari perjanjian antara pegawai dan perusahaan tempat bekerja, karyawan mendedikasikan waktunya saat bekerja untuk perusahaan dan sebagai kompensasinya perusahaan memenuhi hak-hak pegawainya.

Sebagaimana hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “….Kaum muslimin terikat dengan syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (H.R. Tirmidzi)

Kemudian, perlu ada kriteria dan parameter yang menunjukkan bahwa ini dikerjakan dalam bentuk ihsan dan ada perjanjian yang ditandatangani oleh si penerima pekerjaan dengan si pemberi pekerjaan.

Karena masing-masing pihak sudah terikat perjanjian, seluruhnya harus memenuhi apa yang disepakati, termasuk jam kerja, output pekerjaan, dan lainnya.

Sebagaimana kaidah, “Sesuatu yang diketahui (berlaku) secara adat (berdasarkan kebiasaan) sama statusnya dengan sesuatu yang ditetapkan sebagai syarat.” (Ali Haidar, Durar al-Hukkam, 233).

Wallahua’lam.[ind]

*artikel ini tayang di Koran Republika, Rabu 22 September 2021 hlm. 10.

Tags: Hukum Kerja Sampingan saat Jam Kerja
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Duri Utara

Next Post

Mensyukuri Nikmat yang Paling Agung

Next Post
Mensyukuri Nikmat yang Paling Agung

Mensyukuri Nikmat yang Paling Agung

Suami Mendiamkan Mertua

Tips Membuat Rumah-rumahan, Bermain Asyik dengan Anak

Pentingnya Belajar Ilmu Rumah Tangga

Cara Mendapatkan Jodoh yang Diridhoi Allah

  • Membaca Tanda Daycare Bermasalah

    Membaca Tanda Daycare Bermasalah

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8306 shares
    Share 3322 Tweet 2077
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3739 shares
    Share 1496 Tweet 935
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11301 shares
    Share 4520 Tweet 2825
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3330 shares
    Share 1332 Tweet 833
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1230 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2094 shares
    Share 838 Tweet 524
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4568 shares
    Share 1827 Tweet 1142
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga