• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 23 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Tips Menyiasati Cemburu Suami Istri

26/06/2022
in Suami Istri
Membangun Rumah Tangga Harmonis tanpa Pacaran

Ilustrasi, foto: blogspot.com

99
SHARES
764
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CEMBURU itu lazim. Setiap cinta sejati akan memberikan dampak antibodi berupa cemburu. Tanpa cemburu, cinta tak lebih dari sekadar basa basi.

Suami istri mana pun ingin hidup selalu dalam harmonis. Saling cinta dan saling melengkapi. Tapi, adakalanya cinta memberikan sinyal gangguan. Dan sinyal itu bisa disebut dengan cemburu.

Berikut ini tips agar suami istri bisa menyiasati cemburu. Antara lain:

Satu, jangan malu karena merasa cemburu.

Sebagian orang ada yang menyembunyikan rasa cemburu. Ia pendam rasa itu seolah telah melakukan hal yang tabu.

Padahal, justru cemburu pertanda bahwa cinta begitu membara. Dan ketika ada ‘gangguan’ cemburu yang akhirnya bicara.

Ungkapkan saja bahwa ada cemburu karena ini dan itu. Tentu diungkapkan di saat yang tepat, serius, dan hanya berdua.

Di saat itu pula akan ada klarifikasi. Benarkah sinyal cemburu yang muncul itu, atau hanya salah tangkap rasa saja.

Dalam hal ini, jangan ada dusta di antara kita. Harus jujur apa adanya. Jika memang ada kekeliruan, ruang untuk minta maaf tentu menjadi solusi.

Dua, jangan stigmakan cemburu dengan curiga.

Stigma itu cap buruk. Begitu pun dengan cemburu. Jangan cap buruk cemburu dengan sikap negatif yang disebut dengan curiga. Dalam bahasa gaulnya disebut curigation.

Curiga ini dianggap buruk karena bisa berangkat dari su’uzhon atau buruk sangka. Padahal, cemburu bukan buruk sangka. Karena yang muncul dari rasa cinta tidak akan ada yang negatif, termasuk cemburu.

Contoh curiga dengan cemburu itu berbeda antara lain: curiga mencuri, curiga berbohong, curiga menipu, dan lainnya. Tapi cemburu hanya soal munculnya indikasi percabangan hati dan cinta.

Cemburu hanya indikasi adanya hati lain di ujung sana. Dan ujung itu begitu jauh sehingga tak begitu terlihat, tapi bisa dirasakan. Curiga itu dosa. Tapi cemburu itu mulia.

Tiga, jangan biarkan cemburu berlarut-larut.

Ada cemburu yang disembunyikan dan hal itu harus diungkapkan dengan cara bijaksana. Tapi, ada cemburu yang disepelekan.

Orang yang menyepelekan cemburu menganggap bahwa indikasi cemburu itu bukan hal yang serius. Misalnya, wajar lawan jenis saling berjumpa, wajar lawan jenis saling berkomunikasi intensif, dan lainnya.

Ini bahkan dilarang agama. Istilah itu disebut dayus. Atau orang yang kehilangan rasa cemburu. Dia tidak peduli suami atau istrinya jalan dengan siapa pun yang disebut ‘teman’.

Empat, cemburu itu harus diselesaikan bukan saling berbalas.

Ketika sinyal cemburu muncul, beranikan diri untuk mengungkapkan ‘protes’. Ini penting agar kekeliruan bisa diredam saat masih benih.

Bukan saling berbalas. Artinya, ketika seseorang cemburu dengan pasangannya, ia tidak meluruskan. Tapi malah memunculkan cemburu lain yang datang dari pihaknya. Hal ini semacam pembalasan bahwa cemburu itu nggak enak.

Ini berbahaya, selain juga dilarang agama. Jadi, luruskan dengan cara bijaksana. Bukan justru “berperang” dengan penyimpangan yang sama. [Mh]

Tags: Tips Menyiasati Cemburu Suami Istri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wajah itu Rembesan Hati

Next Post

Doa Mohon Diberi Cahaya dan Ampunan

Next Post
Doa mohon diberi ampunan

Doa Mohon Diberi Cahaya dan Ampunan

Bani Israil dibangkitkan dari kematian

Bani Israil Pernah Dibangkitkan dari Kematian

Salimah Bojonggede Gelar Kajian Tafsir Qur'an

Salimah Bojonggede Gelar Kajian Tafsir Qur'an

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9164 shares
    Share 3666 Tweet 2291
  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1227 shares
    Share 491 Tweet 307
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5240 shares
    Share 2096 Tweet 1310
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4146 shares
    Share 1658 Tweet 1037
  • Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

    5632 shares
    Share 2253 Tweet 1408
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11706 shares
    Share 4682 Tweet 2927
  • 8 Keutamaan Shalawat Nabi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga