• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 24 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Batalkah Wudhu apabila Menceboki Anak?

11/09/2025
in Syariah
Batalkah wudhu apabila menceboki anak?

Foto: Canva Pro/Zurijeta

103
SHARES
795
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BATALKAH wudhu apabila menceboki anak? Berikut jawaban Ustaz Farid Numan Hasan Hafizhahullah yang bisa mencerahkan kita semua.

Ustaz Farid menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang, apakah batal wudhu seseorang yang menyentuh aurat (kemaluan) anak kecil?

Baca Juga: Bolehkah Berwudhu Tanpa Menutup Aurat?

Batalkah Wudhu apabila Menceboki Anak?

1. BATAL

Imam Ibnu Qudamah mengatakan:

نقض الوضوء بمس الفرج – : لا فرق بين ذكره وذكر غيره ، ولا فرق بين ذكر الصغير والكبير

Batalnya wudhu karena menyentuh kemaluan, tidak ada bedanya antara kemaluan anak kecil dan dewasa. (Al Mughni, 1/118) Dalam fatwa Al Lajnah Ad Daimah dikatakan:

لمس العورة بدون حائل ينقض الوضوء سواء كان الملموس صغيرا أو كبيرا ؛ لما ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( من مس فرجه فليتوضأ )

Menyentuh aurat tanpa penghalang adalah membatalkan wudhu, sama saja baik itu menyentuh aurat anak-anak atau dewasa. Berdasarkan hadits Nabi ﷺ: “Barang siapa yang menyentuh kemaluannya maka hendaknya dia berwudhu.” (Al Lajnah Ad Daimah, 5/265)

2. Boleh dan TIDAK BATAL

Imam Ibnu Qudamah mengatakan:

وعن الزهري والأوزاعي : لا وضوء على من مس ذكر الصغير ; لأنه يجوز مسه والنظر إليه

Dari Az Zuhriy dan Al Auza’iy: “Tidak wajib berwudhu bagi yang menyentuh kemaluan anak kecil karena boleh menyentuh dan melihatnya.” (Al Mughni, 1/118) Bahkan Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin mengatakan tidak batal juga menyentuh kemaluan dewasa kecuali bersyahwat berdasarkan seluruh dalil yang ada.

Beliau menjelaskan:

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

لا، يعنى مس عورة الطفل لا ينقض الوضوء ، بل مس عورة الإنسان البالغ لا ينقض الوضوء ، إلا إذا كان لشهوة ، وبهذا نجمع بين حديث طلق بن علي و بسرة بنت صفوان : فإن حديث طلق بن علي : ( أن النبي صلى الله عليه وسلم سئل : عن الرجل يمس ذكره في الصلاة أعليه وضوء ؟ قال : لا ، إنما هو بضعة منك ) ، وحديث بسرة : ( من مس ذكره فليتوضأ ) . نقول : إذا كان لشهوة وجب الوضوء ، وإذا كان لغير شهوة لم يجب ويوحي إلى هذا التفصيل قول النبي صلى الله عليه وسلم : ( إنما هو بضعه منك ) فإذا مسسته كما تمس مثلاً بقية الأعضاء ، ومعلوم أن الإنسان لا يمس غير الذكر لا يمسها للشهوة أبداً ، أليس كذلك ؟ طيب نقول : إذا مسسته كما تمس سائر الأعضاء بدون شهوة فإنه لا وضوء عليك ، وإن مسسته بشهوة ، فعليك الوضوء ؛ لأنه ربما يخرج شيءٌ منك مع الشهوة من حيث لا تشعر . والخلاصة : أن مس ذكر الكبير والصغير لا ينقض الوضوء إلا إذا كان لشهوة ، والذي يغسل فرج الصبي قطعاً ليس عنده شهوة ” انتهى من ” لقاء الباب المفتوح ”

“Tidak, yakni menyentuh kemaluan anak kecil tidak membatalkan wudhu. Bahkan menyentuh kemaluan orang yang telah baligh juga tidak membatalkan wudhu. Terkecuali jika menyentuhnya dengan syahwat.

Dengan ini, kami memadukan hadits Thalq bin Ali dan Busrah binti Shafwan. Bahwa hadits Thalq bin Ali menyebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah ditanya perihal seseorang yang menyentuh kemaluannya sewaktu shalat, apakah ia harus berwudhu lagi?”

Beliau bersabda, “Tidak, sebab ia termasuk bagian dari anggota tubuhmu.” Sedangkan hadits Busrah, Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu.” Kami berkata, jika menyentuhnya dengan syahwat, maka wajib baginya wudhu.

Tapi jika menyentuhnya tanpa syahwat, maka ia tidak diwajibkan berwudhu lagi. Yang mendasari rincian ini adalah sabda Nabi ﷺ, “Sesungguhnya ia [kemaluan itu] merupakan bagian dari anggota tubuhmu.”

Oleh karena itu, jika engkau menyentuhnya hukumnya seperti engkau menyentuh anggota tubuhmu yang lain, jika tanpa syahwat maka engkau tidak wajib berwudhu karenanya. Namun, jika engkau menyentuhnya dengan syahwat, maka engkau wajib berwudhu. Karena bisa jadi, dengan syahwat akan keluar sesuatu [seperti mani atau madzi] darinya tanpa engkau sadari.

Kesimpulannya: menyentuh kemaluan anak-anak maupun dewasa tidak membatalkan wudhu, terkecuali jika disertai dengan syahwat. Dan orang yang mencuci kemaluan kanak-kanak, tentu tidak disertai syahwat.” (Liqo Bab Al Maftuuh)

Sementara, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafizhahullah memperkuat pendapat TIDAK BATAL menyentuh kemaluan anak kecil. Beliau menjelaskan:

والأقرب والله أعلم ، القول الثاني : وهو أن وضوء الأم لا ينتقض إذا هي مست عورة طفلها ؛ لأن هذا مما تعم به البلوى ، ومع هذا لم ينقل عن النبي صلى الله عليه وسلم أمره لنساء الصحابة بإعادة الوضوء كلما احتجن إلى مس عورة أولادهن ، مع أن العادة جارية أن المرأة كثيراً ما تمس عورة طفلها

Dan yang lebih dekat pada kebenaran, Wallahu A’lam, adalah pendapat yang kedua. Yakni wudhunya seorang ibu tidak batal dengan menyentuh kemaluan anak kecilnya, karena ini merupakan perbuatan yang biasa dilakukan oleh seorang ibu.

Tiada dalil yang menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memerintahkan para wanita sahabat, untuk berwudhu setelah menyentuh kemaluan anak-anak kecilnya.

Terlebih ini merupakan kebiasaan yang umum terjadi, yakni para wanita banyak bersentuhan dengan kemaluan anak-anak kecilnya [biasanya saat memandikannya atau menceboknya dan seterusnya, pen]. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 191686) Demikian. Wallahu A’lam. [Cms/Sdz]

Sumber: Alfahmu.id – Website Resmi Ustaz Farid Nu’man.

Tags: Batalkah wudhu menceboki anak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Planting & Harvesting di SD JISc, Tanamkan Nilai Edukatif Sejak Dini

Next Post

Menerapkan Seri Kebiasaan Efektif

Next Post
Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Menerapkan Seri Kebiasaan Efektif

Manfaat Kacang Hitam Bagi Kesehatan

Manfaat Kacang Hitam bagi Kesehatan

Manfaat kembang kol bagi kesehatan

5 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan

  • Tujuh Tahun Pernikahan Meyda Sefira dan Jusuf

    Tujuh Tahun Pernikahan Meyda Sefira dan Jusuf

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8096 shares
    Share 3238 Tweet 2024
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5048 shares
    Share 2019 Tweet 1262
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3594 shares
    Share 1438 Tweet 899
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    849 shares
    Share 340 Tweet 212
  • Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Jacksen F Tiago Mantap Memeluk Agama Islam

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Perusahaan di Cikarang Wajibkan Karyawannya Shalat Berjamaah

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1976 shares
    Share 790 Tweet 494
  • Daftar Pertanyaan Ayah untuk Calon Menantu Lelakinya

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga