• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 4 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

15/02/2025
in Nasihat
Semua Ada Takarannya

Ilustrasi, foto: etsy.com

87
SHARES
673
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JANGANLAH kebencianmu terhadap suatu kaum menjadikanmu tidak mampu berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

Ada kisah menarik saat Rasulullah sudah menetap di Madinah. Kisahnya tentang sembilan ayat Al-Qur’an yang membela keadilan seorang Yahudi yang difitnah mencuri.

Suatu hari, seorang sahabat Nabi bernama Qatadah bin An-Nu’man kehilangan baju perang. Tak ada petunjuk apa-apa tentang siapa yang mencuri.

Orang-orang di sekitar Qatadah mencurigai Thu’mah bin Ubairiq. Orang asli Madinah ini memang beberapa kali kedapatan mencuri.

Bagaimana Thu’mah berhasil mencuri baju perang seorang mujahid kenamaan di perang Uhud?

Rupanya, Thu’mah mencuri dengan cara yang canggih. Ia memasukkan baju perang itu kedalam karung tepung terigu. Dengan begitu, kalaupun ada orang yang melihat Thu’mah membawa sesuatu, sesuatu itu adalah karung terigu.

Kecanggihan yang kedua, Thu’mah tidak langsung membawa hasil curiannya ke rumahnya. Tapi, ia titipkan ke seorang tetangganya yang bernama Zaid bin As-Samin. Ia warga Madinah keturunan Yahudi.

“Aku titipkan barang ini di rumahmu sebentar,” ucap Thu’mah kepada Zaid. Dan Zaid pun tanpa curiga mengiyakan.

Kembali ke Qatadah bin An-Nu’man yang mulai mencurigai Thu’mah, bergegas mencari Thu’mah ke rumahnya. Ia bersama sahabat lain menggeledah rumah Thu’mah. Tapi, barang itu tak ditemukan.

Tapi, Qatadah mencurigai sesuatu di sekitar perjalanan dari rumah Thu’mah. Yaitu, adanya tumpahan tepung di sepanjang jalan. Qatadah dan yang lainnya menelusuri jejak tumpahan tepung itu. Dan akhirnya, jejak itu mengantarkan mereka ke rumah si Yahudi: Zaid bin As-Samin.

Setelah menjelaskan ke Zaid, Qatadah langsung menggeledah gudang Zaid. Dan benar saja, jejak itu tertuju pada sebuah karung terigu yang ada di gudang di rumah Zaid. Setelah diperiksa, ternyata isi karung itu memang ada baju perangnya yang hilang.

Qatadah menanyakan Zaid tentang baju perangnya, kenapa bisa ada di rumah Zaid. Dengan tenang Zaid menjawab, “Barang itu titipan dari Thu’mah bin Ubairiq!”

Qatadah dan sahabat yang lain pun menanyakan ke Thu’mah. Tapi Thu’mah menolak perkataan Zaid. “Saya tidak pernah menitipkan sesuatu ke Zaid!” kilahnya.

Pada saat itu, Zaid bingung harus bagaimana. Pasalnya, ia tidak punya saksi tentang penitipan barang itu. Faktanya, barang curian yang dicari-cari memang ada di rumah Zaid.

“Orang Yahudi ini memang patut dicurigai, ia memang yang mencuri baju perang Qatadah!” ucap Thu’mah yang didampingi anggota kabilahnya.

Akhirnya, masalah rumit itu disampaikan Qatadah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah pun memanggil dua pihak tersebut: Zaid dan Thu’mah.

Zaid pun hadir sendirian, sementara Thu’mah datang didampingi anggota kabilahnya. Mereka memberikan dukungan kepada Thu’mah.

Dari sudut pandang hukum syariat, memang posisi Zaid yang paling dirugikan. Barang bukti curian ada di rumahnya, sementara tak ada saksi yang menguatkan ucapannya kalau barang itu titipan Thu’mah.

Hampir saja Rasulullah menjatuhkan hukuman kepada Zaid, si Yahudi yang dituduh mencuri oleh warga asli Madinah. Barang yang dicuri juga milik sahabat Nabi yang juga pejuang di Perang Uhud: Qatadah bin An-Nu’man.

Saat itu, turunlah firman Allah subhanahu wata’ala sebanyak sembilan ayat. Ayat-ayat itu terdapat di Surah An-Nisaa ayat 105 hingga 112.

Isi ayat itu menjelaskan tentang nilai keadilan Islam untuk semua manusia, keharusan berhati-hati dalam memutuskan hukum, dan akhirnya menjelaskan siapa pencuri yang sebenarnya, meskipun tidak menyebut nama.

Di antara ayat itu berbunyi, “Dan siapa yang berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. An-Nisaa: 112)

**

Kisah asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat ini mengingatkan kita bahwa keadilan Islam untuk semua manusia, tanpa kecuali.

Di sisi lain, sekaligus sebagai pengingat bahwa jangan sampai kebencian kita terhadap suatu kaum menjadikan kita tidak mampu berlaku adil. Bersikap adillah kepada siapa pun, meskipun terhadap kelompok yang kita benci. (QS. Al-Maidah: 8)

Belajarlah bersikap adil mulai dari lingkungan terdekat kita: keluarga. Jangan sampai ketidaksukaan terhadap satu anggota keluarga menjadikan kita bersikap zalim terhadapnya. Begitu pun terhadap tetangga dan lingkungan lainnya.

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. [Mh]

 

 

 

Tags: Ketika Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bagaimana Mengontrol Kecintaan pada Dunia?

Next Post

Prakiraan Jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru 2025

Next Post
Prakiraan Jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru 2025

Prakiraan Jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru 2025

Kisah Inspiratif Panti Tahfiz Quran Tunanetra Bekasi

Kisah Inspiratif Panti Tahfiz Quran Tunanetra Bekasi

Agar Diingat Allah Ketika Dalam Keadaan Susah

Agar Diingat Allah Ketika Dalam Keadaan Susah

  • Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8144 shares
    Share 3258 Tweet 2036
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3625 shares
    Share 1450 Tweet 906
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1970 shares
    Share 788 Tweet 493
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2003 shares
    Share 801 Tweet 501
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11230 shares
    Share 4492 Tweet 2808
  • Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4514 shares
    Share 1806 Tweet 1129
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5068 shares
    Share 2027 Tweet 1267
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga