• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 1 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Cara Duduk Makmum Masbuk saat Tasyahud Akhir

07/05/2022
in Syariah, Unggulan
Nikmatnya Ibadah Ketika Tertimpa Musibah

(foto: pinterest)

271
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA cara duduk makmum masbuk saat tasyahud akhir? Saya berjamaah sholat magrib dengan suami. Pada rakaat pertama saya batal, berarti saya tertinggal satu rakaat.

Bagaimana posisi duduk saya pada rakaat kedua pada saat imam sudah rakaat terakhir? Apakah seperti imam, ataukah seperti tahiyatul awal? Demikian. Jazakumullah.

Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan mengenai cara duduk makmum masbuk saat tasyahud akhir yaitu sebagai berikut.

Baca Juga: Batas Makmum Disebut Masbuk

Cara Duduk Makmum Masbuk saat Tasyahud Akhir

Cara duduk tasyahud akhir seorang makmum yang masbuk diperselisihkan para ulama apakah tawaruk (seperti imam), ataukah iftirasy seperti tasyahud awal sebab si makmum hakikatnya baru tasyahud awal.

Pendapat pertama adalah tetap tawaruk ikuti imam. Seperti yang dikatakan oleh Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad al Badr:

المسبوق إذا جاء والإمام في التشهد الأخير يجلس كجلوس الإمام وكجلوس المصلين الذين لم يسبقوا، فيجلس متوركاً كما جاءت في ذلك السنة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، فالإمام يتورك ومن وراءه يتورك والمسبوق يتورك، ولا يعتبر نفسه أنه في التشهد الأول

Seorang masbuk jika dia bergabung dan imam dalam posisi tasyahud akhir maka hendaknya dia duduk seperti duduknya imam dan duduknya makmum lain yang tidak masbuk,

maka hendaknya dia duduk tawaruk sebagaimana hal itu diambil dari Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Maka, imam tawaruk, makmum tawaruk, dan orang masbuk juga tawaruk. Dia tidak dianggap dirinya di tasyahud awal. (selesai)

Dalilnya adalah keumuman hadits:

إنما جعل الإمام ليؤتم به؛ فلا تختلفوا عليه

Sesungguhnya dijadikannya seseorang sebagai imam untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihinya. (HR. Muslim)

Pendapat kedua adalah makmum yang masbuq hendaknya duduk iftirasy, sebab prinsip tata cara duduk dalam shalat itu tasyahud awal adalah iftirasy, sedangkan si masbuk secara riil masih tasyahud awal.

Imam al Bujairimi menjelaskan:

وجملة جلسات الافتراش ستة وهي: الجلوس بين السجدتين، وجلوس التشهد الأول، وجلوس الاستراحة، وجلوس المسبوق، وجلوس الساهي، وجلوس المصلي قاعدا للقراءة

Secara umum duduk iftirasy itu ada enam keadaan:

1. Saat duduk di antara dua sujud
2. Duduk tasyahud awal

3. Duduk istirahat
4. Duduknya masbuk

5. Duduk ketika sujud sahwi
6. Duduk orang yang shalatnya duduk saat membaca surat

(Hasyiyah al Bujairimi ‘alal Khathib, 2/74)

Ada pun Malikiyah, bagi mereka, duduk tasyahud shalat tidak ada iftirasy sama sekali, semua shalat baik yang dua kali tasyahud atau sekali, duduknya adalah tawaruk baik makmum atau imam. (Syaikh Wahbah az Zuhaili, Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 2/853)

Maka, masalah ini diperselisihkan para ulama. Mana yang kita pakai tetaplah itu dalam rekomendasi para ulama dengan dalil-dalil yang mereka miliki. Silakan pilih mana yang paling mudah bagi kondisi fisik kita, semuanya sah.

Demikian. Wallahu a’lam. Semoga penjelasan mengenai cara duduk makmum masbuk saat tasyahud akhir ini menambah wawasan keislaman kamu, Sahabat Muslim.[ind]

Tags: cara duduk makmum masbukCara duduk makmum masbuk saat tasyahud akhir
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Resep Mie Tek-Tek untuk Si Kecil

Next Post

Kecelakaan Arus Mudik

Next Post
Normalnya Fenomena Mudik

Kecelakaan Arus Mudik

Gunakanlah Kesempatan untuk Berdakwah

Gunakanlah Kesempatan untuk Berdakwah

Visi Parenting untuk Keluarga Muslim

Visi Parenting untuk Keluarga Muslim

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    275 shares
    Share 110 Tweet 69
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8556 shares
    Share 3422 Tweet 2139
  • Resep Siomay Gluten Free ala Chef Devina Hermawan

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11393 shares
    Share 4557 Tweet 2848
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Makna 4 Sumpah Allah Pada Surah At-Tiin

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Rakerwil Salimah Jakarta Konkretkan Kesolidan untuk Program Berdampak

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4382 shares
    Share 1753 Tweet 1096
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3849 shares
    Share 1540 Tweet 962
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga