• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Agama Jadi Becandaan, Ini Kata Ustaz

26/10/2025
in Syariah, Unggulan
Agama Jadi Becandaan, Ini Kata Ustaz

foto: pixabay

81
SHARES
626
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KETIKA agama jadi bahan becandaan, Ustaz Farid Nu’man Hasan, S.S. (Konsultan Ahli Syaria Consulting Center/ SCC) angkat bicara terkait hal tersebut.

Ada pertanyaan dari pembaca berikut ini.

Saya baru-baru ini mendalami agama Islam dan menekuninya seperti sholat 5 waktu ke masjid dan lain lain. Baru-baru ini, saya mengetahui menghina agama walaupun bercanda akan keluar dari Islam.

Pada saat itu, saya teringat beberapa tahun lalu, ketika sholat saya mungkin masih ada yang bolong dan masih malas sholat ke masjid dan saya pernah bercanda ketika main game dengan teman.

Ketika ada sesuatu mekanisme game seperti meledakkan bom saya mengucapkan takbir, Pak Ustaz, seolah-olah berjihad melawan musuh-musuh dalam game seperti menjadi teroris yang melabeli diri mereka beragama Islam padahal saya tahu betul itu bukan ajaran Islam.

Kedua, saya pernah memberi donasi seorang Youtuber. Pada saat itu, banyak penonton youtuber itu menggunakan nama-nama asli terus digabung dengan sesuatu yang ada di game contohnya udin viridicent.

Saat itu, saya lagi satu discord sama temen saya seperti teleponan gitu sama temen saya dan dia menyarankan saya untuk mencoba donasi pakai nama Muhamad Noblesse karena dulu saya mungkin kurang iman, Pak Ustaz, jadi nama itu saya anggap seperti nama temen, contohnya Muhammad Ilham begitu, cuma ilhamnya diganti dengan istilah di game, Pak Ustaz, tetapi saya cari tahu sekarang ‘noblesse’ artinya bangsawan dan tidaklah arti yang buruk.

Dalam melakukan dua hal tersebut, saya tidak ada niatan menghina, Pak Ustaz, hanya terbawa suasana dan saya tidak menyadari tindakan saya bisa jadi penghinaan atau tidak.

Dua hal di atas yang baru saya ingat, saya tidak tahu, mungkin saja saya pernah bercanda hal lain yang bisa jadi memungkinkan itu terjadinya penghinaan terhadap agama.

Saya sekarang waswas, Pak Ustaz, apakah dari beberapa tahun tersebut saya murtad dan bukan muslim. Pertanyaan saya Pak Ustaz:

1. Apakah yang saya lakukan itu penghinaan dan tanpa saya sadari saya murtad saat itu?
2. Apakah amalan saya hilang dan amalan saya selama ini tidak terhitung mulai saat itu?
3. Apa yang harus saya lakukan Pak Ustaz jika memang saya terhitung murtad saat itu, cukup bertaubat nasuha apa harus membaca syahadat ulang, karena saya di dalam sholat pada saat itu, saya juga membacanya walaupun bacaan syahadatnya berbeda dengan syahadat masuk Islam? Terima kasih, Pak Ustaz.

baca juga: Hukum Bertanya Agama kepada Google

Agama Jadi Becandaan, Ini Kata Ustaz

Jawaban Ustaz Farid Nu’man Hasan sebagai berikut.

Salah satu misi Rasulullah ﷺ adalah menyempurnakan akhlak manusia. Sebagaimana hadisnya:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ ».

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

(HR. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra no. 21301)

Salah satu akhlak yang perlu diarahkan dan disempurnakan adalah akhlak saat bergurau.

Bergurau dengan menjadikan agama; Al Quran, Sunnah, Allah, Rasul, para sahabat, dan semua muatan Islam, sebagai bahan candaan adalah tidak dibenarkan bahkan salah satu bentuk kekufuran jika memang tujuannya ihanah (merendahkan agama).

Firman Allah ﷻ:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”.

Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… (QS. At Taubah: 65-66).

Maka, jika Saudara penanya dahulu bergurau seperti yang diceritakan di atas; didasari oleh ketidaktahuan, tidak ada maksud menghina, murni error-nya anak-anak muda yang saat itu masih jauh dari agama, maka itu tentu tidak dinilai sebagai kekafiran atau murtad, namun tetap sebuah kesalahan besar.

Maka, bertobatlah kepada Allah ﷻ dengan cara;

– Segara tinggalkan perbuatan itu
-Menyesal atas kesalahan itu
– Bertekad tidak lagi mengulangi selamanya

Semoga Allah ﷻ memberikan jalan keselamatan kepada kita semua, sebagaimana sabdanya:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir berkata, Aku bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana supaya selamat? beliau menjawab:

1. Jagalah lisanmu

2. Hendaklah rumahmu membuatmu lapang

3. Tangisilah dosa dosamu.

(HR. At Tirmidzi no. 2406, hasan)

Demikian. Wallahu a’lam. Semoga penjelasan tersebut menginspirasi para Sahabat agar berhati-hati dalam berucap maupun bertindak terkait hal-hal keagamaan.[ind]

Tags: Agama Jadi BecandaanIni Kata Ustaz
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Salimah Kabupaten Bogor Sukses Gelar Musda ke-V

Next Post

Hukum Memakai Make up Glitter

Next Post
Hukum Memakai Make up Glitter

Hukum Memakai Make up Glitter

Bolehkah Orangtua Menemani Anak Mengobrol saat Taaruf?

Bolehkah Orangtua Menemani Anak Mengobrol saat Taaruf?

Keserakahan Raja Midas Mengubah Istrinya Menjadi Emas

Akhir Kisah Sang Penggila Harta

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8243 shares
    Share 3297 Tweet 2061
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Menghina Allah dalam Hati

    456 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4228 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11268 shares
    Share 4507 Tweet 2817
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Pimpin Upacara Hari Kartini, Faelasufa Dorong Affordable Child Care di Batang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3303 shares
    Share 1321 Tweet 826
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga